Menu ✖

Mode Gelap

Jakarta · 25 Jul 2026 17:43 WIB

Jejak Sudaryono: Dari Anak Petani Grobogan Hingga Didapuk Jadi Kepala BGN


					Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono (tengah), didampingi jajaran pejabat dalam sebuah kesempatan. Ia resmi dilantik pada 22 Juli 2026. Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono (tengah), didampingi jajaran pejabat dalam sebuah kesempatan. Ia resmi dilantik pada 22 Juli 2026.

JENTERANEWS.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 22 Juli 2026. Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Nanik S. Deyang, yang sebelumnya mengundurkan diri akibat alasan kesehatan.

Sebelum mengemban amanah baru ini, Sudaryono menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sejak 18 Juli 2024. Penunjukan Sudaryono tidak hanya menandai langkah baru bagi BGN, tetapi juga menyoroti perjalanan panjang seorang anak petani asal Grobogan yang berhasil mencapai puncak karier di pemerintahan, dunia bisnis, dan kancah politik.

Berikut adalah profil lengkap, rekam jejak karier, serta perincian harta kekayaan Kepala BGN yang baru.

Dari Desa Tambirejo Menuju Panggung Nasional

Lahir pada 23 Januari 1985 di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sudaryono merupakan putra tunggal dari pasangan petani, Yahyo dan Suwarni. Masa kecilnya kental dengan perjuangan hidup di pedesaan, mulai dari membantu orang tua bertani di sawah, memikul air dari jarak jauh, hingga mencari pakan ternak.

Kendati berasal dari keluarga sederhana, tekad kuat dan kecerdasannya membuka jalan menuju pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar pada 1997 dan SMP Negeri 2 Toroh pada 2000, ia diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang dan lulus sebagai siswa terbaik pada tahun 2003.

Pendidikan akademisnya berlanjut hingga ke mancanegara. Pada 2004, ia menempuh studi S1 Teknik Mesin di National Defense Academy of Japan (Akademi Pertahanan Nasional Jepang). Ia meraih gelar Bachelor of Engineering (B.Eng.) pada 2009, di mana pengalaman tersebut tidak hanya mengasah kecerdasan akademiknya, tetapi juga membentuk kedisiplinan militer, jiwa kepemimpinan, dan kemahiran berbahasa Jepang.

Sekembalinya ke Tanah Air, Sudaryono terus memperkaya kapasitas akademiknya. Ia menyelesaikan program gelar ganda S2, yakni Magister Manajemen (M.M.) dan Master of Business Administration (MBA) di Swiss German University (2015–2018). Dedikasinya pada ilmu pengetahuan dibuktikan dengan penyelesaian program doktor (Ph.D.) di bidang manajemen dan keuangan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada periode 2020–2025 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna. Pendidikan mumpuni inilah yang menjadi fondasi kuat bagi kariernya di sektor pertanian dan agribisnis.

Rekam Jejak Karier Bisnis dan Politik

Karier Sudaryono mulai menanjak saat ia dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto selama lima tahun (2009–2014). Kedekatan ini menjadi gerbang pembuka bagi kiprahnya di dunia politik dan bisnis.

Di sektor swasta, portofolio kepemimpinannya terbilang cemerlang. Ia tercatat pernah menduduki sejumlah posisi puncah, antara lain:

  • Corporate Secretary Nusantara Energy

  • CEO Garuda TV

  • CEO PT Nusantara Telematics System

  • Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma

  • Chairman PT Boga Halal Nusantara (bergerak di sektor produksi pangan halal seperti daging sapi, kambing, telur ayam, dan ikan)

Sebagai politikus, kiprah Sudaryono di Partai Gerindra cukup menonjol. Sejak Oktober 2023, ia memegang mandat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Di luar partai, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Saat menjabat sebagai Wamentan, Sudaryono dikenal gigih dalam mengawal kebijakan ketahanan pangan, mendukung kesejahteraan petani, dan merealisasikan program-program prioritas pemerintahan Prabowo. Kini, sebagai Kepala BGN, pengalaman lintas sektor tersebut diharapkan mampu diintegrasikan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan gizi masyarakat secara nasional.

