Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 21 Okt 2026 23:30 WIB

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang


					Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif. Perbesar

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

JENTERANEWS.com  — Kasus dugaan perundungan (bullying) disertai kekerasan fisik yang menimpa seorang siswa kelas VII berinisial AI (12) di SMP PGRI Nagrak, Kabupaten Sukabumi, terus bergulir. Peristiwa yang terjadi pada akhir September 2026 ini tidak sekadar dilatarbelakangi candaan berlebihan, melainkan diduga kuat dipicu oleh upaya pemerasan uang yang berujung pada penganiayaan berat.

Akibat tindakan kekerasan tersebut, korban hingga kini mengalami kesulitan berjalan. Berdasarkan pemeriksaan medis, AI menderita cedera serius pada bagian pinggul serta pembengkakan parah pada lutut kanan yang dicurigai mengalami infeksi.

Kronologi dan Keterlibatan Pihak Sekolah

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP PGRI 2 Nagrak, Sova Marwah, menjelaskan bahwa insiden kekerasan tersebut terjadi di lingkungan sekolah saat jam istirahat dan pelaksanaan salat berjamaah. Menurut Sova, awalnya terdapat lima orang pelajar yang diduga terlibat dalam kejadian itu.

“Awalnya ada lima siswa yang diduga terlibat. Namun, setelah pembicaraan dengan korban dan keluarganya, ternyata hanya ada dua siswa kelas VIII yang diduga terlibat langsung dalam tindakan fisik tersebut,” ujar Sova Marwah.

Meski demikian, motif di balik penganiayaan ini mengarah pada tindakan kriminal pemerasan. Pendamping korban AI dari Operator Sistem Gender dan Anak (Opsiga) Komisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Sukabumi, Arum, mengungkapkan bahwa korban kerap dimintai uang secara paksa oleh para pelaku.

Berdasarkan pengakuan korban kepada pihak pendamping dan sekolah, AI tercatat pernah dimintai uang sebanyak tiga kali. Dalam dua kesempatan pertama, korban sempat memberikan uang masing-masing sebesar Rp2.000. Namun, pada permintaan ketiga, korban menolak memberikan uang.

“Akibat penolakan tersebut, korban ditendang dan mendapatkan perlakuan fisik lainnya dari para pelaku. Kami mendapatkan informasi bahwa pelaku yang menendang itu sering malak,” kata Arum. Kendati demikian, pihak pendamping menyatakan bahwa dugaan pemerasan ini masih memerlukan pendalaman serta konfirmasi lanjutan dari pihak sekolah dan instansi berwenang.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Kondisi fisik korban saat ini memprihatinkan. AI dilaporkan masih harus berbaring dan kesulitan menggerakkan kedua kakinya. Selain lutut kanan yang membengkak, bagian pinggang korban juga masih merasakan sakit yang luar biasa.

Medan geografis tempat tinggal korban yang cukup jauh dari jalan raya turut menjadi kendala tersendiri bagi keluarga saat hendak membawa korban berobat, di mana korban harus ditandu untuk mencapai kendaraan.

Setelah sempat menjalani rawat jalan, AI kembali mendapatkan perawatan intensif dan harus menjalani rawat inap di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sejak Senin (19/10/2026).

Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, menyampaikan bahwa pemeriksaan lanjutan menunjukkan adanya pembengkakan pada lutut kanan korban yang membatasi mobilitasnya. Tim dokter mencurigai adanya infeksi pada bagian sendi tulang lutut tersebut.

“Untuk memastikan dioperasi atau tidaknya, itu setelah ada hasil rontgen. Cuma dicurigai sudah ada infeksi karena pembengkakan di lututnya, tepatnya di dalam sendi tulang lutut,” jelas Irman pada Selasa (20/10/2026).

Sebelumnya, dokter RSUD Sekarwangi mendiagnosis pasien mengalami patah tulang tertutup (closed fracture) pada bagian paha atas di kedua kaki. Untuk menangani cedera tersebut, tim medis memasang pelvic binder—alat penyangga untuk menstabilkan area panggul—serta mengonsultasikan pasien dengan dokter spesialis fisioterapi guna merencanakan program pemulihan jangka panjang.

Kasus ini kini mendapat perhatian serius dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sukabumi bersama lembaga pendamping anak guna memastikan korban mendapatkan keadilan serta pemulihan medis yang optimal.(*)

Laporan: Awang

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga

Dorong Kesejahteraan Pengayuh Lansia, YGSN Serahkan Becak Listrik di Balai Kota Sukabumi

19 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Sejumlah warga dan aparat mencoba langsung unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan di Balai Kota Sukabumi, Minggu (18/10/2026).

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Perkebunan Ciemas Sukabumi

18 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Petugas Satreskrim Polres Sukabumi mengawal terduga pelaku pembunuhan wanita di Ciemas, RA, saat digiring menuju Mapolres Sukabumi, Minggu (18/10/2026). RA ditangkap petugas saat bersembunyi di saung perkebunan wilayah Desa Cibenda, Ciemas.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca