Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 6 Jun 2026 13:41 WIB

Hari Lingkungan Hidup 2026: Disperkim Sukabumi Pacu Transformasi ‘Green Settlement’ Hadapi Krisis Iklim


					Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, dalam poster peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Disperkim berkomitmen mendorong transformasi pembangunan perumahan berbasis keberlanjutan lingkungan (green settlement) guna menghadapi dampak nyata perubahan iklim di daerah. Perbesar

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, dalam poster peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Disperkim berkomitmen mendorong transformasi pembangunan perumahan berbasis keberlanjutan lingkungan (green settlement) guna menghadapi dampak nyata perubahan iklim di daerah.

JENTERANEWS.com — Sektor perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini diposisikan sebagai garda terdepan dalam upaya adaptasi serta mitigasi perubahan iklim. Langkah strategis ini diambil guna merespons tantangan urbanisasi yang pesat, keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH), serta ancaman penurunan kualitas lingkungan di wilayah hunian.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” dan slogan nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Menurut Sendi, krisis iklim bukan lagi sekadar isu global yang jauh dari realitas, melainkan tantangan nyata yang berkaitan erat dengan tata kelola wilayah permukiman di daerah. Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa paradigma pembangunan permukiman ke depan harus bertransformasi dengan mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan daripada sekadar mengejar target kuantitas fisik.

“Permukiman bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sistem yang harus mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Kita dorong konsep pembangunan yang lebih hijau, hemat energi, serta memperkuat ruang terbuka hijau di kawasan hunian,” ujar Sendi dalam keterangan resminya, Sabtu (6/6/2026).

Sendi memaparkan, dampak perubahan iklim saat ini kian dirasakan langsung oleh masyarakat. Manifestasi klinis dari krisis tersebut di antaranya mencakup lonjakan suhu lingkungan, tingginya risiko banjir di kawasan padat penduduk, hingga penurunan kualitas air bersih dan sistem sanitasi warga. Mengingat dampak domino tersebut, sektor permukiman dinilai memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam menentukan indeks ketahanan lingkungan suatu daerah.

Sebagai langkah konkret, Disperkim Kabupaten Sukabumi menggariskan lima fokus kebijakan strategis untuk mengoperasionalkan agenda aksi iklim tersebut, antara lain:

  1. Penguatan konsep perumahan ramah lingkungan (green settlement): Mendorong pembangunan yang tidak hanya mengutamakan estetika visual, tetapi juga memiliki daya dukung lingkungan yang kuat.

  2. Penataan kawasan kumuh: Merevitalisasi wilayah padat agar bertransformasi menjadi kawasan yang lebih layak huni dan sehat.

  3. Peningkatan akses sanitasi dan drainase berkelanjutan: Mengurangi risiko pencemaran dan genangan air di area domestik.

  4. Integrasi ruang terbuka hijau: Memastikan ketersediaan porsi RTH yang memadai di dalam kawasan pemukiman.

  5. Edukasi masyarakat: Membangun kesadaran publik mengenai pentingnya pola hidup hemat energi dan konservasi air.

Kendati pemerintah daerah terus memacu regulasi dan pembenahan infrastruktur, Sendi menggarisbawahi bahwa keterlibatan masyarakat merupakan faktor penentu keberhasilan mitigasi ini. Perubahan perilaku sederhana di tingkat rumah tangga, seperti pengelolaan sampah mandiri, penghijauan pekarangan, serta pemanfaatan air secara bijak, diyakini akan memberikan dampak masif jika dilakukan secara kolektif.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Krisis iklim tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” pungkas Sendi.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan kampanye nasional lewat tagar #NowForClimate, Disperkim Kabupaten Sukabumi berkomitmen penuh untuk mempercepat transformasi pembangunan daerah agar lebih adaptif, resilien, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim global ke depan.(*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Tragedi Kekerasan Seksual Anak di Sukabumi: Korban Trauma Berat, Polisi Terapkan UU Peradilan Pidana Anak

27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Puncak Peringatan HUT ke-75 IBI: Bupati Sukabumi Apresiasi Peran Strategis Bidan sebagai Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

27 Juni 2026 - 18:46 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (kanan depan), secara simbolis memegang plakat Santunan Bantuan Pembangunan Perumahan Korban Bencana Alam senilai Rp50.000.000 dari Forum Silaturahmi Lintas Profesi Kesehatan (Forsilipro) pada acara Puncak Peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Hotel Augusta Cikukulu, Sabtu (27/6/2026). Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi dan kepedulian sosial tenaga kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

Ratusan Massa “Akbar 2626” Geruduk DPRD Kota Sukabumi, Tagih Janji Hak Angket dan Pemakzulan Wali Kota

27 Juni 2026 - 18:31 WIB

orator dari massa Aksi Bela Rakyat (Akbar) 2626 tengah menyampaikan orasi terkait tuntutan hak angket dan pemakzulan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dari atas mobil komando di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jumat (26/6/2026).

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Kabandungan Sukabumi, 6 Jiwa Mengungsi

27 Juni 2026 - 09:59 WIB

Petugas gabungan dari P2BK Kabandungan dan unsur lainnya meninjau kondisi interior rumah yang terdampak kebakaran di Kampung Pajagan Girang, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (26/6). Terlihat bagian bangunan yang hangus dan sisa barang rumah tangga yang terbakar. Kebakaran ini diduga kuat akibat korsleting listrik.

Nekat Merusak Sel dan Serang Petugas, Pelarian Tahanan Polsek Lengkong Berakhir di Lapas

26 Juni 2026 - 20:31 WIB

Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Cibadak Sukabumi, Pemadaman Sempat Terkendala Akses Sempit

26 Juni 2026 - 20:26 WIB

Petugas Pemadam Kebakaran Posko V Cibadak bersama personel P2BK dan warga sekitar bahu-membahu menyemprotkan air guna melakukan pendinginan pada sisa-sisa material rumah Ibu Elim Halimah yang luluh lantak akibat kebakaran di Kampung Johor, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/6/2026).
Trending di Sukabumi