Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 24 Jun 2026 13:18 WIB

Lautan Massa di Sukabumi: Petani hingga Relawan Bersatu Tolak Moratorium Program MBG


					Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Perbesar

Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

JENTERANEWS.com – Ribuan massa yang menamakan diri sebagai “Pejuang Gizi” menggelar aksi damai besar-besaran di Kota Sukabumi pada Rabu (24/6/2026). Aksi ini disuarakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan moratorium serta komitmen tegas untuk mengawal keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program krusial yang dinilai menjadi pilar utama dalam mencetak generasi emas Indonesia.

Massa yang diperkirakan mencapai 5.000 orang ini terdiri dari berbagai elemen strategis, mulai dari petani lokal, supplier bahan pangan, relawan MBG, hingga unsur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dari Senam Pagi hingga Long March Konstruktif

Aksi damai terus berlanjut dengan pergerakan massa menuju Kantor DPRD Kota Sukabumi. Antusiasme peserta aksi terlihat jelas dari raut wajah mereka yang penuh semangat. Berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan tuntutan untuk melanjutkan Program MBG dan menolak kebijakan moratorium turut dibawa oleh massa aksi, mencerminkan besarnya harapan masyarakat akan keberlanjutan program yang dinilai sangat bermanfaat ini.

Aksi damai terus berlanjut dengan pergerakan massa menuju Kantor DPRD Kota Sukabumi. Antusiasme peserta aksi terlihat jelas dari raut wajah mereka yang penuh semangat. Berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan tuntutan untuk melanjutkan Program MBG dan menolak kebijakan moratorium turut dibawa oleh massa aksi, mencerminkan besarnya harapan masyarakat akan keberlanjutan program yang dinilai sangat bermanfaat ini.

Aksi dimulai sejak pagi hari dengan titik kumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Sebelum melakukan orasi, massa terlebih dahulu menggelar kegiatan senam pagi dan istigasah bersama, menciptakan atmosfer aksi yang positif dan religius.

Setelah itu, massa melakukan long march menuju Kantor DPRD Kota Sukabumi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Sepanjang jalur pergerakan, panitia aksi secara konsisten mengimbau para peserta untuk:

  • Menjaga kebersihan area kegiatan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

  • Tetap tertib dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

  • Merawat fasilitas umum dan menghindari segala bentuk tindakan anarkis.

MBG: Janji Politik dan Fondasi Indonesia Emas 2045

Koordinator aksi, Yandra Utama Santosa, menyatakan bahwa Program MBG bukan sekadar program bantuan sosial biasa, melainkan investasi jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi peningkatan gizi masyarakat dan masa depan generasi bangsa.

“Program MBG harus tetap dilanjutkan karena sudah menjadi janji politik Presiden dan Wakil Presiden. Kita bersama-sama mendukung program ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Yandra.

Menurutnya, roda ekonomi daerah dari hulu ke hilir—khususnya petani dan supplier lokal—sangat terbantu dengan adanya ekosistem program ini. Yandra juga bersyukur karena aksi penyampaian pendapat di ruang publik ini berjalan lancar berkat antusiasme tinggi dari masyarakat yang peduli terhadap isu ketahanan gizi.

Aspirasi Diterima Resmi oleh DPRD

Koordinator aksi damai "Pejuang Gizi", Yandra Utama Santosa, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela aksi. Beliau menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi generasi masa depan bangsa dan mendesak agar kebijakan moratorium segera ditinjau kembali. Dukungan yang mengalir dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani hingga relawan, menunjukkan betapa berartinya program ini bagi mereka.

Koordinator aksi damai “Pejuang Gizi”, Yandra Utama Santosa, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela aksi. Beliau menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi generasi masa depan bangsa dan mendesak agar kebijakan moratorium segera ditinjau kembali. Dukungan yang mengalir dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani hingga relawan, menunjukkan betapa berartinya program ini bagi mereka.

Aksi berjalan dengan sangat aman dan kondusif di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Setibanya di gedung parlemen, perwakilan dari massa Pejuang Gizi langsung diterima dengan baik oleh anggota DPRD Kota Sukabumi.

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan menyerahkan poin-poin tuntutan agar kebijakan moratorium segera ditinjau ulang, serta mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk terus memperkuat regulasi pemenuhan gizi nasional melalui program MBG.

Masyarakat berharap, melalui aksi damai yang masif ini, suara dari akar rumput dapat menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis ke depan demi perbaikan gizi masyarakat yang berkelanjutan.(*)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Sekda Sukabumi Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan Publik

23 Juni 2026 - 12:15 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi Sinkronisasi dan Inovasi (AUDISI) di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu Bermodus Dilempar dalam Bakso

23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total

22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).

Tragedi Muara Pasir Putih: Satu Wisatawan Ditemukan Tewas, Tim SAR Perluas Area Pencarian

20 Juni 2026 - 13:38 WIB

Pantauan udara memperlihatkan aktivitas Tim SAR gabungan yang tengah mendaratkan perahu karet LCR (Landing Craft Rubber) di bibir pantai pesisir Muara Sungai Pasir Putih, Kawasan Konservasi Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (20/6). Tampak personel Basarnas bersama unsur aparat dan warga setempat berkerumun di sekitar perahu seusai mengevakuasi jasad korban Ahmad Efendi (36) dan tengah bersiaga untuk melanjutkan operasi pencarian satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang terseret arus.
Trending di Sukabumi