JENTERANEWS.com – Hujan yang disertai angin kencang melanda Kota Sukabumi pada Selasa, 12 November 2024, sore hari. Akibat dari fenomena tersebut, terjadi kerusakan di beberapa lokasi di wilayah kota.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, terdapat delapan lokasi yang terdampak akibat angin kencang tersebut. Dari delapan titik yang tercatat, lima di antaranya mengalami kejadian pohon tumbang, sementara tiga lokasi mengalami kerusakan atap rumah yang terbang terbawa angin.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, menjelaskan bahwa fenomena angin yang cukup kuat ini telah menimbulkan kerusakan. Meskipun curah hujan tidak terlalu deras, angin yang kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan atap rumah warga terangkat.
“Hujan yang terjadi sebenarnya tidak deras, namun angin yang cukup kuat menyebabkan beberapa pohon tumbang dan beberapa atap rumah warga terbang,” ungkap Novian.
Lebih lanjut, beberapa lokasi di mana pohon tumbang terjadi sempat menutup sebagian akses jalan. Di wilayah Kelurahan Babakan, sebuah pohon tumbang bahkan menimpa atap rumah.
“Satu pohon menimpa rumah, tetapi tidak secara langsung, hanya rangkanya saja yang tersangkut di kabel listrik, sehingga masih aman bagi penghuni rumah,” jelasnya.
Saat ini, proses evakuasi pohon tumbang masih berlangsung. Pihak BPBD telah menerjunkan 15 personel ke beberapa lokasi kejadian bencana.
Sebagai langkah pencegahan, Novian Rahmat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meminta aparat kelurahan untuk terus mensosialisasikan pentingnya perawatan pohon-pohon besar di sekitar pemukiman.
“Kami meminta masyarakat untuk memelihara pohon besar yang ada di sekitar rumah mereka. Cuaca ekstrem seperti ini dapat berbahaya jika pohon-pohon dibiarkan tanpa perawatan yang memadai,” imbaunya.
Novian juga mengajak instansi terkait, seperti bidang pertamanan di Dinas PUPR, untuk memantau pohon-pohon di jalur hijau agar lebih terawasi.
“Dikarenakan kondisi saat ini yang melibatkan hujan disertai angin, kami khawatir dengan populasi manusia yang padat di wilayah kota dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.(*)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















