JENTERANEWS.com – Peristiwa kebakaran melanda sebuah rumah tinggal milik warga di Kampung Johor, RT 02/RW 13, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (26/6/2026) siang. Kendati tidak memakan korban jiwa, insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ini sempat memicu kepanikan warga setempat.
Menurut laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi yang dihimpun melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, kobaran api diketahui pertama kali muncul dari bagian bawah depan jendela rumah milik Ibu Elim Halimah.
Melihat kobaran api yang mulai membesar, warga sekitar langsung bergotong-royong melakukan upaya pemadaman secara swadaya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Aksi tanggap juga ditunjukkan oleh karyawan PT Japfa yang berada di sekitar lokasi, yang ikut membantu menjinakkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Petugas Pemadam Kebakaran dari Posko V Cibadak yang tiba di lokasi sempat mengalami kendala teknis. Mobil armada pemadam tidak dapat menjangkau titik api lantaran akses jalan menuju lokasi kejadian yang terlalu sempit.
“Mobil pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran karena akses menuju lokasi yang sempit. Personel Damkar kemudian menyiasatinya dengan melakukan pemadaman menggunakan mesin alkon (pompa air portabel),” tulis laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi.
Berkat sinergi yang solid antara warga, karyawan PT Japfa, dan personel Damkar Kecamatan Cibadak, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga api tidak sempat meluas ke bangunan di sekitarnya. Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan dalam kondisi mendung dan warga masih bergotong-royong melakukan proses pendinginan serta evakuasi material bangunan yang terbakar.
Akibat insiden ini, satu kepala keluarga (KK) yang terdiri dari dua jiwa kehilangan tempat tinggal dan kini terancam telantar. Beruntung, dilaporkan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara itu, mengenai penyebab pasti kebakaran serta total kerugian materiil yang dialami korban hingga saat ini masih dalam proses kajian dan pendataan oleh pihak terkait.
Pasca-kejadian, P2BK Cibadak segera melakukan koordinasi dengan jajaran Pemerintah Desa Pamuruyan, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Relawan Bareta, dan warga setempat untuk melakukan assessment (penilaian dampak bencana) di lokasi.
Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan oleh korban saat ini meliputi:
-
Terpal penutup
-
Bahan material bangunan
-
Bantuan logistik pangan
Pemerintah desa beserta unsur unsur terkait seperti Kepala Desa Pamuruyan, Satgas Linmas, dan relawan kemanusiaan dipastikan telah berada di lokasi guna mengawal penanganan pascabencana agar bantuan dapat segera disalurkan.(*)















