JENTERANEWS.com — Harapan keluarga untuk menemukan korban tenggelam di pesisir selatan Sukabumi perlahan menemui titik terang. Tim gabungan Search and Rescue (SAR) berhasil menemukan jasad Ahmad Efendi (36), satu dari dua wisatawan yang dilaporkan hilang tergulung ombak di Muara Sungai Pasir Putih, Kawasan Konservasi Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (20/6) pagi, menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga, sementara pencarian terhadap satu korban lainnya masih terus dilakukan.
Upaya pencarian yang dilanjutkan sejak fajar membuahkan hasil sekitar pukul 08.40 WIB. Jasad Ahmad Efendi ditemukan mengambang tidak jauh dari lokasi pertama kali ia dilaporkan tenggelam.
“Korban kami temukan pagi ini dalam posisi telungkup terapung di perairan, pada radius 200 meter dari lokasi kejadian. Selanjutnya, korban dievakuasi dan langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, Sabtu (20/6).
Meski satu korban telah dievakuasi, operasi kemanusiaan ini belum usai. Puluhan personel SAR gabungan kini memfokuskan pencarian terhadap korban kedua, yakni seorang anak berusia 12 tahun bernama Tobi Efendi.
Untuk memaksimalkan peluang penemuan, komando SAR gabungan memutuskan untuk memperluas area penyisiran dengan menerapkan tiga strategi utama:
-
Penyisiran Laut: Mengerahkan perahu karet LCR (Landing Craft Rubber) untuk menyisir perairan hingga sejauh 2 Nautical Mile (Nm) dari titik kejadian.
-
Penyisiran Darat: Tim darat bergerak menyusuri garis pantai sejauh 2 kilometer ke arah barat dan 2 kilometer ke arah timur.
-
Pemantauan Udara: Mengudara menggunakan drone guna memantau area pesisir secara visual dari ketinggian hingga radius 200 meter.
Medan pesisir selatan yang terkenal dengan ombak dan arusnya yang kuat membuat tim harus ekstra waspada. Dalam operasi ini, puluhan personel dari berbagai elemen disiagakan, menunjukkan sinergi yang kuat antarinstansi dan masyarakat.
Unsur yang terlibat meliputi Pos SAR Sukabumi, Satpolair Polres Sukabumi, Pos TNI AL Ujung Genteng, P2BK BPBD Kabupaten Sukabumi, Pramuka SAKA SAR, Balawista, serta dukungan penuh dari relawan Jampang Peduli, Komunitas Sehati, nelayan Ujung Genteng, dan perangkat desa setempat.
Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat (19/6) sore, sekitar pukul 16.25 WIB. Saat itu, Ahmad Efendi dan Tobi Efendi tengah asyik berenang di kawasan Muara Sungai Pasir Putih.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kegembiraan tersebut berubah menjadi kepanikan ketika keduanya diduga mengalami kesulitan di dalam air akibat terseret arus bawah yang kuat. Kedua korban sempat terlihat meronta dan berteriak meminta pertolongan, namun nahas, derasnya arus lebih cepat menggulung tubuh mereka sebelum bantuan tiba.
Pihak berwenang kembali mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh wisatawan agar mematuhi rambu batas aman berenang dan selalu waspada terhadap perubahan arus ombak laut selatan yang kerap memakan korban.(*Aris Jampang*)















