Menu ✖

Mode Gelap

Bencana · 5 Feb 2025 16:17 WIB

Kebakaran Dahsyat Landa Peternakan Ayam di Sukabumi, Ribuan Ekor Ayam Mati Terpanggang


					Kebakaran melanda sebuah peternakan ayam di Sukabumi, menyebabkan ribuan ekor ayam mati dan kerugian besar bagi pemiliknya. Perbesar

Kebakaran melanda sebuah peternakan ayam di Sukabumi, menyebabkan ribuan ekor ayam mati dan kerugian besar bagi pemiliknya.

JENTERANEWS.com – Sebuah peternakan ayam skala besar di Kampung Sinagar, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dilanda kebakaran hebat pada Rabu (5/2/2025) pagi. Peristiwa ini mengakibatkan sebagian bangunan hangus dan ribuan ayam ternak mati terpanggang.

Wakil Komandan Posko V Damkar Cibadak, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Heri Hermawan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 06.05 WIB. Tim pemadam kebakaran segera bergegas menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 06.05 WIB, langsung bersiap dan berangkat ke lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, terlihat asap tebal mengepul dari bangunan, namun api belum terlihat,” ujar Heri kepada sukabumiupdate.com di tempat kejadian.

Heri menambahkan, api baru dapat ditemukan setelah asap mulai berkurang. “Ketika asap mulai menghilang, barulah titik api terlihat. Api ini membesar karena tersedot blower di dalam kandang,” tuturnya.

Bangunan yang terbakar memiliki luas hampir 5.000 meter persegi, dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 50 meter. Kebakaran terjadi di tiga titik, yaitu satu titik besar di tengah dan dua titik lainnya di ujung utara dan selatan bangunan.

Menurut Heri, akses masuk yang terbatas menjadi kendala dalam penanganan kebakaran ini. “Ruang akses masuk hanya ada dua, yaitu dari ujung ke ujung, sedangkan selang kami terbatas. Selain itu, bangunannya dua tingkat, karena kandang ayam petelur itu ada dua tahap,” jelasnya.

Ayam-ayam yang berada di dalam kandang merupakan ayam besar dengan bobot 2-4 kilogram, yang rencananya akan diafkirkan menjelang Lebaran tahun ini. “Akibat kebakaran, ribuan ayam mati karena asap tebal, meskipun tidak terbakar langsung,” katanya.

Material plastik di dalam kandang ikut terbakar, bahkan atap bangunan sampai runtuh. Namun, karena struktur bangunan berbahan besi, kebakaran tidak langsung meluas dengan cepat. “Jika api sudah terlalu besar, kebakaran bisa menjadi lebih parah. Untungnya, tim pemadam datang tepat waktu,” ungkapnya.

Beruntung, karyawan di lokasi dengan sigap memanfaatkan hidran yang tersedia. “Mereka bahkan sampai naik ke atap untuk membantu pemadaman, sehingga api tidak semakin meluas. Namun, akses masuk yang terbatas dan jarak bangunan yang panjang membuat proses pemadaman sedikit terhambat,” tutur Heri.

Proses pemadaman berlangsung selama satu jam, dengan pendinginan selama 30 menit. Sebanyak empat unit pemadam kebakaran dikerahkan, terdiri dari dua unit dari Cibadak, satu unit dari Parungkuda, satu unit dari Cisaat, serta satu unit rescue, dengan total 21 personel.

Heri mengatakan, penyebab sementara kebakaran diduga akibat korsleting listrik. “Penyebab sementara dari korsleting listrik, tapi masih dalam kajian. Selain itu, taksiran kerugian juga masih dalam kajian,” pungkasnya.(*)

Laporan: Awang


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Cikidang Sukabumi, Tiga Kepala Keluarga Terancam

22 Mei 2026 - 09:19 WIB

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi bersama warga setempat bergotong royong membersihkan material tanah longsor di Kampung Cikamuning, Desa Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026) pagi.

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Hanyut Diterjang Arus Deras

15 April 2026 - 07:21 WIB

Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan.

Diterjang Longsor dan Banjir Bandang, Akses Sukabumi-Sagaranten Terapkan Buka-Tutup

14 April 2026 - 16:54 WIB

petugas gabungan, yang terdiri dari personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II dan relawan setempat, berupaya keras menyingkirkan material batu dan lumpur yang menyumbat sebagian ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4/2026)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Rumah Rusak Berat dan Warga Terluka

12 April 2026 - 09:19 WIB

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Gria Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang hancur usai diterjang material tebing longsor, Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan memicu longsoran tebing setinggi 7 meter yang menjebol dinding rumah dan menyebabkan satu orang terluka. (Foto: Dok. P2BK Sukalarang)

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Bencana

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca