Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 6 Feb 2026 10:28 WIB

Saepul Rahman, Anggota DPRD Sukabumi Fraksi PKB, Serap Aspirasi Warga Cikembar dalam Reses 2026


					Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB, Saepul Rahman, S.Sy., M.H., saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Reses Kesatu Tahun Sidang 2026 di YPI Nurul Huda Kebon Jeruk (Yaspinda), Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kamis (5/2/2026). Perbesar

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB, Saepul Rahman, S.Sy., M.H., saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Reses Kesatu Tahun Sidang 2026 di YPI Nurul Huda Kebon Jeruk (Yaspinda), Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kamis (5/2/2026).

JENTERANEWS.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Saepul Rahman, S.Sy., M.H., menggelar kegiatan Reses Kesatu Masa Persidangan Tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Huda Kebon Jeruk (Yaspinda), Kecamatan Cikembar, pada Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Kebon Jeruk, Desa Sukamulya tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pengurus yayasan, tenaga pendidik, hingga pengelola Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Dalam keterangannya, Saepul Rahman menjelaskan bahwa agenda reses tahun ini dilaksanakan secara maraton selama tiga hari, terhitung sejak Rabu hingga Jumat. Meski durasi reses tergolong singkat, ia berkomitmen untuk memanfaatkan waktu tersebut secara optimal guna menjaring kebutuhan riil konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) III.

“Kami di DPRD Kabupaten Sukabumi sedang melaksanakan reses selama tiga hari. Kami manfaatkan momentum ini sebaik mungkin untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” ujar Saepul.

Politisi PKB ini menekankan bahwa partainya memiliki perhatian khusus terhadap penguatan sektor keagamaan dan infrastruktur dasar. Berdasarkan hasil dialog dengan warga, Saepul mencatat beberapa poin krusial yang menjadi keluhan masyarakat, di antaranya:

  • Sarana Pendidikan Keagamaan: Banyaknya bangunan madrasah dan MDTA yang kondisinya sudah tidak layak atau memprihatinkan.

  • Infrastruktur Lingkungan: Kebutuhan perbaikan jalan-jalan lingkungan di wilayah pedesaan.

  • Sanitasi dan Kebersihan: Masalah pengelolaan sampah yang kian mendesak untuk ditangani di tingkat desa.

Secara khusus, Saepul menyoroti peran vital pendidikan keagamaan dalam pembentukan karakter generasi muda. Ia menilai, bantuan stimulan dari pemerintah daerah sangat diperlukan agar fasilitas pendidikan non-formal seperti MDTA dapat sejajar kualitas sarana-prasarananya dengan pendidikan umum.

“MDTA adalah pondasi utama pembentukan akhlak anak-anak kita. Sangat disayangkan jika sarana belajarnya tidak layak. Kami akan mendorong pemerintah daerah hadir memberikan perhatian serius dan bantuan nyata bagi pembangunan sarana ini,” tegasnya.

Selain di Desa Sukamulya, Saepul juga melakukan kunjungan reses di beberapa titik lainnya, termasuk Desa Sekarwangi (Kecamatan Cibadak), Desa Sukamaju, dan Desa Bojong Pembang.

Seluruh usulan dan keluhan yang telah dihimpun akan didokumentasikan sebagai laporan resmi reses untuk kemudian diperjuangkan dalam rapat pembahasan program dan penganggaran di tingkat DPRD Kabupaten Sukabumi.

“Insya Allah, semua aspirasi ini akan kami kawal dan perjuangkan agar masuk ke dalam rencana kerja pemerintah daerah sehingga bisa segera terealisasi,” pungkas Saepul menutup kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut.(*)


Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Tiga Rumah di Cikidang Rusak Akibat Hujan Lebat Tengah Malam, Warga Menanti Bantuan Material

6 Maret 2026 - 20:29 WIB

Warga di Kampung Ciburial, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, menatap dengan penuh kesedihan gundukan tanah liat yang menjebol dinding dan memenuhi ruang tamu rumah mereka. Pemandangan pilu ini menunjukkan skala kerusakan parah yang sebenarnya setelah hujan lebat, memperjelas mengapa bantuan mendesak, terutama alat bangunan, sangat dibutuhkan oleh para korban terdampak.

Sahkan Perda Baru, Pemkot Sukabumi Berpacu Tangani 160 Hektare Kawasan Kumuh Tersisa

6 Maret 2026 - 20:17 WIB

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, saat memaparkan strategi pemerintah daerah dalam menuntaskan 160 hektare sisa kawasan kumuh di Kota Sukabumi.

Diterjang Hujan Deras, Tembok Penahan Tanah di Cikembar Ambruk Menimpa Rumah Warga

6 Maret 2026 - 20:07 WIB

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi (berseragam oranye) dan personel Bhabinkamtibmas (anggota polisi) serta warga setempat bersinergi melakukan pembersihan dahan pohon dan puing-puing di lokasi bencana di Perumahan Rina Residence, Kampung Ciseupan, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar.

Tinjau Pendidikan Inklusif dan Modern di Sukabumi, Wabup Dampingi Wamendikdasmen Sambangi SDN 01 dan SRMP 7

6 Maret 2026 - 19:55 WIB

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, menyerahkan bantuan perlengkapan belajar berupa tas kepada salah seorang siswa saat meninjau kegiatan belajar mengajar di Sukabumi, Jumat (6/3/2026).

Hujan Deras Picu Longsor di Nyalindung Sukabumi, Sebagian Bahu Jalan Provinsi Tertutup Material

6 Maret 2026 - 19:43 WIB

Kondisi longsor tebing di Kampung Cipulus, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat pagi (6/3/2026). Material tanah dan vegetasi terlihat runtuh menutupi sebagian bahu jalan provinsi akibat curah hujan tinggi. Petugas gabungan kini tengah berupaya melakukan pengerukan dan pembersihan lokasi.

Tanggap Darurat Pergerakan Tanah Bantargadung: Kapolres Sukabumi Salurkan Bantuan dan Kaji Opsi Relokasi

5 Maret 2026 - 22:01 WIB

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. (tengah, dengan selempang kuning) bersama jajaran Pejabat Utama Polres Sukabumi secara simbolis memasang garis polisi (police line) di salah satu titik pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/3/2026).
Trending di Sukabumi