Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Des 2025 22:22 WIB

Proyek “Amburadul” di Cidadap Disorot Tajam! Anggaran 144 Juta Diduga Jadi Bancakan, Kualitas Aspal CV. BELHARCO IDR Dinilai Abal-abal


					Warga memperlihatkan material aspal yang rapuh dan mudah terkelupas di lokasi proyek Desa Cidadap. Lemahnya kualitas pengerjaan memicu dugaan kurangnya pengawasan dari Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi terhadap kontraktor pelaksana. (Foto: Tangkapan Layar Video) Perbesar

Warga memperlihatkan material aspal yang rapuh dan mudah terkelupas di lokasi proyek Desa Cidadap. Lemahnya kualitas pengerjaan memicu dugaan kurangnya pengawasan dari Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi terhadap kontraktor pelaksana. (Foto: Tangkapan Layar Video)

JENTERANEWS.com – Gelombang kekecewaan masyarakat tak terbendung. Proyek peningkatan jalan lingkungan yang berlokasi di Kp. Pasir Haleang, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, yang menelan anggaran ratusan juta rupiah, kini jadi bulan-bulanan warga dan viral di media sosial.

Alih-alih menikmati jalan mulus, warga justru disuguhkan hasil pengerjaan yang dinilai “bobrok” dan jauh dari standar kelayakan. Proyek yang berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) ini diduga kuat dikerjakan secara asal-asalan demi mengejar target waktu atau keuntungan semata.

Papan informasi proyek peningkatan jalan lingkungan oleh pelaksana CV. BELHARCO IDR. Terpampang jelas nilai kontrak ratusan juta rupiah, namun transparansi anggaran ini justru menjadi sorotan tajam lantaran hasil di lapangan dinilai tidak sebanding dengan uang rakyat yang dikeluarkan. (Foto: Istimewa)

Papan informasi proyek peningkatan jalan lingkungan oleh pelaksana CV. BELHARCO IDR. Terpampang jelas nilai kontrak ratusan juta rupiah, namun transparansi anggaran ini justru menjadi sorotan tajam lantaran hasil di lapangan dinilai tidak sebanding dengan uang rakyat yang dikeluarkan. (Foto: Istimewa)

Berdasarkan data yang tertera pada papan informasi proyek, pekerjaan dengan Nomor SPK: 000.3.2/E103/SPMK/Bid. PB/DPKP/X/2025 ini dilaksanakan oleh CV. BELHARCO IDR. Proyek ini menyedot uang rakyat dari APBD Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 144.694.000,- dengan masa kerja 45 hari kalender.

Namun, realita di lapangan berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang digelontorkan. Dalam video dan foto yang beredar luas, terlihat lapisan aspal yang digelar tampak rapuh, kasar, dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Warga setempat menilai pihak rekanan bekerja setengah hati.

“Ini uang negara, uang rakyat, kenapa hasilnya seperti main-main? Baru saja digelar tapi kualitasnya sudah meragukan. Kalau begini caranya, sebentar juga hancur lagi kena hujan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada geram.

Publik kini mendesak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Sukabumi untuk tidak “tutup mata”. Fungsi pengawasan dari dinas terkait dipertanyakan. Bagaimana bisa pekerjaan dengan kualitas rendah bisa lolos dari pantauan pengawas lapangan?

Jika benar ditemukan adanya pengurangan volume atau ketidaksesuaian spesifikasi, maka Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat wajib turun tangan untuk mengaudit proyek jalan lingkungan di Cidadap ini. Jangan sampai proyek infrastruktur yang sejatinya untuk kemaslahatan warga, justru jadi ladang basah bagi kontraktor nakal yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat Desa Cidadap menuntut pihak CV. BELHARCO IDR segera melakukan perbaikan total dan bertanggung jawab penuh sebelum serah terima pekerjaan dilakukan. Jangan biarkan anggaran ratusan juta terbuang percuma hanya untuk menghasilkan jalan yang “sekali pakai”. (*)

[Hamjah]

Artikel ini telah dibaca 137 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Melanda Sukabumi, Dapur Rumah Warga Gunungguruh Ambruk Termakan Usia

2 April 2026 - 18:15 WIB

Petugas gabungan dari Tagana, Babinsa, dan aparat desa meninjau puing-puing dapur rumah warga yang ambruk akibat cuaca buruk dan material lapuk di Kampung Ciburial, Desa Cikujang, Sukabumi, Kamis (2/4/2026).

Musdes PAW Desa Sumberjaya Sukses Digelar, Tripudi Indriyanto Menang Mutlak

2 April 2026 - 13:47 WIB

Musyawarah Desa (Musdes) Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Sumberjaya di aula SDN Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi. Ratusan perwakilan warga mengikuti acara dengan tertib, seperti terlihat dalam foto.

Kawat Seling Putus, Jembatan Gantung Cibugel Sukabumi Ambruk Saat Warga Hendak Hadiri PAW Kades

2 April 2026 - 12:58 WIB

Kondisi Jembatan gantung Sungai Cibugel di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang ambruk dan miring kearah kanan setelah kawat seling penopang atas terputus pada Kamis pagi (2/4/2026). Lima unit sepeda motor dilaporkan terjebak di atas jembatan yang rusak tersebut.

Korsleting Listrik, Rumah Warga di Jampang Tengah Sukabumi Hangus Terbakar Tengah Malam

2 April 2026 - 07:54 WIB

Dokumentasi visual menunjukkan kobaran api yang menghanguskan atap kediaman Bapak Dedi di Kampung Bojong Lopang, Desa Jampang Tengah, Sukabumi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Insiden yang bermula sekitar pukul 23:15 WIB ini diduga kuat akibat korsleting listrik.

Pemerintah Resmi Terapkan Transformasi Budaya Kerja: ASN WFH Tiap Jumat, Anggaran Triliunan Direalokasikan

1 April 2026 - 18:31 WIB

Pimpinan kementerian dan lembaga terkait mengenakan peci hitam duduk di meja konferensi di Jakarta saat mengumumkan secara resmi 'Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi'. Di latar depan, lensa kamera jurnalis bersiap mengabadikan momen pemberlakuan WFH nasional bagi ASN setiap Jumat. (JAKARTA, 1 April 2026).

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Penyesuaian Harga BBM di Awal April 2026

1 April 2026 - 17:52 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan penjelasan di hadapan awak media mengenai ketersediaan dan stabilitas harga BBM nasional, menepis isu kenaikan yang sempat meresahkan masyarakat.
Trending di Sukabumi