Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 2 Sep 2026 09:01 WIB

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara


					Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Perbesar

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Aksi premanisme berkedok profesi jurnalis yang mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi akhirnya berujung di jeruji besi. Penyidik Polsek Sukaraja Polres Sukabumi Kota resmi menetapkan AG (46), oknum wartawan yang terekam mengamuk dan mengintimidasi pihak Sekolah Dasar Negeri 2 Sukaraja, sebagai tersangka pada Senin (31/8/2026). Selain memeras tenaga pendidik, pelaku juga terbukti positif mengonsumsi narkotika jenis sabu saat menjalankan aksi kejahatannya.

Kapolsek Sukaraja Kompol Aguk Khusaeni mengonfirmasi bahwa tersangka langsung dijebloskan ke sel tahanan. Ulah tak terpuji AG dipicu oleh kemarahannya ketika uang kerja sama langganan media sebesar Rp100.000 belum dapat dipenuhi oleh pihak sekolah. Tanpa tenggang rasa, AG meluapkan amarahnya dengan mengancam kepala sekolah dan jajaran guru. Atas tindakan tersebut, penyidik mengjerat tersangka dengan Pasal 483 KUHP dan atau Pasal 448 KUHP juncto Pasal 126 KUHP dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara serta denda hingga Rp200 juta.

Hasil pemeriksaan medis kian memperberat posisi hukum pelaku. Polisi memastikan bahwa AG merupakan pengguna aktif sabu. Fakta ini memperlihatkan potret kelam bagaimana seorang oknum media yang mengonsumsi barang haram nekat menyebarkan teror psikologis di ruang institusi pendidikan demi nominal uang yang tidak seberapa.

Insiden yang mendadak viral di media sosial ini mematik kecaman hebat dari Persatuan Guru Republik Indonesia Jawa Barat. Peristiwa kekerasan verbal yang disaksikan langsung oleh para siswa tersebut dinilai merusak iklim sekolah ramah anak yang sedang dibangun. Ketua PGRI Jawa Barat, Ahmad Juhana, menegaskan bahwa tindak intimidasi terhadap pendidik di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi.

Dalam pernyataan sikap resminya, PGRI Jawa Barat menggarisbawahi empat poin penting:

  • Mengecam keras segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap guru di lingkungan sekolah.
  • Menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada Polsek Sukaraja dan Polres Sukabumi Kota.
  • Mendukung penuh langkah Tim Hukum Jabar Istimewa untuk mengawal penanganan perkara.
  • Memberikan kuasa penuh kepada Tim Hukum Jabar Istimewa guna memastikan tersangka mendapat hukuman setimpal sesuai perundang-undangan yang berlaku.(*Ijus*)

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Viral dan Diprotes Warga, Penyelenggara Pool Party di SantaSea Sukabumi Sampaikan Permohonan Maaf

22 September 2026 - 06:32 WIB

Tangkapan layar dari video viral memperlihatkan sejumlah peserta pool party Ngoetfest x SantaSea menari di kolam renang SantaSea Waterpark Sukabumi, Sabtu malam. Penggunaan suar (flare) dalam acara ini menjadi salah satu momen yang memicu polemik warga terkait kebisingan dan norma sosial.

Pemkab Sukabumi Siapkan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Syarat Utama

21 September 2026 - 20:18 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, memberikan penjelasan terkait persiapan perpanjangan perjanjian kerja bagi PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Sukabumi. Ganjar menegaskan bahwa hasil evaluasi kinerja akan menjadi syarat utama dalam penentuan keberlanjutan masa kontrak para pegawai.

Sekda Sukabumi Terima Tim Terpadu PPTPKH Jabar, Siap Dampingi Penelitian Lapangan Lahan Hutan

21 September 2026 - 16:28 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat memberikan sambutan dan penjelasan dalam penerimaan Tim Terpadu PPTPKH Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Ade menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk memberikan pendampingan penuh selama proses verifikasi lapangan guna memastikan kepastian status lahan bagi masyarakat.

Upaya Wujudkan Birokrasi Bebas Narkoba, Disdik Sukabumi Gandeng BNN Gelar Tes Urine

21 September 2026 - 16:21 WIB

Petugas BNN Kabupaten Sukabumi bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memeriksa sampel tes urine pegawai saat kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di Cikembar, Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Polsek Kalapanunggal Intensifkan Pencarian Pelajar SMA yang Dilaporkan Hilang

21 September 2026 - 15:48 WIB

Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah Saepul Rohman (kanan), saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman orang tua Riana Pratiwi di Kampung Kadudampit, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Diduga Terlindas Truk Tabrak Lari di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi, Pemotor Alami Luka pada Kaki

21 September 2026 - 14:57 WIB

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota menandai lokasi terjadinya kecelakaan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Senin (21/9/2026). Peristiwa tersebut melibatkan sebuah sepeda motor dan truk tak dikenal yang melarikan diri usai insiden.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca