Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 8 Agu 2026 22:27 WIB

DPRD Sukabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Purwasedar Soal Penolakan Konser Reggae dan Perlindungan Penyadap Gula Merah


					Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, berdiskusi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Desa Purwasedar di Kantor Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/8/2026) malam. Pertemuan tersebut digelar untuk memfasilitasi aspirasi warga terkait penolakan rencana konser musik reggae sekaligus membahas jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi penderes gula merah. Perbesar

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, berdiskusi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Desa Purwasedar di Kantor Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/8/2026) malam. Pertemuan tersebut digelar untuk memfasilitasi aspirasi warga terkait penolakan rencana konser musik reggae sekaligus membahas jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi penderes gula merah.

JENTERANEWS.com  — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, memfasilitasi penyaluran aspirasi tokoh agama dan masyarakat Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Forum musyawarah yang digelar Pemerintah Desa Purwasedar tersebut menyikapi rencana pergelaran konser musik reggae sekaligus mendorong jaminan perlindungan sosial bagi penderes gula merah setempat.

Pertemuan tersebut diselenggarakan sebagai respons atas rencana konser musik reggae dalam rangka peringatan ulang tahun pertama komunitas penyadap gula merah yang dijadwalkan pada Sabtu (8/8/2026). Rencana pergelaran hiburan tersebut mendapat penolakan dari warga dan tokoh masyarakat usai digelarnya dialog bersama pada Kamis (6/8/2026) malam.

Dadang Hermawan menegaskan bahwa penolakan warga bukan didasari atas kebencian terhadap genre musik reggae, melainkan bentuk kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Warga dan tokoh agama bukan benci terhadap musik reggae. Namun, berdasarkan rekam jejak acara serupa sebelumnya, pergelaran konser kerap dimanfaatkan oknum untuk ajang tawuran dan penyalahgunaan narkoba yang menyasar kalangan pelajar SMP hingga SLTA,” ujar Dadang.

Menurut warga dan tokoh agama setempat, kegiatan peringatan anniversary komunitas penyadap gula merah seharusnya mempertimbangkan norma dan kearifan lokal. Warga menilai pertunjukan kesenian tradisional Sunda maupun wayang golek menjadi alternatif hiburan yang lebih selaras dengan budaya setempat serta minim risiko konflik sosial.

Di samping membahas dinamika pergelaran konser, forum musyawarah tersebut memprioritaskan isu perlindungan keselamatan kerja bagi para penderes. Dadang mencatat ada lebih dari 400 penyadap gula merah di Kecamatan Ciracap dan Kecamatan Surade yang membutuhkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Mengingat tingkat risiko pekerjaan yang tinggi, Dadang mendorong para penderes untuk membentuk wadah organisasi profesi secara resmi. Keberadaan organisasi ini dinilai penting agar akses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat diperjuangkan secara kolektif dan terarah.

“Pekerjaan penyadap gula merah memiliki risiko keselamatan yang tinggi. Pembentukan wadah organisasi sangat krusial agar hak perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan mereka dapat terpenuhi,” lanjutnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Purwasedar, Kasi Trantib, serta jajaran Polsek Ciracap. Hasil dari musyawarah ini disepakati sebagai dasar pertimbangan pengambilan keputusan guna menjaga kondusivitas, keamanan wilayah, serta penghormatan terhadap budaya lokal.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca