Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 20 Jun 2026 11:34 WIB

Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Pemkab Sukabumi Lindungi 417 Pekerja Rentan Melalui BPJS Ketenagakerjaan dari Dana DBHCHT


					(Pelabuhanratu, Sukabumi) – Bupati Sukabumi H. Asep Japar (dua dari kiri) secara simbolis menyerahkan plakat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 417 pekerja rentan kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Alpian (tiga dari kiri). Penyerahan yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) TA 2026 ini disaksikan oleh Wakil Bupati, Sekda, dan pejabat lainnya dalam Rapat Dinas Bulan Juni 2026 yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/6/2026). Perbesar

(Pelabuhanratu, Sukabumi) – Bupati Sukabumi H. Asep Japar (dua dari kiri) secara simbolis menyerahkan plakat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 417 pekerja rentan kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Alpian (tiga dari kiri). Penyerahan yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) TA 2026 ini disaksikan oleh Wakil Bupati, Sekda, dan pejabat lainnya dalam Rapat Dinas Bulan Juni 2026 yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/6/2026).

JENTERANEWS.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat jaring pengaman dan perlindungan sosial bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026, Pemkab Sukabumi resmi memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan di wilayahnya.

Komitmen tersebut direalisasikan melalui penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada 417 pekerja rentan oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar. Prosesi ini dilangsungkan di sela-sela agenda Rapat Dinas Bulan Juni 2026 bertempat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/6/2026).

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Sekretaris Daerah Ade Suryaman, para kepala perangkat daerah, staf ahli, asisten daerah, kepala bagian, hingga seluruh camat se-Kabupaten Sukabumi.

Sebanyak 417 penerima manfaat dari program ini merupakan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pekerjaan informal. Mereka terdiri dari petani, nelayan, pedagang kecil, pelaku UMKM, pengemudi ojek daring, hingga buruh harian lepas. Kelompok ini dinilai memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi, namun mayoritas belum tersentuh jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui pendanaan DBHCHT, ratusan pekerja tersebut kini resmi terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan terhitung sejak periode Juni hingga Desember 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa perlindungan sosial adalah instrumen vital untuk menjaga stabilitas kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadi penggerak roda perekonomian akar rumput.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat, khususnya pekerja rentan. Kami ingin memastikan bahwa para pekerja yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya memperoleh perlindungan yang layak apabila menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun musibah kematian,” tegas Bupati Asep Japar.

Lebih lanjut, Bupati menilai program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kebijakan ini merupakan strategi daerah yang inklusif untuk menekan angka kemiskinan ekstrem dan mencegah munculnya keluarga miskin baru akibat hilangnya tulang punggung keluarga.

Para pekerja rentan yang terdaftar berhak atas dua program utama, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Berdasarkan ketentuan, fasilitas yang didapatkan meliputi:

  • Pelayanan kesehatan akibat kecelakaan kerja tanpa batas biaya (sesuai indikasi medis).

  • Santunan kematian yang diberikan kepada ahli waris.

  • Santunan berkala dan biaya pemakaman.

  • Beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang ditinggalkan, sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Langkah proaktif Pemkab Sukabumi ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Alpian. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini adalah representasi nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat pekerja.

“Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi para pekerja yang selama ini belum memiliki perlindungan. Dengan adanya dukungan Pemkab Sukabumi, sebanyak 417 pekerja rentan kini memiliki penyangga ekonomi keluarga agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan baru saat terjadi risiko tak terduga,” ujar Alpian.

Alpian berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dapat terus diperkuat untuk mengakselerasi terwujudnya Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di Kabupaten Sukabumi.

Ke depannya, Pemkab Sukabumi dan BPJS Ketenagakerjaan telah merancang perluasan cakupan perlindungan pekerja rentan melalui berbagai instrumen pembiayaan lainnya, mulai dari optimalisasi APBD, kelanjutan DBHCHT, pemanfaatan dana desa, hingga sinergi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Kabupaten Sukabumi.(*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).

Tragedi Muara Pasir Putih: Satu Wisatawan Ditemukan Tewas, Tim SAR Perluas Area Pencarian

20 Juni 2026 - 13:38 WIB

Pantauan udara memperlihatkan aktivitas Tim SAR gabungan yang tengah mendaratkan perahu karet LCR (Landing Craft Rubber) di bibir pantai pesisir Muara Sungai Pasir Putih, Kawasan Konservasi Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (20/6). Tampak personel Basarnas bersama unsur aparat dan warga setempat berkerumun di sekitar perahu seusai mengevakuasi jasad korban Ahmad Efendi (36) dan tengah bersiaga untuk melanjutkan operasi pencarian satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang terseret arus.

Petaka Liburan di Muara Cipanarikan: Ayah Ditemukan Tewas Terseret Ombak, Sang Anak Masih Misteri

20 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tim gabungan memindahkan kantong jenazah Ahmad Efendi (36), wisatawan asal Bogor yang ditemukan tewas setelah terseret arus, dari perahu karet di Pantai Pasir Putih, Sukabumi, pada Sabtu (20/6/2026) pagi.

Tak Tunggu Program Rutilahu: Warga dan Forkopimcam Purabaya Swadaya Bangun Rumah Mak Mimin

19 Juni 2026 - 19:21 WIB

Anggota TNI dari Posramil Purabaya turun langsung membaur bersama unsur masyarakat dan relawan saat membongkar dan membersihkan lahan bekas gubuk reyot milik Mak Mimin di Kampung Cinangka, Desa Cimerang, Jumat (19/6/2026).

Truk Box Tertabrak KA Pangrango di Cibadak Sukabumi, Dua Warga Turut Menjadi Korban

19 Juni 2026 - 18:49 WIB

Warga dan petugas mengevakuasi area perlintasan sebidang setelah truk box bernomor polisi F 8364 TE tertabrak Kereta Api Pangrango di Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jumat (19/6/2026). Truk terpental dan menyambar seorang pengendara motor serta warga lainnya.

BAPENDA GANDENG APARATUR KECAMATAN UNTUK OPTIMALKAN PAD KABUPATEN SUKABUMI

18 Juni 2026 - 15:50 WIB

Bupati Sukabumi Asep Japar memberikan arahan dalam rapat koordinasi pemetaan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersama jajaran aparatur kewilayahan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/6/2026).
Trending di Sukabumi