Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 17 Jan 2026 17:10 WIB

Polri Hadir di Tengah Bencana: Ratusan Warga Aceh Terlayani dalam Operasi Kemanusiaan Bakti Kesehatan


					Sentuhan Kemanusiaan. Seorang tenaga medis dari tim gabungan Polri tengah memeriksa kesehatan seorang anak korban banjir di posko darurat kawasan Aceh Tengah, Januari 2026. Ratusan warga di empat kabupaten mendapatkan layanan medis gratis dan trauma healing sebagai bagian dari Bakti Kesehatan Polri dalam penanggulangan pascabencana. Perbesar

Sentuhan Kemanusiaan. Seorang tenaga medis dari tim gabungan Polri tengah memeriksa kesehatan seorang anak korban banjir di posko darurat kawasan Aceh Tengah, Januari 2026. Ratusan warga di empat kabupaten mendapatkan layanan medis gratis dan trauma healing sebagai bagian dari Bakti Kesehatan Polri dalam penanggulangan pascabencana.

JENTERANEWS.com – Di bawah tenda darurat yang sederhana namun menyejukkan, semangat kemanusiaan terpancar nyata. Seorang tenaga medis berrompi Polri tampak berlutut, dengan lembut memeriksa kondisi kesehatan seorang anak perempuan bermasker oranye yang didampingi ibunya. Pemandangan di Posko Kesehatan ini menjadi salah satu potret haru dari rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) yang digelar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di wilayah terdampak banjir Provinsi Aceh.

Pasca-banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Polri tidak hanya hadir untuk memastikan keamanan, namun juga mengambil peran vital dalam pemulihan fisik dan psikis korban bencana. Melalui “Operasi Aman Nusa II”, tim gabungan Polri menggelar pelayanan kesehatan maraton selama dua hari, Rabu hingga Kamis (14–15 Januari 2026).

Fokus utama operasi kemanusiaan ini berada di wilayah hukum Polres Aceh Tengah, namun jangkauannya diperluas hingga ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Strategi ini diambil guna memastikan masyarakat yang berada di kantong-kantong wilayah terisolir tetap mendapatkan hak pelayanan medis.

Di Kecamatan Linge, Aceh Tengah, tim medis menyisir Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, dan Desa Kute Reje. Sejak pukul 09.00 WIB, personel Sidokkes Polres Aceh Tengah bersinergi dengan tenaga medis Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Jawa Tengah memberikan layanan gratis.

“Kami tidak bisa diam menunggu. Banyak warga yang aksesnya terputus ke Puskesmas. Oleh karena itu, tim medis kami turun langsung, bahkan door to door ke rumah warga yang tidak sanggup berjalan ke posko,” ujar salah satu petugas medis di lokasi.

Berdasarkan data lapangan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Di Aceh Tengah saja, tercatat 326 warga mendapatkan pengobatan. Tim medis yang dipimpin oleh Kasidokkes Polres Aceh Tengah, IPDA Johariyadi, S.Kep., dan IPDA dr. Henri Aprilio Purnomo, menemukan mayoritas pengungsi menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, dispepsia (gangguan pencernaan), dan penyakit kulit kutu air (tinea pedis) akibat lingkungan yang lembap.

Rahmawati (47), warga Desa Jamat, tak kuasa menahan haru saat diperiksa. “Sejak banjir kemarin, banyak warga batuk dan sesak napas. Kami sulit berobat karena jalan rusak. Alhamdulillah, polisi datang memeriksa dan memberi obat. Kehadiran bapak-bapak polisi sangat menenangkan kami,” tuturnya.

Tak hanya fisik, kesehatan mental pun menjadi perhatian utama. Pada hari kedua, Kamis (15/1/2026), kegiatan meluas ke Kabupaten Bener Meriah (Desa Rusip dan Tembolon). Di sini, selain melayani 84 pasien umum, tim Polri menggelar sesi trauma healing bagi 41 anak-anak. Metode pendekatan psikologis ini dilakukan untuk mengembalikan keceriaan anak-anak yang sempat terguncang akibat bencana.

Sementara itu, pelayanan serupa juga digelar di Desa Lancok, Aceh Utara (67 pasien) dan Posko Kesehatan Aceh Tamiang (61 pasien), dengan dukungan tenaga medis gabungan dari Biddokkes Polda Aceh, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah.

Kabid Dokkes Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang kesusahan.

“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami mengerahkan tenaga medis lintas Polda agar pelayanan bisa menjangkau desa-desa yang sulit diakses. Tujuannya satu: mencegah munculnya wabah penyakit pascabencana,” tegas Kombes Pol dr. Dafianto.

Operasi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah lumpur dan puing sisa bencana, Polri hadir sebagai penyembuh luka, membawa harapan bagi warga Aceh untuk segera bangkit dan pulih kembali.(*)

Jurnalis: Julius 

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

AWAL TAHUN 2026: Polres Sukabumi Kota Gulung Puluhan Pelaku Kriminal dan Sita Narkoba Senilai Ratusan Juta Rupiah SUKABUMI

13 Februari 2026 - 07:16 WIB

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo (tengah), didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan konvensional dan narkoba saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026). Selama awal tahun 2026, polisi berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan 50 tersangka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Sukabumi Resmikan Infrastruktur Energi Terbarukan

12 Februari 2026 - 16:41 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (baju biru), mendengarkan penjelasan teknis mengenai cara kerja reaktor biogas usai peresmian di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Fasilitas ini mampu mengolah limbah dapur MBG menjadi energi terbarukan.

Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Cidadap Sukabumi Rata dengan Tanah

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, relawan Tagana (berompi oranye), dan perangkat desa setempat meninjau langsung kondisi rumah panggung milik Bapak Jaja yang mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kampung Cigotong, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2).

Kawal Pembangunan Pelosok, DPRD Kabupaten Sukabumi Tegaskan Komitmen Penuh dalam TMMD ke-127

12 Februari 2026 - 12:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai komitmen penuh DPRD dalam mendukung kesuksesan program TMMD ke-127 Tahun 2026 demi percepatan pembangunan desa.

Gedung MIS Cicayur Sukabumi Rusak Parah, Guru Terpaksa Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan

11 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cicayur di Kampung Ciwalat, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan ini mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, dan lantai ruang kelas.

DPRD Kabupaten Sukabumi Pasang Badan Kawal Tol Bocimi Seksi 3, Ingatkan Jangan Ada Isu Liar yang Hambat Pembangunan

11 Februari 2026 - 08:05 WIB

Suasana musyawarah strategis lintas sektor di Ruang Meeting Universitas Nusa Putra, Selasa (10/2/2026)
Trending di Sukabumi