Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 1 Apr 2026 17:39 WIB

Menepis Isu Kenaikan 1 April 2026: Pemerintah Pastikan Pasokan LPG Aman dan Harga Tetap Stabil


					Menepis Isu Kenaikan 1 April 2026: Pemerintah Pastikan Pasokan LPG Aman dan Harga Tetap Stabil Perbesar

JENTERANEWS.com – Menjelang 1 April 2026, desas-desus mengenai rencana kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kg kembali ramai diperbincangkan publik. Menanggapi isu yang beredar, pemerintah secara tegas menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait penyesuaian harga. Alih-alih menaikkan tarif, fokus utama pemerintah saat ini adalah mengamankan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang kian fluktuatif.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok energi nasional, termasuk LPG, masih berada jauh di atas batas aman.

Strategi Diversifikasi: Amankan Pasokan hingga Pasca-Lebaran

Untuk mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas harga, pemerintah telah menerapkan strategi diversifikasi impor. Langkah ini diambil agar Indonesia tidak hanya bergantung pada pasokan dari satu wilayah, khususnya kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, skema pemenuhan impor LPG nasional sebesar 7,6 juta ton saat ini didominasi oleh Amerika Serikat yang menyumbang sekitar 70% hingga 75%. Sementara itu, pasokan dari Timur Tengah ditekan hingga angka 20%, dan sisanya didatangkan dari negara mitra lain seperti Australia.

Sebagai langkah antisipatif pengamanan pasokan menjelang dan sesudah periode Lebaran, pemerintah juga memastikan kedatangan tambahan pasokan berupa dua kargo LPG dari Australia. Kargo pertama dijadwalkan bersandar pada akhir Maret, disusul pengiriman berikutnya pada awal April 2026.

Pantauan Harga LPG 3 Kg: Masih Sesuai Ketentuan

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan hingga penghujung Maret 2026, harga LPG subsidi 3 kg terbukti belum mengalami lonjakan. Sebagai contoh, di wilayah Tangerang Selatan, dinamika harga masih berada dalam batas wajar dengan rincian:

  • Pangkalan Resmi: Rp19.000 per tabung (sesuai Harga Eceran Tertinggi/HET).

  • Tingkat Pengecer: Berkisar Rp22.000 per tabung. (Selisih harga ini merupakan kompensasi biaya distribusi dan ongkos antar dari pangkalan ke tangan konsumen).

Rincian Harga LPG Non-Subsidi Terkini

Tidak hanya varian subsidi, harga LPG non-subsidi (5,5 kg dan 12 kg) juga terpantau stabil dan tidak mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir pada November 2023. Di tingkat pengecer umum, LPG 5,5 kg dibanderol sekitar Rp110.000, sedangkan varian 12 kg berada di kisaran Rp210.000.

Sementara itu, bagi masyarakat yang membeli langsung melalui Agen Resmi Pertamina, berikut adalah rincian harga yang berlaku (sudah termasuk PPN):

Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara:

  • LPG 5,5 kg: Rp90.000

  • LPG 12 kg: Rp192.000

Wilayah Sumatra dan Sulawesi:

  • LPG 5,5 kg: Rp94.000 – Rp97.000

  • LPG 12 kg: Rp194.000 – Rp202.000

Wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur:

  • LPG 5,5 kg: Rp107.000 – Rp117.000

  • LPG 12 kg: Rp229.000 – Rp249.000

(Catatan: Pembelian di luar radius 60 km dari stasiun pengisian/filling plant berpotensi mengalami sedikit penyesuaian harga akibat tambahan biaya distribusi).

Imbauan untuk Masyarakat

Dengan terjaminnya pasokan dari hulu ke hilir, masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu yang belum terverifikasi dan menghindari perilaku panic buying. Pemerintah menyarankan agar masyarakat selalu melakukan pembelian LPG, khususnya varian subsidi 3 kg, di pangkalan-pangkalan resmi Pertamina untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan ketentuan HET pemerintah.

Bijaklah dalam menggunakan energi dan selalu ikuti pembaruan informasi dari saluran resmi pemerintah untuk menghindari simpang siur isu kenaikan harga.(*)

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 77 kali

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca