JENTERANEWS.com – Warga Kampung Lebaksiuh RT 15/05, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam kamar tidurnya pada Sabtu (21/3/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban diketahui bernama M. Agung Cahyono (47), seorang buruh harian lepas yang bermukim di alamat tersebut. Almarhum pertama kali ditemukan oleh sepupunya, Rudi Saepul Bahtiar, yang datang berkunjung sekitar pukul 07.30 WIB. Rudi dan putranya berniat bersilaturahmi sekaligus mengecek kondisi almarhum yang diketahui sedang sakit dan tinggal seorang diri setelah bercerai.
Karena panggilannya dari luar rumah tidak mendapat sahutan, Rudi yang merasa curiga kemudian mengintip melalui jendela kamar yang kacanya kebetulan terbuka. Di dalam, ia terkejut melihat korban sudah dalam posisi telungkup dengan kondisi tubuh yang membengkak. Menyadari korban telah tiada, Rudi segera menghubungi pihak keluarga lainnya dan aparat setempat.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, korban memang memiliki riwayat penyakit. Ketua RT setempat, Andry Nurmansah, menyebutkan bahwa pada 11 Maret 2026 lalu, almarhum sempat dilarikan ke RS Sekarwangi karena keluhan sakit pada organ jantung dan hati. Namun, pada 13 Maret, korban diketahui pulang dan meninggalkan rumah sakit secara sepihak.
Kondisi kesehatan korban diperkirakan terus menurun sejak saat itu. Beberapa tetangga dan keluarga bersaksi bahwa pada tanggal 18 dan 19 Maret, korban sempat mengeluhkan sesak napas berat dan meminta bantuan warga untuk dicarikan tabung oksigen, namun sayangnya stok di klinik dan bidan terdekat sedang kosong.
Petugas gabungan yang terdiri dari jajaran Polsek Parakansalak, Koramil, BPBD, TAGANA, aparat desa, serta tim medis dari Puskesmas Parakansalak segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Parakansalak, Wahyu Hidayat, dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Almarhum meninggal dunia murni dikarenakan sakit, dan dari kondisinya, diperkirakan almarhum sudah meninggal dunia sekitar dua hari yang lalu,” terang petugas medis dalam laporannya.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai takdir dari Sang Pencipta dan membuat surat penolakan autopsi. Usai dievakuasi, jenazah almarhum langsung disemayamkan dan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga yang lokasinya tak jauh dari rumah duka.(*)
Editor : Hamjah















