JENTERANEWS.com – Sebuah rumah semi permanen milik warga di Kampung Lemah Duhur, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan ambruk pada Senin sore (12/1/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.45 WIB ini mengakibatkan bagian vital rumah, yakni kamar tidur dan dapur, mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Kabandungan, rumah tersebut diketahui milik Bapak Darma (53). Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, kerusakan bangunan dikategorikan sebagai rusak sedang.
Anggota Tagana Kecamatan Kabandungan, Anton Mulyadi dan Nurdinsopian, dalam laporannya menyebutkan bahwa insiden ini berdampak pada dua Kepala Keluarga (KK) yang menghuni rumah tersebut.
“Total ada 10 jiwa dari 2 KK yang terdampak akibat kejadian ini. Bagian rumah yang roboh meliputi kamar dan dapur, sehingga mengganggu aktivitas penghuni,” ujar Anton dalam keterangannya, Senin (12/1).
Pasca kejadian, tim gabungan yang terdiri dari Tagana, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Desa (Pemdes) Cianaga, serta unsur TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) langsung terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen (kaji cepat).
Hingga berita ini diturunkan, bantuan logistik belum tersalurkan ke lokasi. Pihak Tagana mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh keluarga terdampak untuk penanganan darurat.
“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini antara lain tenda gulung (terpal), makanan siap saji, serta paket kebersihan (family kit),” tambah laporan tersebut.
Saat ini, koordinasi terus dilakukan antara pihak kecamatan, Satpol PP, Tim Kesmatra Puskesmas, dan relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk memastikan keselamatan warga dan merencanakan tindak lanjut penanganan material bangunan yang roboh.
Penyebab pasti ambruknya bangunan belum dirinci secara spesifik, namun kondisi struktur semi permanen yang mungkin sudah lapuk diduga menjadi salah satu faktor pemicu. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar.
Kor : Fajar
Editor: Hamjah















