Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 1 Apr 2026 17:14 WIB

Bupati Sukabumi Letakkan Batu Pertama Kampung Mubarakah: Wujud Nyata Hunian Layak Pascabencana di Palabuhanratu


					Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah, berhelm putih) secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan hunian pascabencana di Palabuhanratu, Sukabumi. Perbesar

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah, berhelm putih) secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan hunian pascabencana di Palabuhanratu, Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Setelah melalui rangkaian proses panjang yang mencakup penyiapan lahan, penyelesaian administrasi, hingga penggalangan dukungan lintas sektor, asa warga terdampak bencana pergerakan tanah di Palabuhanratu akhirnya terjawab. Pada hari ini, Rabu (1/4/2026), Bupati Sukabumi H. Asep Japar secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan hunian pascabencana di kawasan Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu.

Momentum peletakan batu pertama ini tidak sekadar menjadi seremonial proyek fisik semata, melainkan simbol dari komitmen dan perjuangan panjang pemerintah daerah. Suasana haru dan antusiasme mewarnai raut wajah para warga yang hadir, menyadari bahwa janji pemerintah kini telah bertransformasi menjadi langkah nyata.

Dalam sambutannya, Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa kehadiran Kampung Mubarakah adalah representasi kehadiran negara di tengah masa sulit yang dialami masyarakat.

“Kampung Mubarakah ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat penanggulangan bencana dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat. Ini bukan janji, tapi langkah nyata,” tegas H. Asep Japar.

Lebih lanjut, Bupati menyematkan harapan besar pada pemilihan nama “Mubarakah”. Nama tersebut membawa filosofi dan doa agar kawasan hunian ini kelak dipenuhi dengan keberkahan, ketenangan, dan menjadi titik awal semangat baru bagi para penyintas bencana.

“Kami ingin kampung ini bukan sekadar deret bangunan, tetapi lingkungan yang membawa kedamaian dan harapan untuk masa depan warga,” tambahnya. Ia juga mengajak seluruh elemen—mulai dari perusahaan daerah, pihak swasta, hingga komunitas masyarakat—untuk bersinergi merampungkan target 100 unit hunian layak di kawasan tersebut.

Untuk merealisasikan hunian yang aman dan nyaman, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan perencanaan teknis yang matang. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, memaparkan rincian proyek relokasi tersebut.

Pembangunan ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Daerah seluas 34.400 meter persegi. Mengutamakan aspek mitigasi bencana dan kearifan lokal, hunian ini memiliki spesifikasi khusus:

  • Desain: Mengadopsi arsitektur tradisional Sunda.

  • Material: Menggunakan kombinasi bambu dan kayu.

  • Ketahanan: Dirancang dengan struktur tahan gempa.

  • Ukuran Bangunan: Berkisar antara 36 hingga 60 meter persegi per unit.

  • Anggaran: Rp35 juta per unit.

Menurut Sendi, realisasi pembangunan pada tahun ini akan dikebut dalam tiga tahapan dengan total pengerjaan 86 unit rumah:

  1. Tahap I (April – Juni): Pembangunan 20 unit.

  2. Tahap II (Juli – September): Pembangunan 30 unit.

  3. Tahap III (Oktober – Desember): Pembangunan 38 unit.

Pengerjaan konstruksi Kampung Mubarakah tidak hanya mengandalkan tenaga profesional, melainkan juga wujud dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Proses pembangunan dipercayakan kepada personel Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, di mana warga sekitar turut serta mengambil peran sebagai tenaga sukarelawan harian.

Hasyim, salah satu warga penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan dukungan penuh terhadap program relokasi ini.

“Kami siap menjaga, memanfaatkan rumah relokasi ini dengan baik, dan membangun kehidupan sosial yang harmonis,” ungkap Hasyim dengan penuh rasa haru.

Acara peletakan batu pertama ini ditutup dengan serangkaian prosesi simbolis yang sarat makna. Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan piagam penghargaan kepada para donatur yang telah berkontribusi, menyerahkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada dua keluarga penerima manfaat, serta menyerahkan mandat kerja secara resmi dari Pemkab kepada pihak Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi untuk segera memulai proses konstruksi.(*)

Editor : Hamjah

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Melanda Sukabumi, Dapur Rumah Warga Gunungguruh Ambruk Termakan Usia

2 April 2026 - 18:15 WIB

Petugas gabungan dari Tagana, Babinsa, dan aparat desa meninjau puing-puing dapur rumah warga yang ambruk akibat cuaca buruk dan material lapuk di Kampung Ciburial, Desa Cikujang, Sukabumi, Kamis (2/4/2026).

Musdes PAW Desa Sumberjaya Sukses Digelar, Tripudi Indriyanto Menang Mutlak

2 April 2026 - 13:47 WIB

Musyawarah Desa (Musdes) Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Sumberjaya di aula SDN Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi. Ratusan perwakilan warga mengikuti acara dengan tertib, seperti terlihat dalam foto.

Kawat Seling Putus, Jembatan Gantung Cibugel Sukabumi Ambruk Saat Warga Hendak Hadiri PAW Kades

2 April 2026 - 12:58 WIB

Kondisi Jembatan gantung Sungai Cibugel di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang ambruk dan miring kearah kanan setelah kawat seling penopang atas terputus pada Kamis pagi (2/4/2026). Lima unit sepeda motor dilaporkan terjebak di atas jembatan yang rusak tersebut.

Korsleting Listrik, Rumah Warga di Jampang Tengah Sukabumi Hangus Terbakar Tengah Malam

2 April 2026 - 07:54 WIB

Dokumentasi visual menunjukkan kobaran api yang menghanguskan atap kediaman Bapak Dedi di Kampung Bojong Lopang, Desa Jampang Tengah, Sukabumi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Insiden yang bermula sekitar pukul 23:15 WIB ini diduga kuat akibat korsleting listrik.

Pemerintah Resmi Terapkan Transformasi Budaya Kerja: ASN WFH Tiap Jumat, Anggaran Triliunan Direalokasikan

1 April 2026 - 18:31 WIB

Pimpinan kementerian dan lembaga terkait mengenakan peci hitam duduk di meja konferensi di Jakarta saat mengumumkan secara resmi 'Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi'. Di latar depan, lensa kamera jurnalis bersiap mengabadikan momen pemberlakuan WFH nasional bagi ASN setiap Jumat. (JAKARTA, 1 April 2026).

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Penyesuaian Harga BBM di Awal April 2026

1 April 2026 - 17:52 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan penjelasan di hadapan awak media mengenai ketersediaan dan stabilitas harga BBM nasional, menepis isu kenaikan yang sempat meresahkan masyarakat.
Trending di Sukabumi