JENTERANEWS.com– Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerpa wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (23/9/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat setidaknya terdapat enam kejadian karhutla di enam kecamatan berbeda dalam rentang waktu siang hingga malam hari. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, area lahan seluas beberapa hektar yang mayoritas ditumbuhi rumpun bambu dan alang-alang dilaporkan hangus terbakar.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, insiden diawali di Kecamatan Sagaranten pada pukul 12.30 WIB. Kebakaran melanda lahan kebun bambu seluas 1.200 meter persegi di Kampung Cibodas, Desa Sinarbentang. Selang beberapa jam, tepatnya pukul 14.10 WIB, kebakaran seluas 700 meter persegi terjadi di Kampung Liunggunung, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap. Kejadian ini dipicu oleh aktivitas anak-anak yang menyalakan petasan korek dan melemparkannya ke rumpun bambu hingga api dengan cepat merambat akibat hembusan angin.
Memasuki malam hari, eskalasi kejadian meningkat di beberapa titik. Di Kecamatan Surade, kebakaran lahan kosong terjadi di Kampung Kateu pada pukul 18.42 WIB akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab, hingga sempat memicu kepanikan warga serta merusak instalasi penerangan jalan umum. Selanjutnya pada pukul 19.00 WIB, lahan alang-alang dan bambu seluas 1,5 hektar terbakar di Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh.
Kebakaran juga melanda area hutan bambu seluas kurang lebih 1 hektar milik PT Menara di Kampung Ciseupan, Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog pada pukul 19.30 WIB. Tak berselang lama, sekitar pukul 20.00 WIB, kebakaran rumpun bambu sepanjang 500 meter turut dilaporkan melahap area di Kampung Simpangan, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung.
Tim Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) bersama unsur TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Tagana, pemerintah desa, dan relawan warga bergerak melakukan penanganan di setiap lokasi. Sebagian besar titik api telah berhasil dipadamkan. Menanggapi maraknya rentetan insiden ini, BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, menghindari tindakan pembakaran sampah sembarangan, serta mengawasi berbagai potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran lahan.(*)
Sumber @Dk
Redaktur: Hamjah
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















