Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 23 Jun 2026 11:52 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak


					Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026). Perbesar

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

JENTERANEWS.com – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Sukabumi menilai kemandirian fiskal daerah saat ini masih belum kuat. Guna mengatasi tantangan tersebut, pemerintah daerah didorong untuk melakukan langkah reformasi serius, terutama melalui percepatan digitalisasi pada sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah.

Pandangan umum tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-6 DPRD Kabupaten Sukabumi yang digelar di Ruang Sidang Utama, Palabuhanratu, Senin (22/6/2026). Agenda rapat paripurna kali ini berfokus pada pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Dalam forum tertinggi legislatif tersebut, pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan oleh Sekretaris Fraksi, Loka Tresnajaya, diawali dengan pemberian apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Golkar memuji capaian kinerja keuangan pemda yang kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk yang ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Selain itu, Fraksi Golkar menilai penyampaian Raperda Pertanggungjawaban APBD oleh eksekutif telah memenuhi aspek legalitas formal dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Meskipun memberikan apresiasi, Fraksi Golkar memberikan catatan kritis dan evaluasi mendalam terkait struktur pendapatan daerah yang dinilai masih mengalami ketimpangan. Hingga saat ini, postur APBD Kabupaten Sukabumi masih didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat.

Berdasarkan data realisasi APBD Tahun Anggaran 2025:

  • Pendapatan Asli Daerah (PAD): Tercatat mencapai Rp905,74 miliar atau sebesar 101,96 persen dari target yang ditetapkan. Namun, kontribusinya terhadap total pendapatan daerah hanya berkisar 19,27 persen.

  • Pendapatan Transfer Pusat: Mencapai angka Rp3,78 triliun, yang menjadi penyokong utama pembiayaan daerah.

“Kondisi ini menunjukkan tingkat kemandirian fiskal Kabupaten Sukabumi masih berada di bawah 25 persen. Ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat terpantau masih sangat tinggi,” ungkap Loka Tresnajaya saat membacakan interpelasi fraksi.

Sebagai solusi konkret dalam menggenjot target PAD dan memperkuat kemandirian fiskal, Fraksi Golkar mendesak pemda untuk segera mengimplementasikan Smart Tax System melalui digitalisasi menyeluruh.

Terdapat beberapa poin reformasi digital yang diusulkan oleh Fraksi Golkar, antara lain:

  1. Penguatan Digital Revenue Government untuk transparansi tata kelola keuangan.

  2. Optimalisasi alat perekam transaksi (tapping box) dan perluasan QRIS guna meminimalisasi kebocoran potensi retribusi.

  3. Pengembangan pemetaan berbasis Geographic Information System (GIS) untuk mendata seluruh objek pajak potensial, mulai dari PBB, BPHTB, sektor pariwisata, pertambangan, hingga komoditas sarang burung walet.

  4. Pengaktifan kembali Tax Command Center sebagai pusat pemantauan (monitoring) realisasi PAD secara langsung (real-time).

Beralih ke postur belanja, Fraksi Golkar mencatat adanya dominasi yang timpang pada komponen Belanja Operasional. Pada APBD 2025, Belanja Operasional menyerap anggaran sebesar Rp3,43 triliun atau sekitar 75,37 persen dari total belanja. Terkait hal ini, Golkar memberikan peringatan keras agar alokasi yang besar tersebut benar-benar diwujudkan dalam bentuk peningkatan mutu pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebaliknya, porsi Belanja Modal tercatat masih sangat minim, yakni hanya mencapai 8,91 persen atau sebesar Rp405,5 miliar.

“Porsi belanja modal ini harus ditingkatkan secara bertahap pada tahun-tahun anggaran berikutnya hingga mencapai angka ideal 15 sampai 20 persen. Hal ini penting guna memperkuat pembangunan infrastruktur dan menstimulus pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Loka.

Mengenai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun 2025 yang berada di angka Rp169,72 miliar atau sekitar 3,58 persen dari total belanja daerah, Fraksi Golkar menilainya masih dalam batas wajar dan mencerminkan adanya efisiensi anggaran di tingkat OPD. Kendati demikian, Golkar mengingatkan agar SILPA tersebut diproyeksikan secara optimal untuk mendukung pembiayaan APBD Tahun Anggaran 2026, dengan skala prioritas pada sektor pelayanan dasar masyarakat.

Menutup pandangan umumnya, Fraksi Golkar meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI demi penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).

Fraksi Golkar juga menegaskan komitmen politisnya untuk mengawal seluruh tahapan pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 ini hingga tuntas, sesuai dengan lini masa dan mekanisme bamus yang telah dijadwalkan oleh DPRD Kabupaten Sukabumi.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca