Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Jun 2026 19:19 WIB

Balita Dua Tahun di Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Sumur Warga


					Petugas dari Polsek Ciracap dan sejumlah warga memeriksa lokasi kejadian, yakni sumur yang ditutupi batu besar, tempat di mana balita GA ditemukan meninggal dunia. Kejadian naas ini berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) di Kampung Cadas Ngampar, Sukabumi. Perbesar

Petugas dari Polsek Ciracap dan sejumlah warga memeriksa lokasi kejadian, yakni sumur yang ditutupi batu besar, tempat di mana balita GA ditemukan meninggal dunia. Kejadian naas ini berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) di Kampung Cadas Ngampar, Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Suasana duka mendalam menyelimuti warga Kampung Cadas Ngampar RT 014/004, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Seorang balita berusia belum genap dua tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sumur milik warga pada Sabtu (27/6/2026) petang.

Korban diketahui berinisial GA, seorang bocah laki-laki yang lahir pada 28 Juli 2024. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB, mengambang di permukaan air sumur yang berjarak sekitar 50 meter dari kediaman rumahnya.

Kapolsek Ciracap, AKP Taufick Hadian, membeberkan kronologi peristiwa pilu tersebut berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lapangan.

Peristiwa bermula saat korban tengah bermain di sekitar pekarangan rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Sang ibu, Holisoh, sempat membawa buah hatinya tersebut untuk kembali masuk ke dalam rumah. Namun, diduga tanpa sepengetahuan orang tuanya, korban kembali menyelinap keluar.

“Menyadari anaknya sudah tidak berada di dalam rumah, orang tua korban bersama warga sekitar langsung berinisiatif melakukan pencarian di sekitar lokasi,” ujar AKP Taufick Hadian, Sabtu (27/6/2026) malam.

Setelah upaya pencarian berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam, seorang warga setempat bernama Egi menghentikan langkahnya saat menyisir area sumur milik warga bernama Muslih. Saat memeriksa ke dalam bibir sumur, Egi dikejutkan dengan penampakan tubuh mungil korban yang sudah dalam posisi mengambang di atas permukaan air.

Mendengar teriakan histeris Egi, warga lain bernama Wagianto langsung bergegas turun ke dasar sumur untuk mengevakuasi tubuh korban. Kendati demikian, setelah berhasil diangkat ke permukaan, nyawa balita tersebut dipastikan sudah tidak tertolong.

Mendapat laporan kedaruratan dari masyarakat, personel jajaran Polsek Ciracap langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata, serta melaporkan peristiwa ini kepada pimpinan.

Dari hasil olah TKP sementara, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa insiden memilukan ini diduga kuat terjadi karena korban lepas dari pantauan dan pengawasan orang tuanya saat bermain. Adapun sumur sedalam beberapa meter tempat korban ditemukan merupakan milik warga yang hingga kini masih aktif digunakan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.

Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan keluarga korban mengenai kelanjutan penanganan hukum kasus ini. Kendati terpukul, orang tua korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan tindakan autopsi.

Pihak keluarga juga telah resmi menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi di hadapan petugas kepolisian dan aparatur desa setempat.

“Saat ini jenazah korban masih disemayamkan di rumah duka dan rencananya akan dimakamkan pada Minggu (28/6/2026) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat,” pungkas AKP Taufick Hadian.(*)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Mayat Tanpa Identitas Membusuk di Hutan Ciambar Sukabumi, Dimakamkan di Lokasi Temuan

29 Juni 2026 - 19:35 WIB

Sesosok jasad ditemukan membusuk di kawasan hutan Desa Ginanjar, Sukabumi.

Kebakaran di Nyalindung Sukabumi, Rumah Panggung Lansia Hangus Rata dengan Tanah

29 Juni 2026 - 13:01 WIB

pemandangan menyedihkan di Kampung Cibangbara, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi. Gambar ini menangkap totalitas kehancuran rumah panggung milik Ibu Emah (85), yang kini hanya berupa tumpukan puing-puing kayu yang hangus, blok beton yang menghitam, dan logam yang terdistorsi. Foto ini diambil pada pagi hari, Senin (29/6/2026),

Wakil Bupati Sukabumi Dorong Pelaku UMKM Optimalkan Teknologi Digital untuk Perluasan Pasar

29 Juni 2026 - 12:48 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, memberikan pemaparan mengenai pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi dalam acara sosialisasi transformasi digital UMKM yang diselenggarakan oleh Bakti Komdigi di Hotel Grand Permata Hijau, Kota Sukabumi, Senin (29/6/2026).

Tragedi Kekerasan Seksual Anak di Sukabumi: Korban Trauma Berat, Polisi Terapkan UU Peradilan Pidana Anak

27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Puncak Peringatan HUT ke-75 IBI: Bupati Sukabumi Apresiasi Peran Strategis Bidan sebagai Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

27 Juni 2026 - 18:46 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (kanan depan), secara simbolis memegang plakat Santunan Bantuan Pembangunan Perumahan Korban Bencana Alam senilai Rp50.000.000 dari Forum Silaturahmi Lintas Profesi Kesehatan (Forsilipro) pada acara Puncak Peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Hotel Augusta Cikukulu, Sabtu (27/6/2026). Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi dan kepedulian sosial tenaga kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

Ratusan Massa “Akbar 2626” Geruduk DPRD Kota Sukabumi, Tagih Janji Hak Angket dan Pemakzulan Wali Kota

27 Juni 2026 - 18:31 WIB

orator dari massa Aksi Bela Rakyat (Akbar) 2626 tengah menyampaikan orasi terkait tuntutan hak angket dan pemakzulan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dari atas mobil komando di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jumat (26/6/2026).
Trending di Sukabumi