Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Jun 2026 20:49 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Pemkab Sukabumi Gelar Ragam Kegiatan Syiar Islam hingga Pawai Defile


					Perbesar

"Suasana rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Palabuhanratu. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai perangkat daerah, unsur keagamaan, dan pihak terkait untuk mematangkan persiapan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026 mendatang.

JENTERANEWS.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, tengah mematangkan berbagai persiapan jelang peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, yang jatuh pada 16 Juni 2026 mendatang. Tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, peringatan kali ini difokuskan sebagai sarana penguatan syiar Islam, perekat kebersamaan masyarakat, serta medium penanaman nilai-nilai keagamaan, khususnya bagi generasi muda.

Langkah strategis tersebut dibahas secara komprehensif dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, belum lama ini. Rapat tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, tokoh agama, serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam merupakan tradisi sarat makna yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini dinilai krusial karena berdampak langsung pada penguatan relasi sosial dan peningkatan gairah spiritualitas warga.

“Pelaksanaan peringatan 1 Muharram sudah menjadi agenda tahunan yang mendapat dukungan luas dari masyarakat. Di wilayah I, kegiatan akan dipusatkan di Palabuhanratu melalui defile pawai, sementara kecamatan lainnya juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing,” ujar Andi saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Andi, momentum pergantian kalender Hijriah ini harus memiliki makna yang lebih mendalam, yakni sebagai wadah refleksi diri dan pembangunan kepedulian sosial di tengah tantangan arus kehidupan modern. Oleh karena itu, Pemkab Sukabumi merancang rangkaian acara yang tidak hanya berpusat pada pawai, tetapi juga ragam aktivitas peribadatan massal.

Sejumlah agenda religius yang telah dipersiapkan antara lain:

  • Khotmil Qur’an

  • Istigasah

  • Doa Bersama

  • Defile Peserta Lintas Kecamatan (Wilayah I)

Peserta kegiatan ibadah tersebut akan merangkul spektrum masyarakat yang luas, mulai dari aparatur pemerintah daerah, lembaga keagamaan, institusi pendidikan, pondok pesantren, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam se-Kabupaten Sukabumi.

“Pelibatan berbagai kalangan ini dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga tradisi keagamaan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan syiar Islam di daerah,” tambah Andi.

Selain kegiatan ibadah yang bersifat sentral, daya tarik utama peringatan tahun ini adalah lomba pawai Muharram. Panitia penyelenggara menegaskan bahwa penilaian lomba tidak bertumpu semata pada kemeriahan, melainkan pada kualitas esensi dan pesan yang disampaikan oleh setiap delegasi.

Kriteria penilaian lomba pawai akan mencakup indikator berikut:

  1. Kreativitas ide dan konsep pawai.

  2. Kerapian barisan dan kostum peserta.

  3. Keindahan visual tampilan secara keseluruhan.

  4. Kesesuaian tema dengan nilai-nilai luhur Tahun Baru Islam.

Melalui standarisasi kriteria tersebut, pawai diharapkan dapat bertransformasi dari sekadar tontonan hiburan menjadi medium edukasi yang sarat akan pesan moral keagamaan bagi masyarakat luas.

Guna menjamin objektivitas dan akurasi dalam perlombaan, panitia telah menetapkan tiga titik pos penjurian strategis yang tersebar di sepanjang rute pawai. Ketiga titik tersebut difokuskan di lokasi pemberangkatan awal, area sekitar Polsek Palabuhanratu, dan kawasan Pangsor Jembatan Dua.

“Masing-masing titik akan ditempatkan juri yang bertugas melakukan penilaian secara langsung terhadap seluruh peserta,” pungkas Andi.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca