JENTERANEWS.com — Hampir separuh dari total kuota jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada musim haji tahun 2026 didominasi oleh kalangan lanjut usia (lansia). Sebanyak 62 jemaah secara resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Bekasi pada Kamis (7/5).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, 30 dari total 62 jemaah yang berangkat pada tahun ini telah berusia di atas 71 tahun.
“Dari pendataan kami, dari 62 orang jemaah haji, hampir separuhnya atau sebanyak 30 orang sudah berusia di atas 71 tahun,” jelas Abdul Manan seusai prosesi pelepasan jemaah di Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar, Kamis (7/5).
Lebih lanjut, Abdul memaparkan bahwa puluhan jemaah asal Kabupaten Sukabumi tersebut tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13. Mereka akan diberangkatkan bersama dengan rombongan jemaah haji dari Kota Sukabumi dan Bekasi.
Terkait teknis pemberangkatan, Abdul memastikan rombongan ini akan langsung menuju pusat pelaksanaan ibadah haji. “Jemaah haji Kabupaten Sukabumi masuk ke dalam gelombang kedua. Oleh karena itu, mereka akan terbang langsung menuju Mekkah,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang turut hadir melepas para jemaah, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik dan cuaca di Arab Saudi. Pria yang akrab disapa Asjap ini mengingatkan seluruh jemaah untuk senantiasa menjaga kebugaran tubuh selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Rangkaian ibadah haji itu relatif sangat padat, ditambah lagi dipastikan akan terjadi perubahan cuaca yang cukup drastis di Tanah Suci. Selalu jaga kesehatan, harus disiplin dalam pola makan, dan ikuti setiap instruksi dari petugas selama berada di sana,” tegas Asep Japar.
Selain mengingatkan aspek kesehatan fisik, Bupati Asep juga mengajak para jemaah untuk memaksimalkan kualitas ibadah. Ia berpesan agar status sebagai tamu Allah SWT benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin dengan niat yang tulus.
“Jadikan perjalanan ke Tanah Suci ini benar-benar didasari oleh niat ibadah kepada Allah SWT,” tuturnya.
Sebagai penutup, Bupati Sukabumi menekankan pentingnya menjaga nama baik daerah dengan mematuhi segala aturan yang berlaku di Arab Saudi, serta memupuk rasa kepedulian antarsesama jemaah.
“Bagi jemaah yang masih muda dan memiliki fisik yang lebih prima, saya minta tolong untuk membantu dan menjaga jemaah yang sudah tua,” pungkasnya.(*)















