JENTERANEWS.com — Tindak kriminal pengeroyokan berujung maut terjadi di Jalan Nasional Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang buruh bernama Rizky (30) tewas mengenaskan usai dikeroyok sekelompok orang tak dikenal (OTK) di area depan Pool Bus MGI, Sabtu (2/5/2026) sore.
Korban yang tercatat sebagai warga Kampung Babakan Limbangan, Desa Sukaraja ini diduga dianiaya secara brutal oleh lebih dari lima orang pelaku.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Andri (30), insiden berdarah itu pecah sekitar pukul 17.30 WIB. Awalnya, korban datang seorang diri ke lokasi mengendarai sepeda motor. Tanpa diketahui pemicu pastinya, adu mulut tiba-tiba terjadi antara korban dan para pelaku.
“Korban datang sendiri naik motor, terus terjadi cekcok. Saya juga tidak tahu awal masalahnya,” terang Andri di lokasi kejadian.
Kalah jumlah, Rizky tak berdaya menjadi sasaran amuk. Andri menyebut, korban dikeroyok oleh lebih dari lima orang secara bersamaan. Akibat penganiayaan tersebut, korban menderita luka fatal di area kepala dan leher bagian belakang.
Para pelaku diduga kuat menghantam korban menggunakan balok kayu dan batu. Tak hanya benda tumpul, senjata tajam pun dilaporkan terlihat di lokasi. “Ada yang bawa pisau, tapi tidak tahu dari mana asalnya,” imbuh Andri.
Melihat kondisi korban yang kritis bersimbah darah, warga sekitar sempat berupaya melakukan evakuasi. Saksi lain berinisial A (43) menyebutkan bahwa Rizky langsung dilarikan ke RS Hermina. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong.
“Dibawa ke RS Hermina, tapi keterangan dokter sudah meninggal dunia,” ujar A yang turut membantu evakuasi korban usai pulang kerja.
Merespons laporan warga, jajaran kepolisian dari Polres Sukabumi Kota tiba di lokasi pada waktu Magrib untuk menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengonfirmasi bahwa saat petugas tiba di TKP, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan sejumlah luka mengerikan. Saat ini, kepolisian tengah bergerak cepat memburu para pelaku.
“Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap pelaku serta motif kejadian ini,” tegas Ipda Ade Ruli.
Dari hasil olah TKP sementara, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial. Barang bukti tersebut meliputi sebilah pisau kecil, satu unit ponsel Redmi milik korban, botol air mineral berisi minuman keras jenis intisari, sepasang sepatu bot, hingga satu unit motor roda tiga pengangkut sampah milik korban.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik aksi pengeroyokan sadis tersebut masih menjadi misteri dan dalam pendalaman intensif pihak kepolisian.(*)















