JENTERANEWS.com – Sebuah pohon mahoni tua yang batangnya sudah lapuk dan berlubang di Jalan Raya Siliwangi, Cicurug, akhirnya ditebang oleh tim gabungan pada Minggu (15/6/2025). Tindakan cepat ini diambil sebagai langkah mitigasi bencana untuk mencegah pohon tumbang yang berpotensi membahayakan nyawa pengguna jalan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda.
Penebangan pohon yang berlokasi di Kampung Pamoyanan, Kelurahan Cicurug, Kabupaten Sukabumi ini merupakan respons dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Barat setelah menerima laporan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengenai kondisi pohon yang kritis.
Pengawas Lapangan PPK 2.1, Warso, menyatakan bahwa setelah dilakukan pengecekan langsung, kondisi pohon tersebut dinilai sangat membahayakan.
“Batang bagian bawahnya sudah berlubang besar. Ini adalah ancaman nyata bagi siapa pun yang melintas,” ujar Warso di lokasi. “Kami tidak mau mengambil risiko. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama, apalagi saat musim hujan dan angin kencang seperti sekarang.”
Proses eksekusi tidak berjalan sendiri. Sebuah kolaborasi solid antar-instansi menjadi kunci kelancaran operasi ini. Tim gabungan terdiri dari BPBD Kabupaten Sukabumi, PLN untuk pengamanan jaringan listrik, aparat Kelurahan Cicurug, Tagana, Pusat Pengendalian dan Pengawasan Bencana (P2BK), hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang membantu mengatur lalu lintas.
Warso menjelaskan, penanganan pohon rawan tumbang ini berawal dari laporan berbeda di lokasi lain. Sebelumnya, tim menerima informasi mengenai pohon kering dan mati di sekitar Taman Angsa yang rantingnya pernah patah dan menimpa sebuah angkutan kota (angkot).
“Awalnya kami menindaklanjuti laporan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas tentang pohon mati yang rantingnya pernah menimpa angkot. Itu langsung kami eksekusi. Setelah selesai, kami justru mendapat laporan baru dari relawan Tagana tentang pohon mahoni berlubang ini,” paparnya.
Tanpa menunggu lama, tim langsung bergerak ke lokasi kedua di hari yang sama. Menurutnya, keputusan cepat harus diambil demi mencegah jatuhnya korban.
“Alhamdulillah, semua proses dari pagi hingga sore berjalan lancar tanpa kendala. Kami sangat berterima kasih atas sinergi dan bantuan cepat dari semua pihak yang terlibat,” tambah Warso.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan pohon-pohon berisiko di sepanjang jalan nasional, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Saat ini, fokus utama penanganan serupa sedang digencarkan di wilayah Cianjur.
“Namun, kami tetap siaga. Jika ada laporan lanjutan dari wilayah Sukabumi, akan segera kami tindak lanjuti secepatnya,” pungkasnya.(*)
Reporter: Awang
Redaktur: Hamjah















