JENTERANEWS.com – Ribuan massa yang menamakan diri sebagai “Pejuang Gizi” menggelar aksi damai besar-besaran di Kota Sukabumi pada Rabu (24/6/2026). Aksi ini disuarakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan moratorium serta komitmen tegas untuk mengawal keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program krusial yang dinilai menjadi pilar utama dalam mencetak generasi emas Indonesia.
Massa yang diperkirakan mencapai 5.000 orang ini terdiri dari berbagai elemen strategis, mulai dari petani lokal, supplier bahan pangan, relawan MBG, hingga unsur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dari Senam Pagi hingga Long March Konstruktif

Aksi damai terus berlanjut dengan pergerakan massa menuju Kantor DPRD Kota Sukabumi. Antusiasme peserta aksi terlihat jelas dari raut wajah mereka yang penuh semangat. Berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan tuntutan untuk melanjutkan Program MBG dan menolak kebijakan moratorium turut dibawa oleh massa aksi, mencerminkan besarnya harapan masyarakat akan keberlanjutan program yang dinilai sangat bermanfaat ini.
Aksi dimulai sejak pagi hari dengan titik kumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Sebelum melakukan orasi, massa terlebih dahulu menggelar kegiatan senam pagi dan istigasah bersama, menciptakan atmosfer aksi yang positif dan religius.
Setelah itu, massa melakukan long march menuju Kantor DPRD Kota Sukabumi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Sepanjang jalur pergerakan, panitia aksi secara konsisten mengimbau para peserta untuk:
-
Menjaga kebersihan area kegiatan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
-
Tetap tertib dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.
-
Merawat fasilitas umum dan menghindari segala bentuk tindakan anarkis.
MBG: Janji Politik dan Fondasi Indonesia Emas 2045
Koordinator aksi, Yandra Utama Santosa, menyatakan bahwa Program MBG bukan sekadar program bantuan sosial biasa, melainkan investasi jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi peningkatan gizi masyarakat dan masa depan generasi bangsa.
“Program MBG harus tetap dilanjutkan karena sudah menjadi janji politik Presiden dan Wakil Presiden. Kita bersama-sama mendukung program ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Yandra.
Menurutnya, roda ekonomi daerah dari hulu ke hilir—khususnya petani dan supplier lokal—sangat terbantu dengan adanya ekosistem program ini. Yandra juga bersyukur karena aksi penyampaian pendapat di ruang publik ini berjalan lancar berkat antusiasme tinggi dari masyarakat yang peduli terhadap isu ketahanan gizi.
Aspirasi Diterima Resmi oleh DPRD

Koordinator aksi damai “Pejuang Gizi”, Yandra Utama Santosa, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela aksi. Beliau menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi generasi masa depan bangsa dan mendesak agar kebijakan moratorium segera ditinjau kembali. Dukungan yang mengalir dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani hingga relawan, menunjukkan betapa berartinya program ini bagi mereka.
Aksi berjalan dengan sangat aman dan kondusif di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Setibanya di gedung parlemen, perwakilan dari massa Pejuang Gizi langsung diterima dengan baik oleh anggota DPRD Kota Sukabumi.
Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan menyerahkan poin-poin tuntutan agar kebijakan moratorium segera ditinjau ulang, serta mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk terus memperkuat regulasi pemenuhan gizi nasional melalui program MBG.
Masyarakat berharap, melalui aksi damai yang masif ini, suara dari akar rumput dapat menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis ke depan demi perbaikan gizi masyarakat yang berkelanjutan.(*)















