Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 18 Jan 2025 07:23 WIB

DPRD Sukabumi Prihatin Nasib Guru Honorer R3, Janji Terus Perjuangkan Hak-Hak Mereka


					Rika Yulistina, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib guru honorer R3. Perbesar

Rika Yulistina, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib guru honorer R3.

JENTERANEWS.com – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Rika Yulistina, menyatakan keprihatinannya terhadap nasib guru honorer, terutama kategori R3, yang telah mengabdi puluhan tahun namun masih minim perhatian dari pemerintah. Pernyataan ini muncul di tengah aksi ratusan guru honorer R3 yang mendatangi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

Rika menilai tuntutan para guru honorer tersebut sangat wajar, mengingat kontribusi besar mereka dalam dunia pendidikan. “Guru harus diperhatikan, mereka berperan penting dalam pendidikan. Maju tidaknya suatu daerah salah satunya tergantung dari pendidikannya. Jadi wajar jika mereka (guru honorer R3) menanyakan nasib mereka ke kantor Setda,” ujar Rika pada Jumat (17/1/2025).

Ia mengakui bahwa kewenangan terkait status PPPK berada di BKPSDM, baik di tingkat daerah maupun pusat. Meskipun demikian, sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan di Komisi IV DPRD, Rika menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak guru honorer. “Kami (Komisi IV) akan terus berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan, agar nasib para guru honorer itu bisa lebih diperhatikan,” katanya.

Rika juga menyadari adanya keterbatasan di pihak pemerintah, baik dari segi anggaran maupun kebijakan. Namun, ia menekankan pentingnya mencari solusi untuk masa depan para guru honorer. “Saya paham di pemerintahan ada keterbatasan anggaran, kebijakan atau lainnya. Tapi, kita akan terus mendorong agar masa depan para guru honorer ada kejelasannya,” tegasnya.

Pernyataan Rika ini memberikan angin segar bagi para guru honorer R3 di Kabupaten Sukabumi yang tengah memperjuangkan kejelasan status dan kesejahteraan mereka. Komitmen DPRD untuk terus mengawal isu ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi nasib para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.(*)

Kontributor: Rudi

Artikel ini telah dibaca 179 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Hujan Deras Melanda Sukabumi, Dapur Rumah Warga Gunungguruh Ambruk Termakan Usia

2 April 2026 - 18:15 WIB

Petugas gabungan dari Tagana, Babinsa, dan aparat desa meninjau puing-puing dapur rumah warga yang ambruk akibat cuaca buruk dan material lapuk di Kampung Ciburial, Desa Cikujang, Sukabumi, Kamis (2/4/2026).

Musdes PAW Desa Sumberjaya Sukses Digelar, Tripudi Indriyanto Menang Mutlak

2 April 2026 - 13:47 WIB

Musyawarah Desa (Musdes) Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Sumberjaya di aula SDN Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi. Ratusan perwakilan warga mengikuti acara dengan tertib, seperti terlihat dalam foto.

Kawat Seling Putus, Jembatan Gantung Cibugel Sukabumi Ambruk Saat Warga Hendak Hadiri PAW Kades

2 April 2026 - 12:58 WIB

Kondisi Jembatan gantung Sungai Cibugel di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang ambruk dan miring kearah kanan setelah kawat seling penopang atas terputus pada Kamis pagi (2/4/2026). Lima unit sepeda motor dilaporkan terjebak di atas jembatan yang rusak tersebut.

Korsleting Listrik, Rumah Warga di Jampang Tengah Sukabumi Hangus Terbakar Tengah Malam

2 April 2026 - 07:54 WIB

Dokumentasi visual menunjukkan kobaran api yang menghanguskan atap kediaman Bapak Dedi di Kampung Bojong Lopang, Desa Jampang Tengah, Sukabumi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Insiden yang bermula sekitar pukul 23:15 WIB ini diduga kuat akibat korsleting listrik.

Pemerintah Resmi Terapkan Transformasi Budaya Kerja: ASN WFH Tiap Jumat, Anggaran Triliunan Direalokasikan

1 April 2026 - 18:31 WIB

Pimpinan kementerian dan lembaga terkait mengenakan peci hitam duduk di meja konferensi di Jakarta saat mengumumkan secara resmi 'Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi'. Di latar depan, lensa kamera jurnalis bersiap mengabadikan momen pemberlakuan WFH nasional bagi ASN setiap Jumat. (JAKARTA, 1 April 2026).

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Penyesuaian Harga BBM di Awal April 2026

1 April 2026 - 17:52 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan penjelasan di hadapan awak media mengenai ketersediaan dan stabilitas harga BBM nasional, menepis isu kenaikan yang sempat meresahkan masyarakat.
Trending di Sukabumi