Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 26 Feb 2026 12:28 WIB

Mimpi ke Tanah Suci Kandas, 14 Jemaah Asal Sukabumi Tertipu Dokumen Palsu


					ILUSTRASI BANDARA. Lokasi di mana 14 jemaah umrah asal Kabupaten Sukabumi menyadari bahwa tiket dan visa mereka palsu, menyebabkan gagalnya keberangkatan ke Tanah Suci pada November tahun lalu. Perbesar

ILUSTRASI BANDARA. Lokasi di mana 14 jemaah umrah asal Kabupaten Sukabumi menyadari bahwa tiket dan visa mereka palsu, menyebabkan gagalnya keberangkatan ke Tanah Suci pada November tahun lalu.

JENTERANEWS.com – Suasana haru biru menyelimuti Mapolres Sukabumi pada Kamis (26/2/2026). Sebanyak 14 calon jemaah umrah asal Kabupaten Sukabumi melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum pimpinan agen travel berinisial AH. Bukannya beribadah di depan Ka’bah, para jemaah yang mayoritas bekerja sebagai petani ini justru harus luntang-lantung di bandara akibat dokumen perjalanan palsu.

Peristiwa memilukan ini bermula pada November tahun lalu. Rombongan jemaah yang telah melunasi seluruh biaya keberangkatan tiba di bandara dengan penuh harapan. Namun, kegembiraan itu seketika berubah menjadi mimpi buruk saat pihak maskapai melakukan pengecekan dokumen.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa visa, tiket pesawat, hingga reservasi hotel yang dijanjikan oleh terduga pelaku ternyata fiktif. Akibatnya, rombongan tersebut terlantar selama empat hari empat malam di area bandara tanpa kepastian.

“Tiba di sana, ternyata visa tidak ada, tiket tidak ada, apalagi hotel. Pokoknya tidak jadi berangkat, padahal uang sudah masuk semua ke dia,” ujar Ucup Junansyah, pendamping jemaah, saat memberikan keterangan di Mapolres Sukabumi.

Ucup menceritakan betapa hancurnya perasaan para jemaah yang berasal dari pelosok perdesaan tersebut. Sebelum berangkat, sesuai tradisi, para jemaah telah menggelar acara syukuran di kampung halaman masing-masing sebagai bentuk rasa syukur.

“Jemaah itu sudah menyiapkan semua. Ada yang punya bebek saja sampai dipotong satu per satu untuk syukuran. Sebelum berangkat kami sampai menangis di sana (bandara). Empat malam kami menginap, luar biasa terpukul,” kenang Ucup dengan nada getir.

Di tengah kemelut tersebut, Ucup Junansyah dan Zulfat selaku pemilik agen lokal yang turut merasa tertipu oleh AH, berupaya mengambil langkah penyelamatan. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, mereka mengeluarkan dana talangan awal sebesar Rp 300 juta.

Hingga saat ini, total dana yang telah dikeluarkan untuk menutupi kerugian dan mengupayakan keberangkatan para jemaah mencapai kurang lebih Rp 500 juta.

Kuasa hukum korban, Afrianto, menegaskan bahwa kliennya secara resmi menempuh jalur hukum terhadap AH, pimpinan travel yang berkantor di wilayah Kecamatan Bojonggenteng. Pihaknya menduga kuat adanya unsur penipuan dan penggelapan dana dalam skala besar yang menyasar warga kelas menengah ke bawah.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh jajaran Polres Sukabumi untuk penyelidikan lebih lanjut terkait aliran dana dan pemalsuan dokumen negara yang merugikan belasan jemaah tersebut.(*)


Laporan: Awang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Terjang Sukabumi, TPT dan MCK Masjid Alpurqon Gunungguruh Hancur Digerus Longsor

9 Maret 2026 - 19:55 WIB

Kondisi mengenaskan di lokasi longsor yang menghancurkan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan MCK Masjid Alpurqon di Kampung Kubang Jaya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi. Terlihat puing-puing material bangunan yang hancur total memenuhi kaki tebing yang longsor.

Wabup Sukabumi Instruksikan Seluruh Lini Siaga Penuh dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

9 Maret 2026 - 19:39 WIB

Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Rekonfu, Polres Sukabumi Kota, Senin (09/03/2026).

Jelang Idulfitri 1447 H, Bupati Sukabumi Instruksikan Kesiapsiagaan Penuh dan Pantau Harga Bahan Pokok

9 Maret 2026 - 19:29 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman (kanan) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sukabumi (kiri) menunjukkan naskah Perjanjian Kerja Sama (MoU) di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun)

Sukses Digelar Sepekan, Bazar Kuliner Ramadan Sukabumi Catat Omzet Rp211 Juta, Wabup: Bukti Geliat Positif Ekonomi UMKM

8 Maret 2026 - 20:20 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah, berkemeja batik), berfoto bersama sejumlah pelaku UMKM dan jajaran pejabat daerah usai penyerahan hadiah pada penutupan Bazar Cullinary Ramadhan 1447 Hijriah di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Cisaat, Minggu (8/3/2026).

Bantah Narasi Keliru, Seskab Teddy Tegaskan Program Makan Bergizi Tak Gerus Anggaran Pendidikan

8 Maret 2026 - 19:51 WIB

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers guna meluruskan narasi yang keliru terkait program makan bergizi gratis.

Tembus 61 Juta Penerima, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia Tempati Peringkat Kedua Terbesar di Dunia

8 Maret 2026 - 19:20 WIB

Trending di Sukabumi