Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Agu 2025 18:53 WIB

Ribuan Ojol Sukabumi Geruduk Polres, Tuntut Kapolri Mundur


					Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas memadati halaman depan Mapolres Sukabumi Kota, Jumat (29/8/2025). Mereka menggelar aksi unjuk rasa menuntut keadilan atas tewasnya rekan mereka di Jakarta dan mendesak Kapolri untuk mundur dari jabatannya. Perbesar

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas memadati halaman depan Mapolres Sukabumi Kota, Jumat (29/8/2025). Mereka menggelar aksi unjuk rasa menuntut keadilan atas tewasnya rekan mereka di Jakarta dan mendesak Kapolri untuk mundur dari jabatannya.

JENTERANEWS.com – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam berbagai komunitas di Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polres (Mapolres) Sukabumi Kota pada Jumat siang, 29 Agustus 2025. Aksi ini merupakan wujud solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang rekan seprofesi yang tewas secara tragis terlindas mobil taktis (rantis) Brimob saat terjadi unjuk rasa di Jakarta.

Massa pengemudi ojol mulai memadati halaman Mapolres Sukabumi Kota sejak pukul 13.00 WIB. Mereka tiba secara berkonvoi, mengenakan atribut lengkap komunitas masing-masing, dan langsung menyuarakan aspirasi mereka melalui orasi-orasi yang berapi-api.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa menyampaikan dua tuntutan utama yang sangat tegas. Tuntutan pertama adalah mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka menilai Kapolri sebagai pucuk pimpinan tertinggi Kepolisian Republik Indonesia harus bertanggung jawab atas insiden fatal yang menimpa rekan mereka.

“Tuntutan kami jelas, yang pertama adalah meminta Kapolri segera mundur dari jabatannya,” pekik Hendra, salah satu koordinator aksi, di hadapan para wartawan. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan cerminan dari brutalitas aparat di lapangan yang tidak dapat ditolerir.

Tuntutan kedua adalah mendesak agar proses hukum terhadap personel Brimob yang bertanggung jawab atas kematian Affan Kurniawan segera dilaksanakan secara transparan dan adil. Para pengemudi ojol menuntut agar pelaku diadili dan dihukum seberat-beratnya.

“Kami juga meminta agar pelaku yang melindas korban segera diadili, dan wajah pelaku dipublikasikan di media massa agar publik tahu,” tambah Hendra dengan nada tegas.

Para pengunjuk rasa memberikan ultimatum kepada Polres Sukabumi Kota untuk meneruskan tuntutan mereka ke Mabes Polri dalam waktu tiga hari. Mereka mengancam akan menggelar aksi yang jauh lebih besar jika aspirasi mereka tidak diindahkan.

“Jika tuntutan kami tidak direspons dan tidak ada kejelasan dalam waktu tiga hari, maka kami akan turun lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak. Kami akan berkoordinasi dengan rekan-rekan dari kota lain,” pungkas Hendra, yang disambut sorak sorai massa aksi.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung dengan relatif tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Sukabumi Kota. Perwakilan pengunjuk rasa kemudian diterima oleh jajaran pimpinan Polres untuk menyampaikan tuntutan mereka secara resmi. Pihak kepolisian berjanji akan menampung dan meneruskan aspirasi tersebut sesuai prosedur yang berlaku.(*)


Reporter: Joko S

Redaktur: Hamjah



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca