JENTERANEWS.com – Keasyikan mengejar layang-layang putus nyaris berujung petaka bagi seorang anak di Kampung Cikupa, Desa Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Bocah tersebut terperosok ke dalam sebuah sumur pada Selasa (29/7/2025) sore. Beruntung, kesigapan tim dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Sagaranten berhasil menyelamatkan nyawanya dalam sebuah operasi penyelamatan yang berlangsung cepat.
Peristiwa dramatis ini bermula saat korban dengan riang gembira berlari mengejar layang-layang yang putus dari benangnya. Tanpa menyadari bahaya di sekitarnya, ia tidak melihat adanya sumur dan langsung terperosok ke dalamnya.

Warga dan petugas Damkar bahu-membahu dalam upaya penyelamatan seorang anak dari dalam sumur di Kecamatan Sagaranten. Kolaborasi yang solid ini berhasil membawa korban ke tempat aman dalam waktu singkat.
Menurut Komandan Pleton (Danton) Damkar Pos Sagaranten, Supyadin, pihaknya menerima laporan darurat dari seorang warga bernama Dedi Suryana pada pukul 14:50 WIB. Laporan tersebut diterima oleh petugas piket, Randi Koswara, yang segera mengoordinasikan tim penyelamat.
“Kami menerima laporan mengenai seorang anak yang jatuh ke dalam sumur. Tanpa membuang waktu, satu regu penyelamat langsung kami terjunkan ke lokasi,” ujar Supyadin saat dikonfirmasi.
Tim Damkar menunjukkan respons yang luar biasa. Hanya dalam waktu lima menit setelah menerima laporan, tepatnya pukul 14:55 WIB, mereka telah tiba di lokasi kejadian di Kp. Cikupa RT 18/06.
Dengan peralatan yang memadai dan prosedur yang terukur, tim yang terdiri dari Supyadin, Randi Koswara, Ricky Gian, dan Abdul Fatah segera memulai proses evakuasi. Operasi penyelamatan berlangsung menegangkan namun efisien. Dalam waktu singkat, hanya 10 menit setelah tiba di lokasi, bocah tersebut berhasil diangkat dari dasar sumur.
“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar. Pukul 15:05 WIB, korban berhasil kami angkat dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius,” jelas Supyadin.
Ia menambahkan, seluruh petugas yang terlibat dalam operasi non-kebakaran ini juga dalam keadaan selamat dan tidak ada kerugian material apa pun yang ditimbulkan dari insiden tersebut.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan pemenuhan pelayanan dasar kepada masyarakat, tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran tetapi juga operasi penyelamatan seperti ini,” tutupnya.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain agar insiden serupa tidak terulang kembali.(*)
[HAMJAH]















