JENTERANEWS.com – Bencana banjir yang melanda Kecamatan Purabaya pada Selasa (21/10/2025) menyisakan dampak signifikan bagi ratusan warga. Berdasarkan hasil asesmen cepat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Kecamatan Purabaya per pukul 10.15 WIB, sedikitnya 437 rumah di tiga desa teridentifikasi terdampak bencana.
Total 444 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.203 jiwa kini menghadapi situasi sulit pasca-bencana. Selain merendam permukiman, bencana ini juga dilaporkan merusak lahan pertanian dan memicu longsor di satu titik.
Rincian dari laporan tim URC yang dirilis P2BK Purabaya menunjukkan Desa Purabaya menjadi wilayah dengan dampak terparah. Di desa ini, banjir melanda tiga kampung, dengan rincian:
- Kp. Lembur Tengah (RT 01-04, RW 01): 341 rumah terdampak, dihuni oleh 345 KK (912 jiwa).
- Kp. Pasir Batok: 27 rumah terdampak, dihuni oleh 29 KK (81 jiwa).
- Kp. Pasir Kuda: 2 rumah terdampak, dihuni oleh 2 KK (8 jiwa).
Dampak banjir juga meluas ke Desa Neglasari yang mencakup empat kampung. Di desa ini, total 66 rumah terendam yang berdampak pada 66 KK (197 jiwa). Sebarannya meliputi Kp. Cigorowong (2 rumah), Kp. Rawa Tapi (10 rumah), Kp. Cipicung (26 rumah), dan Kp. Miramontana (28 rumah).
Selain banjir, bencana longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Citamiang. “Di Kampung Cinangka (RT 11/02), satu rumah terdampak longsoran yang dihuni 3 jiwa, dan satu rumah lainnya kini dalam kondisi terancam yang dihuni 2 jiwa,” tulis laporan tersebut.
Bencana ini tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam sektor pertanian warga. Tim URC mencatat total 3 hektar lahan produktif mengalami kerusakan. Kerusakan ini terdiri dari 2 hektar sawah dan kebun di Kampung Cingenge, Desa Purabaya, serta 1 hektar sawah di Kampung Cipicung.
Menindaklanjuti situasi ini, P2BK Purabaya telah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan oleh para korban.
“Kebutuhan yang sangat mendesak saat ini adalah sandang pangan, pakaian layak pakai, tempat tidur atau alas tidur, dan sembako,” demikian rilis resmi P2BK Purabaya.
Hingga berita ini diturunkan, tim di lapangan masih melakukan pendataan dan kajian lebih lanjut untuk menghitung total kerugian material akibat bencana. P2BK Purabaya menyatakan bahwa data ini merupakan hasil sementara yang akan terus diperbarui secara berkala seiring perkembangan informasi dari lapangan.(*)
[Hamjah]
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















