JENTERANEWS.com – Bencana kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah kediaman warga di Kampung Bojong Lopang, Kecamatan Jampang Tengah, hangus dilalap si jago merah pada Rabu (1/4/2026) menjelang tengah malam. Berdasarkan identifikasi awal, insiden ini dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Berdasarkan laporan resmi yang dihimpun oleh Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Jampang Tengah, Raika, peristiwa nahas tersebut terjadi pada pukul 23:15 WIB. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan kediaman milik Bapak Dedi yang berlokasi tepat di wilayah RT 003 RW 001, Desa Jampang Tengah.
“Dampak dari kejadian ini menimpa satu kepala keluarga (KK) yang terdiri dari tiga jiwa. Saat ini, dua orang di antaranya terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman,” lapor Raika dalam keterangan tertulisnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, keluarga penyintas saat ini sangat membutuhkan perhatian karena dilaporkan masih belum menerima bantuan logistik maupun material pascakejadian.
Mengetahui adanya kobaran api, warga setempat dengan sigap bahu-membahu melakukan upaya pemadaman darurat. Kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan secara total berkat respons cepat dan sinergi dari armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi bersama warga.
Proses penanggulangan bencana ini dikoordinasikan secara terpadu oleh berbagai unsur di lapangan, yang terdiri dari:
-
Anggota Damkar Kabupaten Sukabumi
-
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikembar
-
Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat
-
Satpol PP dan jajaran aparat Kecamatan Jampang Tengah
-
Personil Tagana Kabupaten/Kota
Mengingat penyebab utama kebakaran berasal dari insiden kelistrikan, pihak Tagana mengeluarkan rekomendasi tegas kepada masyarakat luas agar lebih mawas diri.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan instalasi listrik. Mohon agar selalu memperhatikan penggunaan alat-alat seperti pengisi daya (charger) gawai maupun terminal listrik, pastikan dicabut jika tidak digunakan untuk mencegah terjadinya korsleting yang memicu kebakaran,” tutup imbauan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian material yang dialami oleh korban. Masyarakat sekitar diimbau untuk turut bergotong royong membantu meringankan beban keluarga Bapak Dedi yang kini kehilangan tempat tinggalnya.(*)















