Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 5 Agu 2026 22:17 WIB

Soroti KUA-PPAS 2026, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sukabumi Pertanyakan Komitmen Anggaran Sektor Unggulan


					Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sukabumi bersama jajaran Sekretariat Daerah (Sekda) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) duduk bersama dalam rapat pembahasan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026). Perbesar

Pimpinan dan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sukabumi bersama jajaran Sekretariat Daerah (Sekda) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) duduk bersama dalam rapat pembahasan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026).

JENTERANEWS.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sukabumi menyoroti ketidaksesuaian antara tema pembangunan daerah dengan struktur belanja dalam dokumen Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026. Kritik tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKB sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sukabumi, Bayu Permana, dalam rapat pembahasan Banggar bersama Sekretaris Daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Kantor Dinas Perhubungan, Rabu (5/8/2026).

Dalam forum tersebut, Bayu mengapresiasi capaian indikator makro daerah yang sebagian besar berada pada tren positif dan melampaui target evaluasi tahun 2025. Ia juga mengamini bahwa arah prioritas pembangunan daerah tahun 2026 telah dirumuskan secara komprehensif, mencakup tata kelola pemerintahan, agroindustri, pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur.

Namun, ia menyayangkan prioritas tersebut belum tercermin secara berimbang dalam struktur alokasi belanja daerah. Sektor agroindustri dan pariwisata—yang menjadi tema utama pembangunan 2026—belum menunjukkan adanya peningkatan belanja produktif maupun porsi tambahan anggaran yang eksplisit dalam ringkasan perubahan anggaran. Kondisi ini dikhawatirkan membuat tema prioritas daerah berhenti sebatas dokumen perencanaan tanpa dukungan eksekusi fiskal yang memadai.

Selain masalah struktur alokasi anggaran, Fraksi PKB mengkritisi penurunan target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Berdasarkan data evaluasi, realisasi IKLH Kabupaten Sukabumi pada 2025 berhasil mencapai angka 69,87. Kendati demikian, target IKLH pada dokumen Perubahan KUA-PPAS 2026 justru diturunkan menjadi 66,15, atau mengalami penurunan sebesar 3,72 poin. Penurunan target ini dinilai bertolak belakang dengan semangat keberlanjutan lingkungan hidup.

Guna menjaga kelestarian ekologis di tengah dorongan pertumbuhan ekonomi, Fraksi PKB mendesak pemerintah daerah agar pembangunan agroindustri dan pariwisata tetap memperhatikan mitigasi bencana. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah implementasi program perlindungan kawasan sumber air berbasis pengetahuan tradisional Patanjala, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2025. Perlindungan kawasan resapan air ini dinilai krusial untuk mencegah ancaman kekeringan dan tanah longsor di wilayah prioritas.

Meski memberikan catatan evaluatif yang mendasar, Fraksi PKB menyatakan tetap menyetujui dokumen Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026. Persetujuan ini disertai harapan besar agar seluruh catatan dan rekomendasi kritis tersebut diakomodasi secara nyata pada penyusunan dokumen APBD Perubahan mendatang.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Viral dan Diprotes Warga, Penyelenggara Pool Party di SantaSea Sukabumi Sampaikan Permohonan Maaf

22 September 2026 - 06:32 WIB

Tangkapan layar dari video viral memperlihatkan sejumlah peserta pool party Ngoetfest x SantaSea menari di kolam renang SantaSea Waterpark Sukabumi, Sabtu malam. Penggunaan suar (flare) dalam acara ini menjadi salah satu momen yang memicu polemik warga terkait kebisingan dan norma sosial.

Pemkab Sukabumi Siapkan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Syarat Utama

21 September 2026 - 20:18 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, memberikan penjelasan terkait persiapan perpanjangan perjanjian kerja bagi PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Sukabumi. Ganjar menegaskan bahwa hasil evaluasi kinerja akan menjadi syarat utama dalam penentuan keberlanjutan masa kontrak para pegawai.

Sekda Sukabumi Terima Tim Terpadu PPTPKH Jabar, Siap Dampingi Penelitian Lapangan Lahan Hutan

21 September 2026 - 16:28 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat memberikan sambutan dan penjelasan dalam penerimaan Tim Terpadu PPTPKH Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Ade menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk memberikan pendampingan penuh selama proses verifikasi lapangan guna memastikan kepastian status lahan bagi masyarakat.

Upaya Wujudkan Birokrasi Bebas Narkoba, Disdik Sukabumi Gandeng BNN Gelar Tes Urine

21 September 2026 - 16:21 WIB

Petugas BNN Kabupaten Sukabumi bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memeriksa sampel tes urine pegawai saat kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di Cikembar, Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Polsek Kalapanunggal Intensifkan Pencarian Pelajar SMA yang Dilaporkan Hilang

21 September 2026 - 15:48 WIB

Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah Saepul Rohman (kanan), saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman orang tua Riana Pratiwi di Kampung Kadudampit, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Diduga Terlindas Truk Tabrak Lari di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi, Pemotor Alami Luka pada Kaki

21 September 2026 - 14:57 WIB

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota menandai lokasi terjadinya kecelakaan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Senin (21/9/2026). Peristiwa tersebut melibatkan sebuah sepeda motor dan truk tak dikenal yang melarikan diri usai insiden.
Trending di Sukabumi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca