JENTERANEWS.com – Jalur wisata Geopark Ciletuh kembali memakan korban. Seorang pengendara motor asal Bogor tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya terjun bebas ke dalam jurang sedalam 15 meter. Kecelakaan maut ini terjadi di turunan tajam antara Jembatan Curug Cimarinjung dan Curug Dogdog, kawasan Puncak Darma, Desa Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (27/7/2025) siang.
Korban tewas diidentifikasi sebagai Febriyana (25), warga Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh kegagalan fungsi rem pada sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya.
Saat kejadian, Febriyana tengah membonceng seorang rekan perempuan. Keduanya melaju dari arah Palabuhanratu dengan tujuan menikmati keindahan Geopark Ciletuh di Palangpang, Desa Ciwaru. Namun, saat melintasi turunan Puncak Darma yang terkenal curam, motor matik tersebut kehilangan kendali dan langsung terperosok ke jurang.
“Betul, telah terjadi kecelakaan tunggal di turunan Curug Cimarinjung. Kendaraan sepeda motor masuk jurang sekitar 15 meter,” kata Mohammad Piat Supriatna dari Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) Ciemas saat dikonfirmasi di lokasi. “Kami menduga kuat penyebabnya rem blong. Korban meninggal di tempat.”
Petugas gabungan yang terdiri dari aparat Polsek Ciemas, anggota Balawista, dan dibantu warga sekitar segera bergerak cepat melakukan evakuasi. Proses pengangkatan korban dari dasar jurang berlangsung dramatis. Febriyana ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, sementara rekan perempuannya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, membenarkan kronologi kejadian tersebut. “Iya, benar ada laka tunggal. Satu korban meninggal dunia di tempat, seorang laki-laki, dan satu orang perempuan mengalami luka-luka,” ungkapnya.
Kawasan Puncak Darma dan turunan Cimarinjung telah lama dikenal sebagai titik rawan kecelakaan di jalur menuju Geopark Ciletuh. Kontur jalan yang menurun tajam, berkelok, dan sempit menjadi tantangan berat bagi pengendara, terutama mereka yang tidak mengenal medan. Insiden rem blong, khususnya pada kendaraan jenis matik, menjadi penyebab utama serangkaian kecelakaan di lokasi ini.
Pihak berwenang tak henti-hentinya mengimbau para pengendara, khususnya wisatawan yang datang dari luar daerah, untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami imbau agar pengendara selalu memeriksa kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melintasi jalur ini. Beristirahatlah jika lelah dan jangan memaksakan diri. Gunakan gigi rendah saat menuruni tanjakan curam untuk membantu pengereman mesin,” tambah AKP Deni.
Tragedi yang menimpa Febriyana menjadi pengingat pahit akan risiko yang mengintai di balik pesona alam Geopark Ciletuh. Diperlukan kehati-hatian ekstra dan kesiapan kendaraan yang prima agar liburan yang seharusnya menyenangkan tidak berakhir duka.(*)
Reporter: Rudi
Redaktur: Hamjah















