Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Okt 2026 15:27 WIB

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud


					Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026). Perbesar

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

JENTERANEWS.com— Mencekam dan diselimuti keheningan di Sabtu pagi yang dingin. Warga Kampung Tonjong, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi mendadak digemparkan oleh penemuan jasad seorang ibu rumah tangga yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu (10/10/2026).

Korban diketahui bernama Winda Nela Kuswiyanti (29). Tubuh wanita asal Ciamis tersebut ditemukan membusur tak bernyawa di palang pintu menuju dapur rumahnya sendiri. Korban mengakhiri hidupnya menggunakan jeratan kain kerudung hitam yang disambung dengan tali plastik rafia.

Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap sekitar pukul 06.00 WIB. Kecurigaan berawal dari kewaspadaan Muhidin (60), tetangga sebelah rumah korban. Pagi itu, ia merasa ada yang janggal karena rumah korban masih terkunci rapat dari dalam, sementara lampu teras luar masih menyala benderang.

Merasa ada hal yang tak biasa, Muhidin lantas meminta cucunya, Akil (8), untuk memeriksa bagian dalam rumah korban dengan cara memanjat dan masuk melalui jendela samping. Namun, kecurigaan itu berubah menjadi mimpi buruk seketika.

Saat berhasil menyusup ke dalam rumah, bocah delapan tahun tersebut mendapati pemandangan yang amat mengerikan. Korban sudah membeku dalam posisi tergantung di atas palang pintu dapur. Jeritan histeris ketakutan langsung pecah; Akil berlari kencang menerobos pintu depan untuk memberitahukan hal mengerikan yang baru saja dilihatnya kepada sang kakek dan warga sekitar.

Mendapat laporan dari warga, jajaran Koramil (Babinsa), Polsek (Bhabinkamtibmas), Kepala Desa Nangela, serta tim medis dari Puskesmas Tegalbuleud langsung bergerak cepat menyisir Lokasi Kejadian Perkara (TKP). Sekitar pukul 07.40 WIB, petugas gabungan bergerak menundukkan dan menurunkan jasad korban dari jeratan tali untuk dilakukan proses evakuasi.

Petugas gabungan dibantu warga melakukan evakuasi terhadap jenazah ibu rumah tangga yang diduga gantung diri di Kp. Tonjong RT 018 RW 005 Desa Nangela Kec. Tegalbuleud. Tampak jenazah korban (diduga di dalam keranda, bagian depan mobil) diturunkan ke bak mobil dinas untuk dibawa guna proses pemulasaraan lebih lanjut setelah selesai diidentifikasi. Di latar belakang terlihat rumah kayu warga yang menjadi TKP kejadian memilukan tersebut.

Petugas gabungan dibantu warga melakukan evakuasi terhadap jenazah ibu rumah tangga yang diduga gantung diri di Kp. Tonjong RT 018 RW 005 Desa Nangela Kec. Tegalbuleud. Tampak jenazah korban (diduga di dalam keranda, bagian depan mobil) diturunkan ke bak mobil dinas untuk dibawa guna proses pemulasaraan lebih lanjut setelah selesai diidentifikasi. Di latar belakang terlihat rumah kayu warga yang menjadi TKP kejadian memilukan tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan visum luar yang dirilis oleh Petugas Puskesmas Tegalbuleud, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik akibat tindak pidana pada tubuh korban. Tubuh korban saat ditemukan sudah dalam kondisi kaku jenazah, serta ditemukan indikasi biologis khas berupa cairan lendir dan darah pada organ vital korban.

Di balik musibah kelam ini, terkuak jeritan kesunyian yang menimpa korban. Korban diketahui tinggal sendirian di rumah tersebut. Sang suami tengah berjuang mengadu nasib mencari nafkah di Jakarta, sementara anak mereka sedang menginap di rumah mertuanya.

Dugaan kuat mengarah pada tekanan psikologis yang tak lagi sanggup ditanggung oleh korban. Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan tetangga sekitar, korban diduga kuat mengalami depresi berat akibat terhimpit keterbatasan ekonomi.

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tegalbuleud telah melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari mengamankan TKP, menggali keterangan para saksi, hingga berkoordinasi dengan Forkopimcam dan Pemerintah Desa setempat.

Pihak keluarga korban menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tragis ini sebagai musibah serta takdir. Keluarga secara resmi menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi. Jasad korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilanjutkan ke proses pemulasaraan dan pemakaman secara islami.(*)

Laporan: Aris Jampang
Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.

Tanpa Basa-Basi! Polsek Purabaya Gerebek Posramil, Danposramil Peltu Kosasih Dibuat Tak Berkutik

9 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Pemkab Sukabumi Perpanjang Kontrak 8.070 PPPK Paruh Waktu, 94 Pegawai Dipastikan Coret

9 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugerah, mengonfirmasi perpanjangan perjanjian kerja bagi 8.070 PPPK paruh waktu, dan 94 orang tidak diperpanjang karena berbagai alasan obyektif.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca