JENTERANEWS.com – Upaya pencarian intensif terhadap dua pemancing yang terseret ombak di Pantai Cikeueus Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban atas nama Ujang Agus (40) dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (19/11) pagi.
Penemuan ini sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur potensi SAR.
Kepala Pos SAR Sukabumi mengonfirmasi bahwa jenazah Ujang Agus ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB. Tubuh korban teridentifikasi mengapung di sekitar Perairan Pantai Cibakung, berjarak kurang lebih 1 Nautical Mile (NM) dari lokasi kejadian awal (LKK).
“Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban dan membawanya menuju RSUD Palabuhan Ratu untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar koordinator lapangan dalam keterangan tertulisnya.
Sebelumnya, korban lain atas nama Deni Setiawan (35), warga Kp. Otista, Kelurahan Pelabuhanratu, juga dilaporkan hilang dalam insiden yang sama. Dengan ditemukannya Ujang Agus, maka seluruh korban dalam peristiwa ini telah berhasil dievakuasi.
Pada hari Rabu (19/11), operasi SAR dimulai kembali sejak pukul 07.00 WIB. Mengingat kondisi medan dan cuaca, Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan penyisiran:
-
SRU 1 (Pencarian Laut): Menggunakan perahu LCR (Landing Craft Rubber) dengan menyisir area perairan sejauh 6 NM dari lokasi kejadian.
-
SRU 2 (Pencarian Darat): Melakukan penyisiran di sepanjang bibir pantai sejauh 5 KM dari titik kejadian.
-
SRU 3 (Pemantauan Visual): Melakukan pengamatan dari ketinggian melalui Puncak Aher dan Puncak Dini untuk mendeteksi keberadaan korban dari atas.
Operasi ini tidak berjalan tanpa hambatan. Tim di lapangan harus berhadapan dengan faktor cuaca ekstrem yang menghambat pergerakan. Hujan deras disertai angin kencang serta gelombang laut yang tinggi menjadi tantangan utama bagi tim yang melakukan penyisiran, khususnya di area laut (SRU 1).
Meski demikian, berkat kesigapan personel dan dukungan alat utama sistem pertahanan (alutsista) SAR seperti Rescue Car Hilux, Perahu Karet, serta peralatan selam dan air, misi ini dapat diselesaikan.
Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja sama solid dari berbagai elemen. Sebanyak 19 unsur terlibat langsung dalam misi kemanusiaan ini, antara lain:
Pos SAR Sukabumi, Polsek Ciemas, Polair Polres Sukabumi, Pos AL Pelabuhanratu, Koramil Ciemas, P2BK BPBD (Kab. Sukabumi & Kec. Ciracap), serta berbagai organisasi relawan seperti Pramuka Peduli, Sarda, Sehati Gerak Bersama, SAR Khatulistiwa, dan masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Laporan: Aris Jampang
Editor: Hamjah















