Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 23 Jan 2026 11:34 WIB

Akselerasi Program MBG, Forkompimcam Sagaranten Resmikan SPPG Hegarmanah: Targetkan 2.782 Porsi untuk Pelajar


					Camat Sagaranten, R Ade Akhsan Bratadiredja (baju biru muda, tengah) didampingi unsur Forkompimcam (Polsek dan Koramil), Kepala Desa, serta Kepala SPPG Hegarmanah berfoto bersama usai meninjau kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hegarmanah. Tampak tumpukan wadah makan bergizi gratis (MBG) berbahan stainless steel dan kemasan distribusi yang siap disalurkan kepada 2.782 siswa di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jum'at (23/1/2026). Perbesar

Camat Sagaranten, R Ade Akhsan Bratadiredja (baju biru muda, tengah) didampingi unsur Forkompimcam (Polsek dan Koramil), Kepala Desa, serta Kepala SPPG Hegarmanah berfoto bersama usai meninjau kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hegarmanah. Tampak tumpukan wadah makan bergizi gratis (MBG) berbahan stainless steel dan kemasan distribusi yang siap disalurkan kepada 2.782 siswa di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jum'at (23/1/2026).

JENTERANEWS.com – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto terus digencarkan hingga ke tingkat kecamatan. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Sagaranten secara resmi menghadiri pembukaan (opening) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hegarmanah, Kabupaten Sukabumi, pada Jum’at (23/1/2026).

Kehadiran unit baru ini menandai langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas gizi siswa serta percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Camat Sagaranten, R Ade Akhsan Bratadiredja, hadir secara langsung didampingi oleh unsur Forkompimcam, yakni perwakilan dari Koramil 2211 Sagaranten dan Polsek Sagaranten. Dalam keterangannya, Ade menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan penyaluran MBG berjalan tepat sasaran dan lancar.

“Saya hadir bersama unsur Forkompimcam untuk memastikan pelaksanaan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa berjalan optimal. SPPG Hegarmanah ini menjadi komponen vital dalam upaya pemerintah kecamatan untuk meningkatkan gizi masyarakat,” ujar Ade Akhsan.

Dengan diresmikannya SPPG Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten kini tercatat memiliki empat unit SPPG yang beroperasi penuh. Tiga unit sebelumnya yang telah berjalan adalah SPPG Margaluyu, SPPG Pasanggrahan, dan SPPG Puncakceuri.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hegarmanah, Muhamad Rizki, menjelaskan aspek teknis dan operasional dapur tersebut. Ia memaparkan bahwa fasilitas ini merupakan unit operasional resmi di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berfungsi sebagai pusat produksi makanan berstandar gizi.

Untuk menjamin kualitas makanan, SPPG Hegarmanah didukung oleh tenaga profesional yang kompeten.

“Kami memiliki tim yang terdiri dari Ahli Gizi, Akuntan, serta 47 karyawan dapur yang siap bekerja. Kapasitas produksi kami rencanakan mencapai 2.782 porsi setiap harinya,” ungkap Rizki.

Ribuan porsi makanan bergizi tersebut ditargetkan untuk disalurkan kepada 6 lembaga satuan pendidikan (sekolah) yang berada di wilayah cakupan layanan.

Apresiasi positif juga datang dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Hegarmanah, Rana Aprillia Darmawan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendirian fasilitas ini. Menurutnya, keberadaan Dapur SPPG Hegarmanah memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan siswa di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih karena para siswa di Desa Hegarmanah kini dapat menikmati program pemerintah ini secara langsung. Ini adalah langkah nyata dalam membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas,” tutur Rana.

Dengan beroperasinya SPPG Hegarmanah, diharapkan target pemerintah dalam pemenuhan gizi nasional pada tahun 2025 dan 2026 dapat terealisasi dengan baik, khususnya dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.(*)


Laporan: Aris Jampang

Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya

Tersengat Listrik Tegangan Tinggi dan Terjatuh dari Atap, Pekerja Proyek TK di Purabaya Meninggal Dunia

21 Juli 2026 - 20:56 WIB

Petugas kepolisian menunjuk titik lokasi jatuhnya korban dari atap gedung TK PGRI Melati, Kampung Caringin, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Sukabumi.

Warga Sukabumi Digegerkan Penemuan Jasad Bayi Laki-Laki di Aliran Anak Sungai Cipelang

16 Juli 2026 - 19:56 WIB

Petugas kepolisian saat melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascapenemuan jasad bayi laki-laki di aliran anak Sungai Cipelang, Jalan Benteng Kidul, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (16/7/2026).

Diduga Akibat Aktivitas Pembakaran Lahan, Kebun Bambu di Nyalindung Sukabumi Hangus Terbakar

16 Juli 2026 - 14:46 WIB

Petugas gabungan, termasuk personel Pemadam Kebakaran Sukaraja dan P2BK Nyalindung, berupaya memadamkan sisa-sisa api yang melahap lahan kebun bambu di area PT Bintonik, Kampung Caringin, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis siang, 16 Juli 2026. Kebakaran yang diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan oleh warga ini berhasil dikendalikan setelah pengerahan satu unit armada pemadam.

Siasat Keji Delon Kelabui Publik: Bunuh Eka Yani, Curi Hartanya, Lalu Viralkan Video Penemuan Kerangka Korban di Sukabumi

16 Juli 2026 - 12:22 WIB

profil Facebook 'Delon Jampank' milik tersangka H alias Delon (atas), dan cuplikan video penemuan kerangka Eka Yani (33) yang sengaja diunggah ulang ke akun tersebut demi mengelabui publik di Sagaranten, Sukabumi.

Terjerat Sindikat Judi Online, 30 ASN UPTD Sukabumi Terancam Sanksi Tegas di Tengah Sorotan Publik

16 Juli 2026 - 11:21 WIB

Akhir Pelarian Delon: Pembunuh Sadis yang Lucuti Harta dan Buang Korbannya Begitu Saja di Kebun Jati Sagaranten

16 Juli 2026 - 00:03 WIB

TERTANGKAP: Pria berinisial H alias Delon (42), yang diduga kuat sebagai eksekutor utama di balik pembunuhan berencana terhadap E M (33) di Sagaranten, Sukabumi, terlihat diamankan di kantor polisi. Tangannya terikat dengan borgol plastik kuning dalam foto yang dirilis segera setelah penangkapannya pada Rabu (15/7/2026). Wajah tersangka disensor untuk kepentingan penyidikan.
Trending di Sukabumi