Transparansi Harta Kekayaan

Sebagai pejabat publik, Sudaryono menunjukkan komitmen transparansi melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Data LHKPN menunjukkan adanya lonjakan aset yang sejalan dengan kesuksesan portofolio bisnisnya di berbagai sektor (media, teknologi, farmasi, dan pangan):

  • LHKPN 20 Januari 2025: Total kekayaan bersih tercatat sebesar Rp8.861.192.525 (Rp8,86 miliar).

  • LHKPN 29 Maret 2026: Total kekayaan bersih melonjak menjadi Rp31.394.894.928 (Rp31,39 miliar), mencatatkan kenaikan sekitar Rp22,5 miliar dalam kurun waktu satu tahun.

Berdasarkan perincian laporan tersebut, aset kotor Sudaryono mencapai sekitar Rp91 miliar. Aset terbesar didominasi oleh properti (tanah dan bangunan) senilai Rp69,69 miliar yang tersebar di lebih dari 21 lokasi strategis, meliputi Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Semarang, Sukoharjo, Jepara, Klaten, dan Jakarta Selatan. Beberapa aset bernilai tinggi di antaranya berada di Semarang (Rp16 miliar) dan Klaten (Rp14 miliar).

Selain properti, aset kotor tersebut juga mencakup kepemilikan kendaraan mewah, surat berharga, serta kas dan setara kas. Kekayaan bersih sebesar Rp31,39 miliar didapat setelah total aset kotor dikurangi oleh liabilitas atau utang sebesar Rp60,3 hingga Rp60,4 miliar. Utang tersebut dilaporkan berkaitan erat dengan investasi bisnis dan ekspansi pengembangan properti miliknya. Seluruh harta kekayaan tersebut secara resmi dilaporkan bersumber dari hasil usaha sendiri.

Dengan latar belakang pendidikan yang solid, pengalaman bisnis yang luas, serta pemahaman mendalam di sektor pertanian dan pangan, publik menanti terobosan inovatif Sudaryono di Badan Gizi Nasional demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berprestasi di masa depan.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemerintah Tetapkan Penghasilan Manajer KDKMP Rp 6,8 Juta–Rp 8,3 Juta Per Bulan, Bertugas Mulai 1 Oktober

30 September 2026 - 20:23 WIB

Kementerian Haji Pangkas Masa Tunggu Haji Indonesia Jadi 14 Tahun

30 September 2026 - 20:06 WIB

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat menyampaikan keterangan kepada awak media terkait pemangkasan durasi antrean haji di Istana Kepresidenan, Jakarta.

BGN Resmi Ubah Skema Insentif Dapur MBG Jadi Rp2.000 per Porsi, Berlaku 5 Oktober 2026

30 September 2026 - 19:20 WIB

Nasional (BGN) Dr. Sudaryono, Eng., M.M., MBA., memberikan keterangan resmi terkait penyesuaian skema insentif operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta.

Pemerintah dan DPR Sahkan APBN 2027: Belanja Negara Tembus Rp4.106,3 Triliun

29 September 2026 - 19:06 WIB

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin jalannya pemerintahan. Arsitektur APBN 2027 yang disepakati difokuskan pada penguatan ekonomi, pendidikan (Rp824 T), dan perlindungan sosial (Rp539,7 T).

Pemerintah Buka Suara soal Penempatan Manajer KDKMP Lintas Wilayah: Utamakan Domisili dan Kesiapan Bangunan

28 September 2026 - 07:12 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Redesain Anggaran Pendidikan demi Program Sekolah dan Kuliah Gratis

24 September 2026 - 11:49 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas pembahasan redesain anggaran pendidikan gratis dari jenjang TK hingga PTN di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Trending di Jakarta

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca