Menu

Mode Gelap

Bencana · 6 Mar 2025 12:43 WIB

Patung Penyu Sukabumi Viral: Kardus atau Resin? Gubernur Jabar Turun Tangan


					Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menerjunkan tim inspektorat untuk mengaudit proyek patung penyu di Alun-alun Gadobangkong, menyusul viralnya video yang memperlihatkan kondisi patung yang rusak. Perbesar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menerjunkan tim inspektorat untuk mengaudit proyek patung penyu di Alun-alun Gadobangkong, menyusul viralnya video yang memperlihatkan kondisi patung yang rusak.

JENTERANEWS.com – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi patung penyu rusak di Alun-alun Gadobangkong, Sukabumi, mendadak viral di media sosial. Patung yang disebut-sebut bernilai miliaran rupiah itu tampak robek dan penyok, memperlihatkan lapisan dalam yang menyerupai kardus.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram pada Selasa (4/3/2025), dan langsung menuai respons keras dari warganet. Banyak yang mempertanyakan kualitas dan transparansi anggaran proyek, bahkan menandai akun Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar turun tangan.

Menanggapi kehebohan ini, Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim inspektorat untuk mengaudit proyek tersebut. “Mengenai ramainya patung penyu yang isinya kardus, saya tidak akan memberikan komentar terlalu panjang. Saya sudah meminta inspektorat provinsi Jawa Barat untuk turun ke lapangan mengaudit kegiatan proyek tersebut,” ujarnya melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Kamis (6/3/2025).

Dedi berjanji akan mengumumkan hasil audit kepada publik secepatnya, agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang objektif.

Sementara itu, pihak rekanan proyek, Imran Firdaus, membantah bahwa patung tersebut terbuat dari kardus. Ia menjelaskan bahwa material yang digunakan adalah resin dan fiberglass, yang umum digunakan untuk patung luar ruangan. “Kami tegaskan bahwa biaya pembuatan ornamen penyu ini sekitar Rp 30 juta, sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dalam proyek,” tegas Imran, Rabu (5/3/2025).

Imran menjelaskan bahwa material kardus yang terlihat dalam video hanyalah alat bantu dalam proses pencetakan. Ia juga menyayangkan tindakan pengunjung yang sering menaiki patung untuk berfoto, yang mempercepat kerusakan struktur.

Terkait anggaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menjelaskan bahwa anggaran Rp15,6 miliar itu bukan hanya untuk membuat Patung Penyu saja, melainkan mencakup keseluruhan fasilitas di Alun-alun Gado Bangkong.

Publik kini menanti hasil audit dari inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui kebenaran material dan anggaran proyek patung penyu ini.(*)

Laporan: Ijus


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 131 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Desa Curugkembar Jadi Tuan Rumah Pembekalan Wirausaha Purna Pekerja Migran Sukabumi

16 September 2026 - 10:40 WIB

Kelompok peserta purna pekerja migran, mengenakan sarung tangan dan berkerudung, antusias mengikuti sesi praktik kewirausahaan di Aula Desa Curugkembar. Mereka terlihat didampingi oleh fasilitator dan mempraktikkan keterampilan produksi menggunakan peralatan

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca