Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Jun 2026 19:35 WIB

Mayat Tanpa Identitas Membusuk di Hutan Ciambar Sukabumi, Dimakamkan di Lokasi Temuan


					Sesosok jasad ditemukan membusuk di kawasan hutan Desa Ginanjar, Sukabumi. Perbesar

Sesosok jasad ditemukan membusuk di kawasan hutan Desa Ginanjar, Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Suasana tenang di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berubah mencekam setelah sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan membusuk. Jasad tersebut ditemukan tepat di pinggir aliran sungai, Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (27/6/2026).

Penemuan ini bermula dari pengalaman dramatis dua orang remaja yang sedang memancing di sekitar lokasi pada Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WIB. Saat sedang asyik memancing, keheningan hutan tiba-tiba dipecah oleh suara menyerupai orang berdehem atau mendengkur yang berasal dari balik semak-semak.

Didorong rasa penasaran dan mengira ada seseorang yang membutuhkan pertolongan, kedua remaja tersebut memberanikan diri mendekati sumber suara. Namun, alih-alih menemukan orang yang membutuhkan bantuan, mereka justru dikejutkan dengan sesosok tubuh pria yang sudah membujur kaku. Terpukul rasa takut, kedua remaja tersebut langsung melarikan diri dan meninggalkan lokasi.

Ketua RT 02/07 Kampung Lembur Pasir, Desa Ginanjar, Judin, mengonfirmasi bahwa informasi mengenai penemuan mayat tersebut baru sampai kepadanya pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB melalui Ketua RT di wilayah Cicukir.

“Anak-anak sedang memancing. Pas ada suara berdehem, dilihat ternyata mayat. Mereka langsung kabur. Ke saya laporannya baru malam sekitar jam sembilan,” ujar Judin saat dimintai keterangan pada Senin (29/6/2026).

Lantaran posisi Judin saat itu sedang berada di Palabuhanratu untuk menjenguk kerabat yang sakit, ia meminta keponakannya untuk memastikan kebenaran informasi tersebut pada keesokan harinya.

Pada Minggu (28/6/2026), keponakan Judin mendatangi lokasi kejadian dan memastikan bahwa objek tersebut memang jenazah manusia yang kondisinya sudah mulai membengkak. Laporan itu segera diteruskan ke pemerintah desa setempat, yang kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan unsur terkait.

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan awal dan meminta keterangan dari Judin pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Proses evakuasi dan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) baru dapat dilaksanakan pada Senin pagi. Tim gabungan yang terdiri dari aparat desa, kecamatan, kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tenaga kesehatan dari puskesmas setempat berangkat sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka harus berjalan kaki selama dua jam menembus medan terjal hutan TNGGP sebelum akhirnya tiba di lokasi penemuan yang berada sekitar tiga meter dari aliran sungai kaki Gunung Gede Pangrango.

Saat petugas tiba di lokasi pada Senin siang, kondisi jenazah dilaporkan telah mengalami pembusukan yang sangat parah jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

“Baunya sangat menyengat. Dari jarak sekitar sepuluh meter saja sudah tidak kuat meski memakai masker. Sudah banyak belatung dan kondisi tubuhnya juga berubah,” ungkap Judin.

Mengingat kondisi jasad yang sudah rusak serta ekstremnya medan yang mempersulit proses evakuasi keluar hutan, hasil musyawarah bersama di lokasi memutuskan untuk langsung memakamkan korban di sekitar tempat penemuan. Proses pemakaman dilakukan secara bergotong-royong oleh tim gabungan dan warga setempat.

Berdasarkan hasil pengamatan fisik di lapangan, korban diperkirakan berjenis kelamin laki-laki dan berusia sekitar 55 tahun. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan kaus berwarna abu-abu tanpa celana panjang. Petugas juga tidak menemukan adanya tas, dompet, maupun dokumen identitas apa pun di sekitar lokasi kejadian.

Kendati demikian, penemuan ini mengaitkan ingatan warga pada peristiwa beberapa minggu sebelumnya. Warga sempat melaporkan adanya seorang pria paruh baya yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) mondar-mandir di kawasan hutan tersebut. Namun, pria itu menghilang saat hendak dicari.

“Kalau ciri-cirinya memang mengarah ke orang yang sempat dilaporkan warga. Waktu dicek hari Minggu wajahnya masih terlihat keriput dan berjenggot cukup panjang. Tapi saat hari ini kondisinya sudah menghitam karena proses pembusukan,” tambah Judin.

Judin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga Desa Ginanjar yang dilaporkan hilang dalam beberapa pekan terakhir. Oleh karena itu, muncul dugaan kuat bahwa korban merupakan warga dari luar daerah.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas resmi korban serta memastikan penyebab utama kematian pria malang tersebut.

[Awang]

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Balita Dua Tahun di Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Sumur Warga

29 Juni 2026 - 19:19 WIB

Petugas dari Polsek Ciracap dan sejumlah warga memeriksa lokasi kejadian, yakni sumur yang ditutupi batu besar, tempat di mana balita GA ditemukan meninggal dunia. Kejadian naas ini berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) di Kampung Cadas Ngampar, Sukabumi.

Kebakaran di Nyalindung Sukabumi, Rumah Panggung Lansia Hangus Rata dengan Tanah

29 Juni 2026 - 13:01 WIB

pemandangan menyedihkan di Kampung Cibangbara, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi. Gambar ini menangkap totalitas kehancuran rumah panggung milik Ibu Emah (85), yang kini hanya berupa tumpukan puing-puing kayu yang hangus, blok beton yang menghitam, dan logam yang terdistorsi. Foto ini diambil pada pagi hari, Senin (29/6/2026),

Wakil Bupati Sukabumi Dorong Pelaku UMKM Optimalkan Teknologi Digital untuk Perluasan Pasar

29 Juni 2026 - 12:48 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, memberikan pemaparan mengenai pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi dalam acara sosialisasi transformasi digital UMKM yang diselenggarakan oleh Bakti Komdigi di Hotel Grand Permata Hijau, Kota Sukabumi, Senin (29/6/2026).

Tragedi Kekerasan Seksual Anak di Sukabumi: Korban Trauma Berat, Polisi Terapkan UU Peradilan Pidana Anak

27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Puncak Peringatan HUT ke-75 IBI: Bupati Sukabumi Apresiasi Peran Strategis Bidan sebagai Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

27 Juni 2026 - 18:46 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (kanan depan), secara simbolis memegang plakat Santunan Bantuan Pembangunan Perumahan Korban Bencana Alam senilai Rp50.000.000 dari Forum Silaturahmi Lintas Profesi Kesehatan (Forsilipro) pada acara Puncak Peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Hotel Augusta Cikukulu, Sabtu (27/6/2026). Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi dan kepedulian sosial tenaga kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

Ratusan Massa “Akbar 2626” Geruduk DPRD Kota Sukabumi, Tagih Janji Hak Angket dan Pemakzulan Wali Kota

27 Juni 2026 - 18:31 WIB

orator dari massa Aksi Bela Rakyat (Akbar) 2626 tengah menyampaikan orasi terkait tuntutan hak angket dan pemakzulan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dari atas mobil komando di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jumat (26/6/2026).
Trending di Sukabumi