JENTERANEWS.com – Langkah strategis dalam menekan angka pengangguran dan mencetak tenaga kerja berdaya saing global kembali diperkuat di Kota Sukabumi. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mendampingi langsung kunjungan kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, ke SMK PASIM Sukabumi Go Global, Sabtu (17/1/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting dengan tiga agenda utama: penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Nasional PASIM dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, peresmian PASIM Training Center, serta penguatan program Migrant Center.
Dalam sambutannya, Wali Kota H. Ayep Zaki menegaskan bahwa isu pengangguran masih menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan Pemerintah Kota Sukabumi. Ia menilai kehadiran institusi pendidikan yang proaktif seperti PASIM adalah aset berharga bagi daerah.
“Kami bersyukur PASIM hadir dan terus berkontribusi di Kota Sukabumi. Pemerintah Kota memberikan dukungan penuh terhadap program-program PASIM, termasuk pengembangan Migrant Center, sebagai upaya bersama mengurangi pengangguran,” ujar Ayep Zaki.
Ayep menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membuka keran kesempatan kerja yang lebih luas bagi warga Sukabumi, tidak hanya di level lokal tetapi juga internasional.
Sementara itu, Wamenaker Afriansyah Noor memberikan arahan tegas terkait implementasi kerja sama. Ia mengingatkan bahwa MoU tidak boleh berhenti di atas kertas, melainkan harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang berkelanjutan.
Membawa pesan dari Presiden RI, Afriansyah menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi yang berfokus pada penguatan Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM).
“Dunia pendidikan harus fokus pada STEM agar lulusan kita siap bersaing di sektor formal, mulai dari hospitality, manufaktur, hingga industri berteknologi tinggi,” tegas Afriansyah. Ia juga memuji kredibilitas dan kreativitas PASIM dalam mendukung agenda nasional ketenagakerjaan.
Pihak Yayasan PASIM memaparkan bahwa Migrant Center yang mereka kelola—bekerja sama dengan Kemnaker dan KP2MI—telah berhasil menembus pasar kerja internasional. Program penempatan tenaga kerja ini mencakup negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, Turki, hingga kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Fokus utama program ini adalah memberikan pelatihan kompetensi yang ketat serta memastikan perlindungan menyeluruh bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), sehingga mereka berangkat sebagai tenaga kerja terampil (skilled workers), bukan tenaga kerja kasar.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntandi, Direktur Bina Standarisasi Kompetensi dan Pelatihan Abdullah Qiqi Asmara, Pembina Yayasan PASIM Rinalwan Buchori, Ketua Yayasan PASIM Sukabumi Wati Purnaningrum, serta Rektor Universitas Nasional PASIM Prof. Armai Arief.
Sinergi segitiga emas antara Pemerintah Daerah, Kementerian Ketenagakerjaan, dan lembaga pendidikan ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi melalui penciptaan tenaga kerja yang kompeten dan mendunia.(*)
Laporan : Awang
Editor : Hamjah















