Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 10 Sep 2025 15:38 WIB

Istri Mantan PM Nepal Meninggal Akibat Kerusuhan Gen Z, Perdana Menteri Mundur


					Sejumlah demonstran bentrok dengan aparat keamanan di dekat kompleks Parlemen di Kathmandu. Kericuhan meluas setelah polisi melepaskan tembakan peluru tajam, gas air mata, dan peluru karet. Perbesar

Sejumlah demonstran bentrok dengan aparat keamanan di dekat kompleks Parlemen di Kathmandu. Kericuhan meluas setelah polisi melepaskan tembakan peluru tajam, gas air mata, dan peluru karet.

JENTERANEWS.com —Istri mantan Perdana Menteri Nepal, Jhalanath Khanal, Rabi Laxmi Chitrakar, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah akibat insiden pembakaran rumah mereka di Distrik Dailekh, Provinsi Karnali. Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang digerakkan oleh Generasi Z pada Selasa, 9 September 2025.

Menurut laporan dari Nepal Khabar Hub yang dikutip oleh India Today, keluarga Chitrakar sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kirtipur Burn Hospital dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Insiden ini merupakan bagian dari protes dua hari berturut-turut yang dipimpin oleh para pemuda Nepal. Demonstrasi meletus meskipun pemerintah sebelumnya telah mencabut larangan penggunaan media sosial. Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri KP Sharma Oli dan kabinetnya setelah dua orang tewas pada hari kedua aksi. Hingga berita ini ditulis, jumlah korban jiwa mencapai 22 orang, dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka.

Kerusuhan meluas hingga merusak sejumlah bangunan penting, termasuk kompleks administrasi pusat Singh Durbar di Kathmandu dan kediaman resmi Presiden Sheetal Niwas. Rumah Presiden Ram Chandra Paudel, kediaman Perdana Menteri Oli, serta kediaman mantan perdana menteri Pushpa Kamal Dahal “Prachanda” dan Sher Bahadur Deuba juga turut dibakar.

Di tengah eskalasi protes yang memburuk, Perdana Menteri KP Sharma Oli akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya. Konfirmasi tersebut datang dari ajudannya, Prakash Silwal. Dalam surat pengunduran diri, Oli menyatakan bahwa ia mundur “untuk memfasilitasi solusi atas krisis ini dan menyelesaikannya secara politis.”

Bentrokan antara polisi dan demonstran sebelumnya terjadi ketika polisi melepaskan tembakan peluru tajam, serta menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa yang didominasi anak muda.

Pada hari Senin, 8 September 2025, sejumlah demonstran dilaporkan berhasil menerobos barikade dan memasuki kompleks Parlemen di Kathmandu, ibu kota Nepal, menandai eskalasi awal dari kekacauan yang terjadi.(*)


Kor : Rudi

Redaktur: Mia


Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Wakil Bupati Sukabumi Hadiri Peringatan May Day Bersama DPC K Sarbumusi, Kedepankan Suasana Dialogis dan Kekeluargaan

1 Mei 2026 - 16:02 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (berdiri memegang mikrofon), tengah berdialog santai dengan para buruh yang tergabung dalam DPC K Sarbumusi Kabupaten Sukabumi pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Santa Sea Waterpark, Jumat (1/5/2026). Peringatan tahun ini diisi dengan kegiatan rekreasi untuk membangun sinergi yang harmonis.

Polres Sukabumi Kawal Ketat Keberangkatan 4.660 Buruh ke Monas pada Peringatan May Day 2026

1 Mei 2026 - 14:18 WIB

PENGAWALAN MAY DAY: Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, berbincang dengan perwakilan serikat buruh dari FSB KIKES KSBSI saat persiapan keberangkatan massa menuju Monas, Jakarta, di titik kumpul Exit Tol, Jumat (1/5/2026) dini hari.

Peringatan Hari Buruh Nasional 2026: DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Hak Pekerja dan Harmonisasi Hubungan Industrial

1 Mei 2026 - 13:31 WIB

Hujan Berintensitas Tinggi Picu Longsor di Nagrak, Jembatan Penghubung Antarkampung Terputus

1 Mei 2026 - 12:26 WIB

Kondisi tebing tanah yang longsor akibat guyuran hujan berintensitas tinggi di Kampung Lamping Cikolawing, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Longsoran tersebut menggerus fondasi jembatan sepanjang 15 meter hingga amblas dan memutus akses penghubung antarkampung. (Foto: Dok. P2BK Nagrak/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Seorang PNS di Gunungguruh Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Mengakhiri Hidup Akibat Depresi

30 April 2026 - 18:57 WIB

Buka Rakercab Pramuka 2026, Bupati Sukabumi Puji Dedikasi Kepanduan dalam Misi Kemanusiaan

30 April 2026 - 17:25 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) menerima dokumen dari Ketua Kwarcab H. Ade Suryaman pada pembukaan Rakercab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi 2026 di Warungkiara, Kamis (30/4/2026).
Trending di Sukabumi