Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 23 Jan 2026 18:03 WIB

Geger Penemuan Mayat di Nagrak Sukabumi: Pria Tewas Diduga Tersengat Listrik, Polisi Temukan Sejumlah Perkakas


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

JENTERANEWS.com – Ketenangan warga Kampung Nyenang, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Jumat (23/1/2026) pagi. Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan tergeletak kaku di area persawahan dan perkebunan warga dalam posisi tengkurap.

Berdasarkan hasil identifikasi kepolisian, korban diduga kuat tewas akibat kecelakaan tersengat aliran listrik. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya luka bakar spesifik pada tubuh korban serta keberadaan kabel pompa air di lokasi kejadian.

Insiden bermula sekitar pukul 06.00 WIB, tak lama setelah waktu salat Subuh. Seorang warga setempat mengaku mendengar satu teriakan keras yang berasal dari arah kebun. Penasaran dengan suara tersebut, saksi mata melakukan penelusuran dan menemukan tubuh seorang pria yang sudah tidak bergerak.

Kepala Desa Kalaparea, Heri Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan berjenjang dari Ketua RT dan Kepala Dusun Kampung Nyenang.

“Awalnya ada informasi dari warga tentang orang yang terjatuh, tapi belum diyakinkan meninggal. Karena RT dan Kadus tidak berani memastikan, kami langsung berkoordinasi dengan Babinsa dan Polsek untuk pengecekan,” ungkap Heri di lokasi kejadian.

Setelah aparat kepolisian dari Polsek Nagrak tiba di lokasi atas instruksi Kapolsek, jasad korban segera dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Melalui proses investigasi yang cepat, identitas korban akhirnya terungkap. Korban diketahui berinisial B, seorang pria berusia sekitar 40 hingga 45 tahun yang berprofesi sebagai petani. Korban tercatat sebagai warga Kampung Cimande RT 02 RW 07, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak.

“Pihak desa telah menghubungi keluarga korban untuk datang ke rumah sakit guna memastikan identitas jenazah secara langsung,” tambah Heri.

Kapolsek Nagrak, AKP M Damar Gunawan, membenarkan bahwa saat pertama kali ditemukan, tidak ada kartu identitas yang melekat pada tubuh korban. Namun, berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan petunjuk kuat mengenai penyebab kematian.

AKP Damar mengungkapkan adanya luka bakar yang menghitam pada jari tangan korban, yang mengindikasikan kontak langsung dengan arus listrik tegangan tinggi.

“Diduga korban terkena aliran listrik setrum dari satu unit mesin pompa air (Sanyo). Ada luka di antara jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan berwarna hitam, diduga akibat aliran listrik. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka lain,” jelas AKP Damar.

Selain memastikan penyebab kematian, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di dalam tas selempang milik korban. Barang-barang tersebut berupa sebilah pisau, sebuah gunting, dan tiga buah obeng.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah masih berada di RSUD Sekarwangi untuk penanganan lebih lanjut sembari menunggu proses serah terima kepada pihak keluarga.(*)


Laporan: Awang


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 106 kali

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca