Menu

Mode Gelap

Hukum · 18 Mar 2025 23:19 WIB

Misteri Scoopy Terlantar di Pinggir Jalan Siliwangi, Sukabumi: Pemiliknya Masih Dicari


					Honda Scoopy warna krem kombinasi merah dengan nopol F 4075 TE yang di temukan di pinggir jalan raya Siliwangi, di Kampung Cipanggulaan, RT 06/03, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Polsek Parungkuda Perbesar

Honda Scoopy warna krem kombinasi merah dengan nopol F 4075 TE yang di temukan di pinggir jalan raya Siliwangi, di Kampung Cipanggulaan, RT 06/03, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Polsek Parungkuda

JENTERANEWS.com – Sebuah sepeda motor Honda Scoopy berwarna krem kombinasi merah dengan nomor polisi F 4075 TE ditemukan terlantar di pinggir Jalan Raya Siliwangi, tepatnya di Kampung Cipanggulaan, RT 06/03, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (18/3/2025). Penemuan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga sekitar dan pihak kepolisian.

Motor tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Buyok sekitar pukul 04.00 WIB. Ia melihat motor tersebut terparkir di pinggir jalan nasional Sukabumi-Bogor, lengkap dengan sebuah helm yang tergeletak tidak jauh dari lokasi motor. Namun, posisi helm tersebut terpisah dari motor, ditemukan di dekat sebuah warung.

“Motor dan helmnya posisinya tergeletak berjauhan. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana awalnya motor itu bisa ada di sana. Hingga pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB, motor masih berada di lokasi yang sama,” ungkap Euis Seminar (50 tahun), Ketua RT 06 setempat.

Karena tak kunjung ada yang mengklaim kepemilikan motor tersebut, Euis mengambil inisiatif untuk mengamankannya ke rumahnya. Ia juga menyebarkan informasi melalui grup WhatsApp perangkat desa dan kelompok RT setempat, berharap pemilik motor dapat segera ditemukan.

“Kami umumkan di grup WhatsApp perangkat desa dan kelompok RT setempat agar siapa pun yang merasa kehilangan motor dengan nomor polisi tersebut bisa mengambilnya, asalkan membawa surat-surat kendaraan yang lengkap,” jelas Euis.

Saat ditemukan, motor dalam keadaan tidak terkunci, namun kunci kontaknya tidak ada. Sebuah kantong plastik hitam berisi minuman teh botol ditemukan tergantung di motor. Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Euis akhirnya menyerahkan motor tersebut ke Polsek Parungkuda untuk diamankan.

“Kami sudah lapor ke Polsek Parungkuda, bahkan tadi sudah ada telepon dari Kanit Reskrim. Supaya lebih aman dan jelas kepemilikannya, akhirnya motor dibawa ke Polsek,” jelasnya.

Setelah waktu magrib, Euis menyerahkan motor tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Pondokaso Landeuh, Bripka Jumadi, untuk diamankan di Polsek Parungkuda sambil menunggu pemiliknya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada warga yang mengaku sebagai pemilik kendaraan tersebut.

Polsek Parungkuda mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Parungkuda dengan membawa bukti kepemilikan yang sah.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Parungkuda dengan membawa bukti kepemilikan yang sah,” ujar Bripka Jumadi.

Penemuan motor terlantar ini menjadi misteri yang belum terpecahkan. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pemilik motor dan alasan mengapa motor tersebut ditinggalkan di pinggir jalan. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.(*)

Laporan: Awang

Artikel ini telah dibaca 179 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polres Sukabumi Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Wilayah, 9 Tersangka dan 15 Motor Diamankan

5 Juni 2026 - 20:28 WIB

Kapolres Sukabumi AKBP Samian bersama sejumlah personel Satreskrim Polres Sukabumi saat memeriksa deretan sepeda motor hasil sitaan dari sindikat curanmor dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Jumat (5/6/2026). Sebanyak 15 unit sepeda motor berhasil diamankan dalam Operasi Jaran Lodaya 2026.

Kecelakaan Maut di Warudoyong Sukabumi: Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Honda CBR

5 Juni 2026 - 20:13 WIB

Ilustrasi: Kecelakaan Maut di Warudoyong Sukabumi: Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Honda CBR

Dongkrak Pelayanan Publik, DKP Sukabumi Jaring 8 Inovasi Pangan Unggulan

5 Juni 2026 - 20:03 WIB

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B., MARS., M.Kom. (tengah, kemeja batik putih), berfoto bersama perwakilan Tim Penilai dari BAPPERIDA Kabupaten Sukabumi, Irvan Aprianto, S.Pi., M.Si. (keenam dari kiri, rompi hitam), beserta jajaran pejabat struktural dan peserta usai pembukaan Lomba Inovasi Daerah Tingkat Perangkat Daerah Tahun 2026 di Aula DKP, Jumat (5/6).

Serap Aspirasi Dapil V, Anggota DPRD Sukabumi Ai Sri Mulyati Dorong Perubahan Perbup Jalan Lingkungan

5 Juni 2026 - 19:50 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ai Sri Mulyati, S.Ag., sedang memberikan sambutan dalam acara Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2026 di Dapil V, Jumat (5/6/2026).

Diterjang Cuaca Ekstrem, Dua Desa di Parakansalak Sukabumi Dikepung Longsor dan Banjir Irigasi

5 Juni 2026 - 18:56 WIB

Tim gabungan PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Sukabumi, bersama petugas Babinsa, Babinmas, Pol PP, dan P2BK, melakukan asesmen lapangan di lokasi Tanggul Penahan Tanah (TPT) saluran irigasi yang jebol di Kampung Babakan, Desa Sukatani, Parakansalak, pada Kamis (4/6/2026). Jebolnya infrastruktur ini menyebabkan ± 50 hektare sawah warga kini dalam kondisi kering. Tampak petugas sedang mengamati aliran air di area tanggul yang hancur.

Diduga Sengaja Dibakar, Rumah Panggung di Jampangkulon Sukabumi Ludes Dilalap Api

5 Juni 2026 - 11:15 WIB

Kobaran api tampak menghanguskan seluruh bangunan rumah panggung berukuran 5x6 meter di Kampung Cilubang RT 06/02, Kelurahan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Kamis sore (4/6/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Insiden kebakaran yang menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah ini diduga kuat dipicu oleh unsur kesengajaan. Saat ini, penghuni rumah dilaporkan selamat dan mengungsi ke rumah kerabat.
Trending di Sukabumi