Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Sep 2026 23:33 WIB

Kebakaran Kebun Jati Seluas 1 Hektare Ancam Pemukiman Warga di Simpenan Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan Manual


					Kobaran api melalap kebun jati di Kampung Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Selasa (29/9/2026) malam. Perbesar

Kobaran api melalap kebun jati di Kampung Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Selasa (29/9/2026) malam.

JENTERANEWS.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan kebun jati di Kampung Bojongkopo RT 04 RW 01, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran lantaran titik api hanya berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman warga.

Kebun jati seluas kurang lebih 1 hektare yang terbakar tersebut diketahui milik seorang warga bernama H. Amuk. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya kobaran api masih belum diketahui dan masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.

Proses pemadaman di lokasi menghadapi kendala aksesibilitas. Kendaraan pemadam kebakaran roda empat tidak dapat melintas hingga ke titik api akibat kondisi jalur yang tidak memadai. Alhasil, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan bersama aparat Desa Loji dan warga setempat harus berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya.

Petugas P2BK Simpenan yang tiba di lokasi segera melakukan assessment cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa, pengurus RT/RW, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi guna mengisolasi kobaran api agar tidak merambat ke perumahan warga.

Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Kobaran api kini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya di bawah kondisi cuaca lokasi yang cerah.

Mengenai nilai kerugian materiil akibat terbakarnya lahan kayu jati tersebut, BPBD menyatakan saat ini masih dalam proses penaksiran dan kajian lebih lanjut. Pihak BPBD bersama Forkopimcam Simpenan dan pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan di wilayah sekitar.(*)

Sumber: @dk
Redaktur: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan, JWI Sukabumi Raya Minta Disdik dan BKPSDM Tindak Tegas Oknum Guru

29 September 2026 - 22:22 WIB

Foto ilustrasi AI

Diduga Hirup Gas Beracun, Warga Nagrak Sukabumi Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur

29 September 2026 - 18:52 WIB

Proses evakuasi korban terjatuh ke dalam sumur oleh tim human rescue Damkarmat Kabupaten Sukabumi di Desa Nagrak Selatan, Selasa (29/9/2026).

Dinsos Sukabumi dan Tim Gabungan Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana di Kecamatan Cidadap

29 September 2026 - 10:10 WIB

Tim gabungan Dinsos, P2BK, Tagana, Satpol PP, dan pihak kecamatan menyerahkan paket sembako secara langsung kepada warga terdampak bencana di Desa Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

Tepis Isu Keretakan Kepemimpinan, Sekdis Pendidikan Sukabumi Tegaskan Narasi di Medsos Hoaks

28 September 2026 - 08:28 WIB

Dugaan Unprocedural SP3 Pemalsuan Saham PT BBMP, Pihak Pelapor Layangkan Memori Banding ke PT Jabar

26 September 2026 - 10:22 WIB

SUASANA PERSIDANGAN DI PN CIBADAK. Hakim tunggal saat memimpin sidang yang mempertemukan tim kuasa hukum Pemohon (kiri) dengan perwakilan kepolisian sebagai Termohon (kanan), bertempat di ruang sidang PN Cibadak, Sukabumi. Sidang praperadilan ini terkait penanganan perkara dugaan pemalsuan dokumen peralihan saham PT Boy Bahtera Mandiri Pelayaran (BBMP).

Penyegaran Organisasi, Polres Sukabumi Rotasi 14 Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran

25 September 2026 - 20:54 WIB

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menandatangani Sertijab PJU dan Kapolsek Jajaran di Mapolres Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca