Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 1 Apr 2026 11:36 WIB

Ratusan Buruh PT Star Comgistic Indonesia Sukabumi Mogok Kerja Tolak Gelombang PHK


					Ratusan buruh PT Star Comgistic Indonesia di Parungkuda, Sukabumi, berkumpul di area pabrik untuk melakukan aksi mogok kerja spontan, Selasa pagi (31/3/2026). Perbesar

Ratusan buruh PT Star Comgistic Indonesia di Parungkuda, Sukabumi, berkumpul di area pabrik untuk melakukan aksi mogok kerja spontan, Selasa pagi (31/3/2026).

JENTERANEWS.com — Ratusan buruh PT Star Comgistic Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menggelar aksi mogok kerja secara spontan pada Selasa pagi (31/3/2026). Aksi pelumpuhan aktivitas produksi ini dipicu oleh protes keras terhadap gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang menyasar puluhan karyawan tetap secara bertahap.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin, mengonfirmasi bahwa aksi tersebut merupakan wujud akumulasi kekecewaan dan solidaritas para pekerja yang masih berstatus aktif di perusahaan.

“Iya, ini aksi mogok kerja yang dilakukan oleh kawan-kawan yang masih aktif. Mereka memilih tidak melakukan aktivitas kerja sebagai bentuk protes,” tegas Dadeng, Selasa (31/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan di area pabrik mulai meruncing tepat setelah periode libur Lebaran usai. Terhitung sejak 23 Maret 2026, pihak manajemen perusahaan secara sepihak memanggil para karyawan satu per satu untuk menyerahkan surat pemberhentian kerja.

Menurut keterangan Dadeng, proses PHK tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Pada gelombang pertama, tercatat sebanyak 57 karyawan tetap telah diberhentikan. Keresahan para buruh semakin memuncak ketika pihak manajemen kembali memanggil sejumlah pekerja pada Senin (30/3/2026) untuk melanjutkan gelombang pemecatan.

Mayoritas karyawan yang terkena dampak pemutusan kerja ini merupakan pekerja di lini produksi—sektor yang menjadi tulang punggung operasional pabrik tersebut.

“PHK ini terus dilakukan. Hal yang paling disesalkan, yang di-PHK itu adalah karyawan tetap,” ungkap Dadeng, menyoroti kebijakan perusahaan yang dinilai mencederai rasa aman dan kepastian kerja para buruh.

Menghadapi situasi yang mengancam mata pencaharian, riak perlawanan mulai bermunculan. Di antara puluhan buruh yang dipanggil, tercatat ada delapan karyawan yang secara tegas menolak untuk menandatangani surat PHK yang disodorkan oleh manajemen. Mereka memilih untuk berdiri di garis depan melawan kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada nasib pekerja.

Bagi serikat pekerja dan buruh yang terlibat, aksi mogok kerja ini merupakan sinyal darurat bahwa langkah perundingan biasa tidak lagi memadai. Melalui aksi ini, massa buruh menyuarakan dua tuntutan utama kepada manajemen PT Star Comgistic Indonesia, yaitu:

  • Menghentikan seluruh proses dan gelombang PHK terhadap para karyawan.

  • Mempekerjakan kembali seluruh rekan buruh yang sebelumnya telah dirumahkan secara sepihak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Star Comgistic Indonesia belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait aksi mogok kerja yang melumpuhkan operasional pabrik, maupun mengenai tuntutan dari pihak serikat buruh.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 160 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca