JENTERANEWS.com— Mencekam dan diselimuti keheningan di Sabtu pagi yang dingin. Warga Kampung Tonjong, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi mendadak digemparkan oleh penemuan jasad seorang ibu rumah tangga yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu (10/10/2026).
Korban diketahui bernama Winda Nela Kuswiyanti (29). Tubuh wanita asal Ciamis tersebut ditemukan membusur tak bernyawa di palang pintu menuju dapur rumahnya sendiri. Korban mengakhiri hidupnya menggunakan jeratan kain kerudung hitam yang disambung dengan tali plastik rafia.
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap sekitar pukul 06.00 WIB. Kecurigaan berawal dari kewaspadaan Muhidin (60), tetangga sebelah rumah korban. Pagi itu, ia merasa ada yang janggal karena rumah korban masih terkunci rapat dari dalam, sementara lampu teras luar masih menyala benderang.
Merasa ada hal yang tak biasa, Muhidin lantas meminta cucunya, Akil (8), untuk memeriksa bagian dalam rumah korban dengan cara memanjat dan masuk melalui jendela samping. Namun, kecurigaan itu berubah menjadi mimpi buruk seketika.
Saat berhasil menyusup ke dalam rumah, bocah delapan tahun tersebut mendapati pemandangan yang amat mengerikan. Korban sudah membeku dalam posisi tergantung di atas palang pintu dapur. Jeritan histeris ketakutan langsung pecah; Akil berlari kencang menerobos pintu depan untuk memberitahukan hal mengerikan yang baru saja dilihatnya kepada sang kakek dan warga sekitar.
Mendapat laporan dari warga, jajaran Koramil (Babinsa), Polsek (Bhabinkamtibmas), Kepala Desa Nangela, serta tim medis dari Puskesmas Tegalbuleud langsung bergerak cepat menyisir Lokasi Kejadian Perkara (TKP). Sekitar pukul 07.40 WIB, petugas gabungan bergerak menundukkan dan menurunkan jasad korban dari jeratan tali untuk dilakukan proses evakuasi.

Petugas gabungan dibantu warga melakukan evakuasi terhadap jenazah ibu rumah tangga yang diduga gantung diri di Kp. Tonjong RT 018 RW 005 Desa Nangela Kec. Tegalbuleud. Tampak jenazah korban (diduga di dalam keranda, bagian depan mobil) diturunkan ke bak mobil dinas untuk dibawa guna proses pemulasaraan lebih lanjut setelah selesai diidentifikasi. Di latar belakang terlihat rumah kayu warga yang menjadi TKP kejadian memilukan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan visum luar yang dirilis oleh Petugas Puskesmas Tegalbuleud, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik akibat tindak pidana pada tubuh korban. Tubuh korban saat ditemukan sudah dalam kondisi kaku jenazah, serta ditemukan indikasi biologis khas berupa cairan lendir dan darah pada organ vital korban.
Di balik musibah kelam ini, terkuak jeritan kesunyian yang menimpa korban. Korban diketahui tinggal sendirian di rumah tersebut. Sang suami tengah berjuang mengadu nasib mencari nafkah di Jakarta, sementara anak mereka sedang menginap di rumah mertuanya.
Dugaan kuat mengarah pada tekanan psikologis yang tak lagi sanggup ditanggung oleh korban. Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan tetangga sekitar, korban diduga kuat mengalami depresi berat akibat terhimpit keterbatasan ekonomi.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tegalbuleud telah melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari mengamankan TKP, menggali keterangan para saksi, hingga berkoordinasi dengan Forkopimcam dan Pemerintah Desa setempat.
Pihak keluarga korban menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tragis ini sebagai musibah serta takdir. Keluarga secara resmi menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi. Jasad korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilanjutkan ke proses pemulasaraan dan pemakaman secara islami.(*)
Laporan: Aris Jampang
Editor: Hamjah
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















