Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 3 Okt 2026 13:36 WIB

Nahas! Main HP Berujung Maut di Jembatan Kereta Cipelang


					Anggota Polsek Warudoyong dan petugas forensik memeriksa lokasi penemuan mayat pria berinisial S (25) di aliran Sungai Cipelang, Sukabumi, Jumat (2/10/2026). Korban diduga melompat atau terjatuh dari jembatan kereta api di atas lokasi temuan. Perbesar

Anggota Polsek Warudoyong dan petugas forensik memeriksa lokasi penemuan mayat pria berinisial S (25) di aliran Sungai Cipelang, Sukabumi, Jumat (2/10/2026). Korban diduga melompat atau terjatuh dari jembatan kereta api di atas lokasi temuan.

JENTERANEWS.com – Seorang pria berinisial S (25), warga Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Cipelang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, pada Jumat (2/10/2026) siang. Korban diduga kuat tewas usai terjatuh dari atas jembatan rel kereta api yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.

Kapolsek Warudoyong Resor Sukabumi Kota, AKP Maulana Arif, mengonfirmasi peristiwa penemuan mayat tersebut. Pihaknya segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 10.15 WIB usai menerima laporan masyarakat terkait keberadaan seorang pria yang tergeletak di aliran sungai.

“Sebelumnya kami mendapat informasi bahwa ada seorang laki-laki tergeletak di aliran sungai. Setelah itu, saya bersama anggota langsung menuju lokasi,” ujar AKP Maulana Arif, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, korban sebelumnya terlihat berada di atas jembatan rel kereta api. Saksi menyebutkan bahwa korban tampak sedang memainkan telepon selulernya sebelum akhirnya terjatuh bebas ke dasar Sungai Cipelang.

Guna kepentingan penyelidikan, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi pada hari yang sama. Ketua Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, dr. Nurul Aida Fathya, menyatakan bahwa jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, pemeriksaan baru dapat dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB setelah pihak medis menerima kelengkapan surat permintaan visum dari Polsek Warudoyong.

“Saat pemeriksaan, kondisi korban sudah terbungkus kantong mayat dan sudah ditemukan tanda pasti kematian,” ungkap dr. Aida dalam keterangan resminya pada Sabtu (3/10/2026).

Melalui proses pemeriksaan luar, tim dokter forensik menemukan berbagai luka yang tersebar di area wajah, badan, hingga keempat alat gerak korban. dr. Aida memastikan bahwa rentetan luka tersebut merupakan akibat dari benturan atau kekerasan tumpul.

Luka-luka yang ditemukan meliputi luka lecet, memar, hingga luka terbuka di bagian wajah dan lengan atas kanan. Selain itu, tim medis juga mengidentifikasi adanya patah tulang terbuka pada lengan atas kanan, serta patah tulang tertutup pada bagian rahang atas dan tungkai atas kanan.

Kendati luka yang diderita korban tergolong sangat parah, pihak medis menyatakan tidak bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian pemuda tersebut.

“Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan autopsi sesuai dengan permintaan dari pihak kepolisian,” pungkas dr. Aida.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian setempat guna memastikan kronologi pasti terkait jatuhnya korban dari jembatan rel kereta api tersebut.(*)

Sumber: @dk
Redaktur: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca