Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Sep 2026 22:22 WIB

Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan, JWI Sukabumi Raya Minta Disdik dan BKPSDM Tindak Tegas Oknum Guru

JENTERANEWS.com  — DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi Raya mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi untuk memberikan tindakan pembinaan serta evaluasi disiplin tegas terhadap seorang oknum guru SD Cadas Ngampar berinisial R. Langkah ini diambil menyusul adanya dugaan unggahan di media sosial yang dinilai merendahkan martabat insan pers.

Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, saat tim JWI Sukabumi Raya mendatangi SD Cadas Ngampar untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Kedatangan para jurnalis tersebut bertujuan melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait pelaksanaan program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026.

Meski komunikasi awal di lingkungan sekolah berlangsung kondusif dan mengedepankan prinsip tabayyun serta asas praduga tak bersalah, polemik mencuat beberapa saat setelah pertemuan usai. Tim JWI menerima laporan warga mengenai unggahan status WhatsApp milik oknum guru R yang menampilkan foto para jurnalis di lokasi sekolah disertai tulisan “laler hijau”. Unggahan tersebut dinilai memuat nada pelecehan terhadap profesi kewartawanan.

Saat dikonfirmasi langsung oleh pihak DPD JWI, oknum guru berinisial R mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf. Ia mengklaim unggahan tersebut dibuat secara spontan dan memohon agar permasalahan tersebut tidak diperpanjang.

Namun, Ketua DPD JWI Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, menegaskan bahwa permohonan maaf secara personal tidak serta-merta menghapus konsekuensi atas tindakan yang telah dilakukan di ruang publik digital.

“Bagi kami, persoalannya bukan lagi sekadar soal meminta maaf dan memaafkan. Kami melihat ada sebuah unggahan yang dinilai merendahkan profesi dan martabat insan pers. Karena itu, persoalan ini perlu ditempatkan secara proporsional dan diklarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Lutfi.

Hal senada disampaikan anggota JWI Sukabumi Raya, Herman Popay. Ia menegaskan bahwa kedatangan tim ke sekolah murni dalam kapasitas menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.

“Kritik atau ketidaknyamanan terhadap aktivitas wartawan adalah hal yang wajar, namun penyampaian sikap hendaknya tetap memperhatikan etika dan tidak merendahkan profesi maupun kehormatan pihak lain,” kata Herman.

Atas insiden tersebut, JWI mendorong Disdik dan BKPSDM Kabupaten Sukabumi untuk turun tangan melakukan pemeriksaan internal terkait potensi pelanggaran disiplin dan kode etik aparatur atau tenaga pendidik. Lutfi menekankan bahwa guru merupakan figur teladan masyarakat yang terikat oleh tanggung jawab moral, termasuk dalam penggunaan media sosial.

“Kebebasan berekspresi tentu memiliki batas ketika sebuah unggahan berpotensi merugikan atau menyerang kehormatan pihak lain. Guru tidak hanya dituntut mendidik di dalam kelas, tetapi juga memberikan contoh etika di tengah masyarakat,” tegas Lutfi.

JWI Sukabumi Raya menyatakan akan tetap mengawal persoalan ini sesuai mekanisme hukum dan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku, sekaligus menjadikan peristiwa ini sebagai momentum edukasi publik mengenai pentingnya bijak dalam bermedia sosial.(*)

 

Reporter: Oto Iskandar
Redaktur: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca