JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Curugkembar pada Minggu (24/11) sore menyebabkan terjadinya pergerakan tanah. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan infrastruktur jalan.
Berdasarkan laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Curugkembar Suryana, pergerakan tanah terparah terjadi di Kampung Cimanggu, Desa Curugkembar. Satu rumah yang dihuni oleh tiga kepala keluarga (KK) atau sekitar delapan jiwa mengalami kerusakan berat akibat terdampak pergerakan tanah tersebut.
“Akibat kejadian ini, warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke rumah saudara mereka,” ujar Suryana, petugas P2BK Curugkembar.
Selain di Kampung Cimanggu, pergerakan tanah juga mengancam rumah warga di Kampung Cibadak, Desa Curugkembar. Sementara itu, di Kampung Cibeas, Desa Mekartanjung, jalan desa mengalami kerusakan akibat amblas.
Kondisi cuaca yang masih hujan dengan intensitas sedang membuat pihak berwenang mengkhawatirkan adanya pergerakan tanah susulan. “Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika merasa terancam,” imbau Suryana.
Pemerintah Kecamatan Curugkembar bersama perangkat desa, TNI, Polri, Tagana, dan relawan telah melakukan assesment ke lokasi kejadian. Beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini antara lain: Pengkajian: Perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait kondisi tanah dan bangunan yang terdampak. Bahan pangan: Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengungsi. Bronjong dan batu belah: Untuk penanganan darurat pada lokasi yang mengalami pergerakan tanah. Bahan bangunan: Untuk perbaikan rumah warga yang rusak.
P2BK mengingatkan kepada semua warga akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama pada musim hujan seperti saat ini. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.(*)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















