Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 4 Okt 2025 20:13 WIB

Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Bupati Sukabumi Asep Japar Komitmen Jaga Transparansi dan Kualitas APBD 2026


					Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/10/2025), Perbesar

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/10/2025),

JENTERANEWS.com — Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan komitmennya untuk menjamin transparansi, kedisiplinan waktu, dan kualitas perencanaan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Penegasan ini disampaikan saat Bupati menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sukabumi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD, Kamis (2/10/2025).

Di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Sukabumi, yang turut dihadiri Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Forkopimcam, serta tamu undangan, Bupati Asep Japar menyambut baik dan mengapresiasi seluruh saran serta masukan konstruktif dari tujuh fraksi, mulai dari Golkar, Gerindra, PKS, PDIP, PKB, Demokrat, hingga PPP.

Bupati menekankan bahwa masukan dari legislatif merupakan bagian krusial dalam penyempurnaan kebijakan anggaran agar APBD 2026 benar-benar berpihak kepada masyarakat dan sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kedisiplinan waktu, kualitas perencanaan, dan transparansi dalam penyusunan APBD. Anggaran harus benar-benar sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta sejalan dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Bupati.

Dalam upaya memperkuat kapasitas keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan mengambil langkah strategis. Bupati menyatakan pemerintah daerah akan terus mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah, memperkuat kebijakan fiskal, serta mencegah kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami telah menugaskan Bapenda bersama perangkat daerah terkait untuk melakukan inovasi agar target PAD 2026 lebih realistis dan melampaui capaian sebelumnya,” jelas Asep Japar.

Ia optimistis strategi penguatan pendapatan ini akan berhasil memperluas ruang fiskal yang diperlukan untuk membiayai pembangunan daerah secara lebih berkeadilan.

Terkait belanja daerah, Bupati menegaskan bahwa alokasi anggaran akan diprioritaskan pada pelayanan dasar, belanja wajib non-pelayanan dasar, dan belanja pilihan yang didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah akan memperketat evaluasi terhadap belanja perangkat daerah untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan sejalan dengan tugas pokok, indikator kinerja, serta mandatory spending, termasuk alokasi untuk sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan dana desa.

Bupati Asep Japar menutup jawabannya dengan keyakinan bahwa kualitas belanja daerah akan semakin baik, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi. Jawaban Bupati ini menjadi landasan untuk tahapan pembahasan Raperda APBD 2026 selanjutnya antara eksekutif dan legislatif.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.

BUMDes Sinarbentang Perluas Jaringan PAM Hingga ke Desa Tetangga

19 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Merespons Kebutuhan Warga, BPBD Sukabumi Distribusikan 10.000 Liter Air Bersih di Desa Lebaksari

18 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Petugas dari BPBD Kabupaten Sukabumi dan Babinsa TNI-AD bersatu padu mengisi jeriken-jeriken air milik warga yang antre di Desa Lebaksari, Parakansalak, pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi 155 Kepala Keluarga yang terdampak kesulitan pasokan air.

Tragedi Usai Perayaan Kemerdekaan: Dua Pemuda Sukabumi Jadi Korban Pembacokan OTK

18 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Polres Sukabumi Bongkar Sindikat Pengoplos Gas LPG Subsidi, Negara Dirugikan Rp49,7 Miliar

18 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.M. (tengah, memegang kertas) didampingi jajaran Satreskrim memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di Mapolres Sukabumi. Di depan meja terlihat barang bukti berupa ratusan tabung gas LPG ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg serta peralatan modifikasi yang digunakan tersangka untuk memindahkan isi gas subsidi ke tabung non-subsidi. Praktik pengoplosan ini diperkirakan merugikan negara mencapai Rp49,7 miliar.

Kebakaran Hebat Melanda 30 Hektare Lahan Jati di Warungkiara Sukabumi, Proses Pemadaman Terkendala Medan

18 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Sejumlah petugas dari tim penanggulangan bencana gabungan memantau sisa-sisa kebakaran di area bukit perkebunan jati, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi. Seperti yang terlihat pada fail IMG-20260818-WA0081.jpg, akses jalan tanah yang sempit serta medan perbukitan menjadi salah satu kendala utama bagi armada dan petugas dalam memadamkan api secara menyeluruh.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca