Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 9 Apr 2026 06:35 WIB

Tragedi Senja di Tegalbuleud: Pilu Nenek dan Cucu Korban Kecelakaan Terganjal Biaya dan Status BPJS


					Suryati (51), tampak terbaring lemah dengan perban di kepala akibat luka serius yang dideritanya pascakecelakaan tragis di kawasan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Perbesar

Suryati (51), tampak terbaring lemah dengan perban di kepala akibat luka serius yang dideritanya pascakecelakaan tragis di kawasan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

JENTERANEWS.com — Harapan untuk sembuh kini menjadi satu-satunya pegangan bagi Suryati (51) dan cucu balitanya yang baru berusia dua tahun. Warga Kampung Puncak Bungur RT 002/008, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi ini terpaksa merawat luka berat di rumah sederhana mereka akibat keterbatasan biaya pascakecelakaan tragis yang menimpa mereka pada akhir Maret lalu.

Beban fisik yang diderita keluarga ini semakin berat ketika dihadapkan pada realitas administrasi medis dan hasil mediasi yang dirasa jauh dari kata sepadan dengan kebutuhan pemulihan korban.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu sore, 25 Maret 2026, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Suryati dibonceng oleh putri perempuannya, Ratih (26), bersama sang cucu menggunakan sepeda motor Honda Beat menuju kawasan Muara Indah Cikaso.

Setibanya di jalan nasional Kampung Rancaerang, Desa Buniasih, petaka tidak dapat dihindari. Berdasarkan keterangan Ratih pada Rabu (8/4/2026), kecelakaan bermula ketika ia berupaya mendahului sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam. Pada saat yang bersamaan, sebuah ambulans melaju dari arah berlawanan.

“Pas mau melewati mobil itu, ibu saya kena mobil dan terjatuh bersama anak saya. Setelah berhenti, saya lihat mereka sudah berada di kolong mobil,” tutur Ratih mengenang detik-detik mencekam tersebut.

Warga setempat yang menjadi saksi mata langsung mengevakuasi ketiga korban ke Puskesmas Tegalbuleud, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Jampangkulon untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Kecelakaan tersebut meninggalkan cedera fisik yang sangat serius, terutama bagi dua generasi dalam keluarga tersebut:

  • Suryati (51): Mengalami luka parah di bagian kepala yang membutuhkan 12 jahitan, cedera serius pada tangan, dan patah tulang pinggul yang membuatnya lumpuh total dari aktivitas sehari-hari.

  • Cucu Balita (2 Tahun): Mengalami patah tulang pada kaki kanan dan tangan kiri. Meskipun menunjukkan progres perbaikan, balita malang ini belum dapat berjalan atau beraktivitas normal layaknya anak seusianya.

Pihak RSUD Jampangkulon telah merekomendasikan rujukan lanjutan ke fasilitas kesehatan di Kota Sukabumi agar Suryati mendapatkan penanganan ortopedi dan saraf yang lebih intensif. Namun, rekomendasi medis ini terbentur tembok tebal bernama biaya.

Di tengah kondisi kritis, pihak keluarga juga harus menelan pil pahit terkait pertanggungjawaban pihak yang terlibat kecelakaan. Perwakilan keluarga korban, Abdul Rohmat, memaparkan bahwa proses mediasi dengan pemilik mobil Avanza berujung pada kesepakatan damai di Polsek Tegalbuleud yang secara finansial sangat tidak memadai untuk menutupi biaya pengobatan.

“Kami menerima uang Rp400 ribu saat di puskesmas dan Rp300 ribu saat mediasi. Total Rp700 ribu, dan dianggap selesai. Bahkan saya yang menandatangani, dengan alasan mobil tidak salah,” ungkap Abdul Rohmat.

Bantuan dari pemerintah desa setempat sebenarnya sudah diupayakan. Kepala Desa Tegalbuleud, Ramdan Arip Firmansyah, menyatakan bahwa pihak desa telah membantu menanggung biaya perawatan awal di Puskesmas dan RSUD Jampangkulon. Namun, upaya rujukan ke rumah sakit di Kota Sukabumi terhalang oleh status keanggotaan BPJS Kesehatan milik Suryati yang sedang dalam masa tunggu.

“Korban memang harus dirujuk. Kami sudah memfasilitasi semampunya, termasuk pengurusan BPJS. Tapi memang baru aktif tanggal 1 Mei 2026,” jelas Ramdan.

Kini, dengan uang kompensasi yang telah habis dan BPJS yang baru akan aktif beberapa pekan ke depan, keluarga tidak memiliki opsi selain membawa Suryati pulang. Di rumah sederhana mereka, nenek dan cucu tersebut berbaring berdampingan, menahan rasa sakit sambil menunggu keajaiban.

Bagi keluarga Suryati, kesembuhan kini bukan sekadar keinginan, melainkan satu-satunya harapan untuk menyambung hidup. Mereka menanti uluran tangan dan berlakunya perlindungan kesehatan agar sang nenek dapat kembali bangkit, dan cucu balitanya dapat kembali berlari menyongsong masa depan tanpa bayang-bayang trauma senja berdarah di Tegalbuleud.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca