Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 30 Apr 2026 18:57 WIB

Seorang PNS di Gunungguruh Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Mengakhiri Hidup Akibat Depresi


					Seorang PNS di Gunungguruh Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Mengakhiri Hidup Akibat Depresi Perbesar

JENTERANEWS.com – Warga Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Kamis (30/4/2026) dini hari. Seorang pria berinisial TN (43), yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, ditemukan meninggal dunia di kediamannya. Korban diduga kuat meninggal akibat mengakhiri hidupnya sendiri.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui pada pukul 03.00 WIB. Anak korban, AN (13), yang terbangun dari tidur dan hendak menuju kamar mandi, mendapati sang ayah telah dalam kondisi tak bernyawa. Korban ditemukan tergantung menggunakan tali tambang plastik berwarna hijau yang diikatkan pada kusen pintu kamar tidur.

Mendapati kejadian tersebut, saksi seketika berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu langsung mengundang perhatian warga sekitar yang kebetulan tengah melaksanakan kegiatan ronda malam. Warga kemudian bergegas memberikan bantuan dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib.

Menindaklanjuti laporan warga, aparat kepolisian segera meluncur ke lokasi kejadian. Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengonfirmasi adanya insiden tersebut dan memaparkan langkah-langkah yang diambil oleh petugas.

“Petugas dari Polsek Gunungguruh bersama tim Inafis Polres Sukabumi Kota langsung mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di sana, tim segera mengevakuasi korban yang masih dalam posisi tergantung serta menutup jenazah menggunakan kain sarung,” jelas Ipda Ade Ruli.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh kepolisian bersama tim medis, korban diketahui menggantung diri pada ketinggian sekitar dua meter. Dari serangkaian pemeriksaan luar, petugas memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya indikasi tindak kekerasan. Dugaan sementara yang kami himpun, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi yang dipicu oleh permasalahan keluarga,” terang Ade.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, korban diketahui memikul beban psikologis yang cukup berat. TN tercatat pernah mengalami kegagalan dalam berumah tangga hingga tiga kali. Selain tekanan psikologis tersebut, korban juga memiliki riwayat penyakit jantung yang diduga turut memperburuk kondisi emosionalnya sebelum mengambil keputusan fatal ini.

Meskipun pihak kepolisian telah menawarkan prosedur autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis, keluarga korban secara tegas menolak langkah tersebut. Pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi dan menyatakan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah.

Proses penanganan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Gunungguruh, Iptu Iwan Gunawan, bersama tim Inafis Polres Sukabumi Kota serta didampingi oleh aparat desa setempat. Usai proses evakuasi dan identifikasi dinyatakan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera disemayamkan dan dimakamkan.(*)


Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, jangan ragu untuk mencari bantuan. Segera hubungi psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat untuk mendapatkan pendampingan profesional.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

Baca Lainnya

Kebakaran Hebat Ludeskan Madrasah dan Asrama Santri Ponpes Nurul Iman di Sukabumi

17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Kondisi bangunan madrasah dan asrama santri (kobong) di Pondok Pesantren Nurul Iman, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang hangus terbakar pada Minggu (17/5/2026) sore. Tampak kobaran api masih menyala hebat dan menghanguskan sebagian besar struktur bangunan.

Pertamina Patra Niaga Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Guna Antisipasi Lonjakan Konsumsi Selama Libur Panjang

17 Mei 2026 - 17:48 WIB

Gelombang PHK Kerek Klaim BPJS Ketenagakerjaan, OJK Minta Industri Asuransi Perketat Manajemen Risiko

16 Mei 2026 - 22:00 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Sinergi MBG dan Koperasi Desa Mampu Bangkitkan Ekonomi Rakyat

16 Mei 2026 - 20:31 WIB

Presiden Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis menekan tombol peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk membangkitkan ekonomi rakyat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi desa. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Presiden Prabowo Resmikan KDKMP Nasional; Jajaran Kodim 0622 Sukabumi Turut Hadir Virtual

16 Mei 2026 - 20:14 WIB

Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo (tengah) memberikan keterangan pers kepada awak media di depan Koperasi Merah Putih Desa Cimanggu, Palabuhanratu, Sabtu (16/5/2026).

Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat, Bupati Sukabumi Resmikan Desa Wisata Tikukur di Sukajaya

16 Mei 2026 - 17:30 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) didampingi sejumlah tokoh dan pejabat, melakukan prosesi pemotongan pita janur kuning secara simbolis untuk menandai peresmian Desa Sukajaya sebagai Desa Wisata Tikukur di Bale Tikukur, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Sabtu (16/5/2026). Acara peresmian ini digelar bertepatan dengan Festival Seni Budaya Tikukur 2026 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.
Trending di Sukabumi